Saya ngertinya dulu cuma action… dalam setiap langkah selalu saya iringi kepercayaan.
Percaya kalau saya bisa, percaya kalau kita mau pasti ada jalan keluarnya.. percaya kalau selama kita nggak melakukan kesalahan pasti dibimbing olehNya… petunjuk datang dengan sendirinya…
Kepercayaan itu sebanding dengan kwalitas iman seseorang, kalau orang bilang percaya atau beriman adanya Tuhan ternyata dalam kenyataannya mereka nggak berani bercita-cita tinggi karena kurang percaya dengan kemampuan dirinya maka sebatas itulah kwalitas seseorang dinilai.
Dan kepercayaan itu bukan hanya sekedar dikata-kata atau bualan saja, tapi definisi iman yang sesungguhnya, disamping keyakinan kuat yang tertanam dalam hati, diikrarkan dengan kata-kata juga diparaktekakkan dalam bentuk karya nyata bukan sekedar angan-angan kosong atau bualan gombal mukio belaka.
Akhirnya mau tidak mau kalau sudah percaya ya harus mau berusaha dan karena kepercayaannnya yang tinggi itu pula usahanya juga maksimal, karena buat apa berusaha kalau yakin gak akan berhasil.
Setelah itu pasti ada nekatnya karena modalnya cuma kepercayaan yang tinggi dan mau melangkah, kekurangannya di ilmu, ya akhirnya babak belur juga, diperjalanan sering jatuh bangun, tapi ya lumayan juga ada seninya. Kehidupan ini nggak ada manis kalau nggak ada pahit, demikian juga nggak ada itu sebetulnya pahit kalau kita lakukan dengan keihlasan, kita telan sebagai pil atau obat yang semakin membuat kita kuat.
Dari modal terus melangkah itulah sepertinya kita dibimbing sampai mendapatkan ilmu dan akhirnya saya menemukan komunitas TDA yang punya rumusan BDSA (Belife, Dream, strategi & Action)
Percaya / iman, Mimipi/Cita-cita, Strategi/ilmu, Action. Jadi itu urutannya.
Pertama yang harus diobarak-abrik adalah kepercayaan kita tentang ilmu dan wawasan tentang kehidupan dan fungsinya hidup sampai apa itu kekayaan dan kaya itu, apa itu berusaha. Dls
Kemudian membangun mimpi, harus mimipi dan cita-cita itu harus dibangun kalau perlu diwujudkan dalam bentuk nyata, bisa ditulis, bisa divisualkan dalam bentuk gambar dan lain sebagainya.
Semakin berguru semakin saya praktekkan mimpi saya itu saya proklamirkan dikhalayak supaya direspon dan disaksikan banyak pihak… itu akan memacu semangat dan apa itu istilahnya loA (nanti kita pelajari yang satu ini), sekali lagi saya itu tahunya cuma mempraktekkan apa yang saya yakini benar…
jadi ilmunya menyusul belakangan.
Dan belakangan ini saya mendapatkan banyak sekali bahasa-bahasa yang sesuai dengan yang telah kita lakukan selama ini dan bahasanya lebih mudah dicerna, sehingga beberapa hal saya sampaikan dalam bentuk yang berbeda.
Nanti saya urai satu persatu
Ingatkan ya… yang sudah kita sentul adalah Beliefe and Dreams, selanjutnya kita ublek-ublek Strategi and Action.
Hon ma’af juga kalau pembahasannya sepotong potong atau juga meloncat-loncat, ya..itu tadi.. saya ini sementara ini tahunya cuma action, kalau nanti saya tahu ada strategi nulis dan membahas yang baik akan segera kita benahi tulisan saya.
Salam perjuangan…
Selamat menikmati hidupa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar