

ChicLicious
Februari 18, 2008
Nonton “The Conductors”
Diarsipkan di bawah: Brainstroming ajah!, movie freaks — chic @ 2:17 pm
Untuk entah berapa hari ini postingan dari tempat lain saya tampilkan secara live disini...
ketika pertama baca postingan ini darah biru ayas langsung bergolak...
nasionalisme lokal yang bergelora membaca postingan dan komentar dari orang lain(bukan aremania)lebih orsinil, nggak subyektif, tentang AREMA dan AREMANIA serta hubungannya dengan Indonesia, budaya dan kompleks.... silakan baca & komntar sendiri,
Edannya kayak sudah diskenario saja sama Sang Maha Sutradara, kala baca postingan ini penjual VCD didepan Warnet SMS nyetel lagunya arema De-cross dengan kencengnya, klop sudah. sampek begidik...
sengaja nggak ayas link karena saking responnya dengan postingan ini. Kedua, ini nemu dan kesasar, takutnya nanti sudah hilang atau sulit nyarinya.
kalau lihat versi aslinya ngelink aja ke blognya langsung,
selamat menikmati....
Pintu Bioskop sudah dibuka...
Hari Sabtu pagi, 16 Februari kemaren saya mengorbankan jatah bangun siang weekend saya untuk nonton film “The Conductors” di Blitz Megaplex Grand Indonesia (jam 10 pagi aja gitu mulainya). Film ini dibuat oleh Andi Bachtiar Yusuf lewat Bogalakon Pictures. Hari itu ada first commercial release film itu sendiri (setelah premiere-nya di JiFFest bulan Desember tahun kemaren). Diputar untuk umum tanggal 20 Februari 2008 nanti.
Kenapa saya bisa nonton film ini? Kebetulan diajak sama anak-anak Juventini Indonesia yang kebetulan dapet undangan gratis dari Bola Vaganza. Ya saya ikut deh, pengen tau aja seperti apa film yang katanya “ngga biasa” itu.
Jam 10 kurang, saya (dan anak-anak Juventini) udah nonggol di Blitz GI. Masih sepi banget. Sampai setengah 11 filmnya belum mulai juga. Saya melihat anak-anak lain asik bercakap-cakap dengan komunitas pencinta bola lainnya. Ada yang dari Milanisti, ada yang dari Pasopati-nya Solo, ada Jakmania juga kayaknya… Saya sih ngga kenal dengan komunitas-komunitas itu… hihihi.. jadi saya asik melihat-lihat poster-poster film yang lagi ditayangin ajah.
Acaranya sendiri baru dimulai jam 11 kurang (huaaaaah… Endonesah banget yah… ngaret!). Mungkin karena yang dateng sedikit. Undangannya terbatas kali ya? atau mungkin komunitas-komunitas yang lain udah nonton pas premiere di JiFFest kemaren itu (dan saya ngga tau apakah ketiga tokoh yang ada difilm itu juga dateng atau ngga).
Dimulai dengan acara games yang kurang seru, sampai perkenalan dengan sang sutradara, akhirnya filmnya diputar juga.
Bercerita tentang 3 orang yang berprofesi sebagai konduktor dan suka duka mereka dalam menggeluti bidang itu.
Adalah Addie MS (ngga perlu saya cerita toh siapa dia…), A.G. Soedibyo, - seorang dosen di Fisipol jurusan Komunikasi UI, konduktor untuk UI Choir - yang kuliah di UI pasti tau deh, dan Yuli Soemphil - konduktor untuk suporter Aremania, yang menjadi fokus film bergenre dokumenter ini.
Awal film, kita sudah disuguhi bagaimana massa Aremania itu di stadion dengan Yuli sebagai sang konduktor memimpin mereka melakukan koreografi-koreografi sederhana tapi cantik lengkap dengan lagu-lagu dan yel-yel mereka (sayangnya kebanyakan lagu-lagu itu masih mengganti lirik dari lagu-lagu yang populer dan lebih sayangnya lagi harus ada kata-kata “ngga pantes” seperti “tj****k” di dalam lagu tersebut…).
Lalu berganti dengan sosok Pak Dibyo dan bagaimana dia mengendalikan ribuan anak baru UI yang ingin bergabung dalam UI Choirs, dan terakhir menampilkan sosok Addie MS dan Twilite Orchestra-nya.
3 mosaik ini lah yang mendatangi penonton sepanjang film ini. Dan sketsa wawancara dengan para tokoh itu mengenai bagaimana awal dan akhirnya mereka menjalani profesi tersebut sampai sekarang, suka dukanya dan opini mengenai profesi itu sendiri.
Sosok paling menarik dalam film ini, buat saya sih adalah Yuli Soemphil tentu saja. Seseorang yang “bukan siapa-siapa”, tamatan Aliyah yang tidak pernah mengenyam pendidikan kuliah, sehari-hari berjualan galon air mineral yang masih berharap punya pekerjaan tetap dikemudian hari nanti.
Well, sangat sederhana. Tapi di stadion, semua massa Aremania yang jumlahnya sekian puluh ribu orang itu, bisa memusatkan perhatian hanya untuk seorang Yuli yang memimpin yel-yel Aremania, yang bukannya hanya sekedar teriak-teriak, tapi bernyanyi dan menari.
Saya bukan Aremania, suer deh!! Selain saya bukan orang Malang, wong Sriwijaya FC aja saya ngga nge-fans kok. Padahal double winner loh tahun ini, hihihihi dan padahal lagi saya lahir dan gede di Palembang… wehehehehe..
Tapi beneran, saya amazed ngeliat penampilannya Aremania itu. Asli cantik!! Sayang sekali harus dikotori dengan kerusuhan yang berakhir dengan merusak stadion milik kesebelasan lain yang notabene adalah tetangga juga . Sayang benerrrrr!!!!
Dan akhirnya, tau apa yang menyatukan ketiga tokoh yang berbeda itu? Lagu Indonesia Raya!! Wooow! Beda bener kalo mendengar lagu tersebut dibawakan secara Choir, secara Orchestra, dan dinyanyikan secara gegap gempita di stadion sepak bola. Suatu perpaduan yang indah dari masing-masing tokoh yang disebut “pemimpin” itu. Well done!!
All in all, film ini bisa jadi persfektif baru di dunia film Indonesia. Saya sudah jenuh liat film horor. Sumpah!! Cukup menarik buat hiburan akhir pekan (dan saya jadi tau kayak apa massa Singo Edan itu.. hehehe). Kemaren ngga bisa banyak nanya sama sang sutradara, jadi saya ngga tau apa yang melatarbelakangi Mas Yusuf bikin film ini. Cuma satu pertanyaan yang masih menggelitik saya, ini film kan Indonesia banget, kenapa sih judulnya harus pake bahasa inggris???
39 Komentar »
eh.. juventini ya ?saya juventino….hehehehkemarin menang 1-0 dari asromaselamat selamatfree kick nya delpiero ciamik deh
Komentar oleh funkshit — Februari 18, 2008 @ 4:43 pm
koment lagi..tadi baca baru sampe juventini aja uadh koment 1. “tj****k” << href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" rel="external nofollow">funkshit Februari 18, 2008 @ 4:46 pm
eh,, boleh hetrik ngga tho ??klo nda bole nda papa kok
Komentar oleh funkshit — Februari 18, 2008 @ 4:46 pm
hai chic…..hehe, pertama kali liat judulnya, gw kirain tuh film inggris, eh, taunya indonesia ya?
Komentar oleh steelheart — Februari 18, 2008 @ 5:14 pm
@funkshit
1. juventini? bukaaaaan… saya cuma ikut-ikut sajah… hehehe2. tj****k? duuuh, tanya ma yang bisa suroboyo-an deh… hihihihi3. ngga ada, cuma nyeritain kisah 3 tokoh itu (Addie MS, AG Sudibyo & Yuli Soemphil). Berhubung Yuli itu konduktornya Aremania, ya cuma Aremania aja yang diceritain (eh, ada Jakmania nya juga ding, nyelip dikit)4. hetrik? boleh *asal jangan pertamax*, tapi sekali lagi ditendang aki ismet loooh… *kiding* hahahaha
@steelheart
maka dari itu saiah protes! :p kenapa juga judulnya mesti nginggris gituh?
Komentar oleh Chic — Februari 18, 2008 @ 5:15 pm
Neng Chic… Ane kagak suka nonton pelem Indonesia… kagak ngerti. KAGAK ADA TEKSNYA!!!
Komentar oleh Cabe Rawit — Februari 18, 2008 @ 6:00 pm
@cabe rawit
film ini pake teks kok… bahasa inggris tapi… hihihihi
Komentar oleh Chic — Februari 18, 2008 @ 6:20 pm
Hemm…aku ketemu sutradaranya pas nonton CJ7 di blitz kemarin.Pengen nonton Tapi gag tau film ini bagus gag yaa? *pikirpikir dulu*
Komentar oleh Sarah — Februari 18, 2008 @ 6:25 pm
jupentini detektit…ahahahahahaini film kira2 ntar di kediri bakal diblacklist gak ya? kayak film the jak kan diblacklist di bandung tuh…
Komentar oleh arya — Februari 18, 2008 @ 11:16 pm
waduh, sudah berprasangka buruk kamu juventini. untung bkn. soal pertanyaanmu yg terakhir, emang kira2 alternatifnya apa? sang konduktor? konduktor juga kan bkn bahasa indonesia? apa, dong?
Komentar oleh zen — Februari 19, 2008 @ 12:50 am
Indonesia Raya memang bikin hati bergetar, nurani berasa Maknyessss…
Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 19, 2008 @ 8:02 am
@SarahWaaah Mas Yusuf ngapain di Blitz sampe sore? hihihihi
@AryaKediri? Mungkin… hehehehe@ZenEmang kalo saya Juventini kenapa Mas? hahahahaha…Konduktor itu bahasa Indonesia loooh, cuma kalo liat di kamus konduktor bisa banyak arti. tapi kalo kata lainnya untuk konduktor musik sih Dirijen. ga komersil ya? hahahahaha
@Mas Kopdangbetul sekali Mas…
Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ 9:23 am
Wah, jadi kepingin nonton. Apakah sedang diputar di bioskop atau dijual dalam bentuk VCD. Dimana bisa baca artikel mengenai Yuli yang fenomenal itu ?
Komentar oleh Robert Manurung — Februari 19, 2008 @ 12:24 pm
WAH PERTANYAAN KITA KOK SAMA YAK?
Komentar oleh daeng limpo — Februari 19, 2008 @ 1:11 pm
Ko ga dibilang segh yang Juventini itu suaminya ???
Komentar oleh JoEy D`JuVe — Februari 19, 2008 @ 2:26 pm
@Robert Manurungdiputar di bioskop resmi nya tanggal 20 Feruari Pak, kan udah saya sebut di posting.artikel mengenai Yuli bisa tanya pak dhe gugel kali yaaaa… heeeee
@daeng limpopertanyaannya yang mana ya Pak? soal judulnya pake bahasa inggris? hehehehe
@JoEy D’Juvekan biar misterius.. daku kan penyusup di juventini… hihihi*sampe rumah dijitak nih kayaknya*
Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ 3:05 pm
waaaa… musti nonton nih…
ya… lumayan buat ngobatin… (nggak bisa nonton langsung 3 tahun)HIKS..
reaches me on:YM ID: fajarmono@yahoo.com.sghttp://www.friendster.com/fajarmonohttp://www.fajarmono.wordpress.com/http://www.flickr.com/photos/fajarmono
Komentar oleh fajarmono — Februari 19, 2008 @ 3:06 pm
ga dijitak… mo di kelitikin aja ampe biar “Si Kecil” kaya main Rodeo an…
oh iya…
SaYaNk Bikin Tulisan tentang “Si Kecil” Donk… kasi di folder sendiri… biar aku bacanya ikut senyam senyum makin kangen sama “Dia”… buat obat kalo Ayah lagi pusink ama kerjaan…
Komentar oleh JoEy D`JuVe — Februari 19, 2008 @ 3:32 pm
klo sudah ikut2 an juventini.. saya anggap juventini jgua eh btw,, ini pilem berdasar ama kerusuhan nya aremania kemarin itu ya ? cepet juga bikin nya..
*lalu apa aremania nya setuju dengan dibikin nya pilem ini, kan citra mereka jadi keliatan tambah jelek itu
Komentar oleh funkshit — Februari 19, 2008 @ 4:06 pm
terus terang, aku gak suka film indonesia. gak tahu kenapa. jadi ya saya pasti nggak akan nonton gimana Addie MS berakting. ngebayangin saja deh.
Komentar oleh jalansutera — Februari 19, 2008 @ 5:00 pm
@fajarmonoAremania ya Mas? hehehe
@funkshitga kok, ga soal kerusuhan. Ini fokusnya lebih ke Yuli Soemphil, sang konduktornya…
@jalansuterafilm nya ga pake akting kok Pak, lah film dokumenter soalnya…hehehesayah juga nontonnya gratisan…
Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ 5:15 pm
aremaaaa aremaaaa kita di sini aremaaaagak usah nonton filmnya, kestadio aja, langsung ketemu sama yuli
Komentar oleh amicol — Februari 19, 2008 @ 10:56 pm
He heh.. mas yusuf itu sama isteri + baby nya,katanya sih mau nonton Cloverfield..Kaya’nya film itu bagus juga *bersiapSiap mau nonton*
Komentar oleh Sarah — Februari 20, 2008 @ 1:06 am
Kayaknya sy tertarik melihat film dokumenter ini…Bagus diputar buat anak2 muda, sehingga nasionalisme meningkat yah.
Komentar oleh aRuL — Februari 20, 2008 @ 1:27 am
“..Cuma satu pertanyaan yang masih menggelitik saya, ini film kan Indonesia banget, kenapa sih judulnya harus pake bahasa inggris???..”
abis Conductor apa bahasa indo nya? Kondektur? Konduktor? .. jadi laen kan.. hehe makanya musti pake bahasa inggris!
Komentar oleh Viky — Februari 20, 2008 @ 2:15 am
iya nih, yang nentuin jduul niru2 cincha lawra… sok2 pake enggris!
Komentar oleh antobilang — Februari 20, 2008 @ 3:56 am
Alternatif tontonan baru nih. Eh, tj****k = **ancu*?
Komentar oleh -=«GoenRock®»=- — Februari 20, 2008 @ 4:22 am
selaen ngefans ama cinca lawrrhaaa, kan biar kalo pas ke fest2 kmane2 gak perlu pake diinggrisin lagi, lagian biar meneer2 dan noni2 yg tinggal di negeri kita bisa ntn lg kaleeeeee
Komentar oleh cemong — Februari 20, 2008 @ 4:57 am
pengen liat aksi temen2 aremania..yang buat pelem kan komentator bola…eniwei, lam nal yah..
Komentar oleh tehaha — Februari 20, 2008 @ 8:27 am
@amicolyaaah… salam kenal aja yah Mas buat Yuli…
@Sarahiya betul! Cloverfield sepertinya bagus, saya juga siap-siap mo nonton nih… bareng??? hihihihi*belum nonton Jumper juga… hiks*
@aRuLbetuuuuul… dan semoga sepak bola Indonesia ngga rusuh lagi…
@Vikyemang bahasa indonesia-nya ngga ada ya Bang… hihihi… Iya sih, kalo tak pikir-pikir kok ya ngga komersil.. heeeee Ma kasih Bang udah mampir, JJF tahun ini main lagi kah?
@antobilangchincha lawra??? oh mai gaaaat!!! again???
@GoenRockyaaah kira-kira seperti itu lah kata-katanya… *eh saya ngga salah nulis toh?*
@cemongsepertinya emang begitu tujuannya… apa karena kemaren buat JiFFest ya?
@tehahaooh Mas Yusuf itu komentator juga ya? hmmmmm…salam kenal juga
Komentar oleh chic — Februari 20, 2008 @ 9:04 am
nanti kalo sudah pada ntn, kasi komen ya….“kalau suka beritau teman, kalau tidak suka ajak musuh2 untuk nonton,”
Komentar oleh yusuf — Februari 20, 2008 @ 9:42 am
Non, ada pesan dari blog sebelah:
..ditunggu jawabannya
Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 20, 2008 @ 11:00 am
ntar coba ditonton deh..
*agak males nonton film indo*
Komentar oleh cK — Februari 20, 2008 @ 11:53 am
keknya menarik. ntar nunggu di rental terdekat aja nontonnya
Komentar oleh nico — Februari 20, 2008 @ 2:47 pm
kalau kamu mau kasih nilai 1 - 100… film ini kamu kasih nilai berapa..?
Komentar oleh alfaroby — Februari 20, 2008 @ 2:54 pm
Kayaknya bagus ya ? Boleh masuk daftar tontonan nich
Komentar oleh Gyl — Februari 20, 2008 @ 3:28 pm
Maaf.
Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 20, 2008 @ 5:01 pm
@YusufHaduh… dikunjungin Bapak Sutradara, ma kasih kunjungannya Mas…ditunggu film berikutnya…
@Mas KopdangPesan diterima Mas… matur nuwun..
@cKsok atuh dicoba Mbak Chika… hehehe
@nicoloooh hargailah buatan dalam negeri Mas…
@alfarobyhmmmm? 75 deh! hehehehe *abis dikunjungin sutradaranya niiih*
@Gylsilahkan dicoba nonton….
Komentar oleh chic — Februari 21, 2008 @ 10:24 am
yaah…jadi nyesel baget nggak jadi nonton, kemaren aku juga dapet tiketnya…hiks pas acara malah nggak bisa nonton.. :((makasih yang reviewnya..
Februari 18, 2008
Nonton “The Conductors”
Diarsipkan di bawah: Brainstroming ajah!, movie freaks — chic @ 2:17 pm
Untuk entah berapa hari ini postingan dari tempat lain saya tampilkan secara live disini...
ketika pertama baca postingan ini darah biru ayas langsung bergolak...
nasionalisme lokal yang bergelora membaca postingan dan komentar dari orang lain(bukan aremania)lebih orsinil, nggak subyektif, tentang AREMA dan AREMANIA serta hubungannya dengan Indonesia, budaya dan kompleks.... silakan baca & komntar sendiri,
Edannya kayak sudah diskenario saja sama Sang Maha Sutradara, kala baca postingan ini penjual VCD didepan Warnet SMS nyetel lagunya arema De-cross dengan kencengnya, klop sudah. sampek begidik...
sengaja nggak ayas link karena saking responnya dengan postingan ini. Kedua, ini nemu dan kesasar, takutnya nanti sudah hilang atau sulit nyarinya.
kalau lihat versi aslinya ngelink aja ke blognya langsung,
selamat menikmati....
Pintu Bioskop sudah dibuka...
Hari Sabtu pagi, 16 Februari kemaren saya mengorbankan jatah bangun siang weekend saya untuk nonton film “The Conductors” di Blitz Megaplex Grand Indonesia (jam 10 pagi aja gitu mulainya). Film ini dibuat oleh Andi Bachtiar Yusuf lewat Bogalakon Pictures. Hari itu ada first commercial release film itu sendiri (setelah premiere-nya di JiFFest bulan Desember tahun kemaren). Diputar untuk umum tanggal 20 Februari 2008 nanti.
Kenapa saya bisa nonton film ini? Kebetulan diajak sama anak-anak Juventini Indonesia yang kebetulan dapet undangan gratis dari Bola Vaganza. Ya saya ikut deh, pengen tau aja seperti apa film yang katanya “ngga biasa” itu.
Jam 10 kurang, saya (dan anak-anak Juventini) udah nonggol di Blitz GI. Masih sepi banget. Sampai setengah 11 filmnya belum mulai juga. Saya melihat anak-anak lain asik bercakap-cakap dengan komunitas pencinta bola lainnya. Ada yang dari Milanisti, ada yang dari Pasopati-nya Solo, ada Jakmania juga kayaknya… Saya sih ngga kenal dengan komunitas-komunitas itu… hihihi.. jadi saya asik melihat-lihat poster-poster film yang lagi ditayangin ajah.
Acaranya sendiri baru dimulai jam 11 kurang (huaaaaah… Endonesah banget yah… ngaret!). Mungkin karena yang dateng sedikit. Undangannya terbatas kali ya? atau mungkin komunitas-komunitas yang lain udah nonton pas premiere di JiFFest kemaren itu (dan saya ngga tau apakah ketiga tokoh yang ada difilm itu juga dateng atau ngga).
Dimulai dengan acara games yang kurang seru, sampai perkenalan dengan sang sutradara, akhirnya filmnya diputar juga.
Bercerita tentang 3 orang yang berprofesi sebagai konduktor dan suka duka mereka dalam menggeluti bidang itu.
Adalah Addie MS (ngga perlu saya cerita toh siapa dia…), A.G. Soedibyo, - seorang dosen di Fisipol jurusan Komunikasi UI, konduktor untuk UI Choir - yang kuliah di UI pasti tau deh, dan Yuli Soemphil - konduktor untuk suporter Aremania, yang menjadi fokus film bergenre dokumenter ini.
Awal film, kita sudah disuguhi bagaimana massa Aremania itu di stadion dengan Yuli sebagai sang konduktor memimpin mereka melakukan koreografi-koreografi sederhana tapi cantik lengkap dengan lagu-lagu dan yel-yel mereka (sayangnya kebanyakan lagu-lagu itu masih mengganti lirik dari lagu-lagu yang populer dan lebih sayangnya lagi harus ada kata-kata “ngga pantes” seperti “tj****k” di dalam lagu tersebut…).
Lalu berganti dengan sosok Pak Dibyo dan bagaimana dia mengendalikan ribuan anak baru UI yang ingin bergabung dalam UI Choirs, dan terakhir menampilkan sosok Addie MS dan Twilite Orchestra-nya.
3 mosaik ini lah yang mendatangi penonton sepanjang film ini. Dan sketsa wawancara dengan para tokoh itu mengenai bagaimana awal dan akhirnya mereka menjalani profesi tersebut sampai sekarang, suka dukanya dan opini mengenai profesi itu sendiri.
Sosok paling menarik dalam film ini, buat saya sih adalah Yuli Soemphil tentu saja. Seseorang yang “bukan siapa-siapa”, tamatan Aliyah yang tidak pernah mengenyam pendidikan kuliah, sehari-hari berjualan galon air mineral yang masih berharap punya pekerjaan tetap dikemudian hari nanti.
Well, sangat sederhana. Tapi di stadion, semua massa Aremania yang jumlahnya sekian puluh ribu orang itu, bisa memusatkan perhatian hanya untuk seorang Yuli yang memimpin yel-yel Aremania, yang bukannya hanya sekedar teriak-teriak, tapi bernyanyi dan menari.
Saya bukan Aremania, suer deh!! Selain saya bukan orang Malang, wong Sriwijaya FC aja saya ngga nge-fans kok. Padahal double winner loh tahun ini, hihihihi dan padahal lagi saya lahir dan gede di Palembang… wehehehehe..
Tapi beneran, saya amazed ngeliat penampilannya Aremania itu. Asli cantik!! Sayang sekali harus dikotori dengan kerusuhan yang berakhir dengan merusak stadion milik kesebelasan lain yang notabene adalah tetangga juga . Sayang benerrrrr!!!!
Dan akhirnya, tau apa yang menyatukan ketiga tokoh yang berbeda itu? Lagu Indonesia Raya!! Wooow! Beda bener kalo mendengar lagu tersebut dibawakan secara Choir, secara Orchestra, dan dinyanyikan secara gegap gempita di stadion sepak bola. Suatu perpaduan yang indah dari masing-masing tokoh yang disebut “pemimpin” itu. Well done!!
All in all, film ini bisa jadi persfektif baru di dunia film Indonesia. Saya sudah jenuh liat film horor. Sumpah!! Cukup menarik buat hiburan akhir pekan (dan saya jadi tau kayak apa massa Singo Edan itu.. hehehe). Kemaren ngga bisa banyak nanya sama sang sutradara, jadi saya ngga tau apa yang melatarbelakangi Mas Yusuf bikin film ini. Cuma satu pertanyaan yang masih menggelitik saya, ini film kan Indonesia banget, kenapa sih judulnya harus pake bahasa inggris???
39 Komentar »
eh.. juventini ya ?saya juventino….hehehehkemarin menang 1-0 dari asromaselamat selamatfree kick nya delpiero ciamik deh
Komentar oleh funkshit — Februari 18, 2008 @ 4:43 pm
koment lagi..tadi baca baru sampe juventini aja uadh koment 1. “tj****k” << href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" rel="external nofollow">funkshit Februari 18, 2008 @ 4:46 pm
eh,, boleh hetrik ngga tho ??klo nda bole nda papa kok
Komentar oleh funkshit — Februari 18, 2008 @ 4:46 pm
hai chic…..hehe, pertama kali liat judulnya, gw kirain tuh film inggris, eh, taunya indonesia ya?
Komentar oleh steelheart — Februari 18, 2008 @ 5:14 pm
@funkshit
1. juventini? bukaaaaan… saya cuma ikut-ikut sajah… hehehe2. tj****k? duuuh, tanya ma yang bisa suroboyo-an deh… hihihihi3. ngga ada, cuma nyeritain kisah 3 tokoh itu (Addie MS, AG Sudibyo & Yuli Soemphil). Berhubung Yuli itu konduktornya Aremania, ya cuma Aremania aja yang diceritain (eh, ada Jakmania nya juga ding, nyelip dikit)4. hetrik? boleh *asal jangan pertamax*, tapi sekali lagi ditendang aki ismet loooh… *kiding* hahahaha
@steelheart
maka dari itu saiah protes! :p kenapa juga judulnya mesti nginggris gituh?
Komentar oleh Chic — Februari 18, 2008 @ 5:15 pm
Neng Chic… Ane kagak suka nonton pelem Indonesia… kagak ngerti. KAGAK ADA TEKSNYA!!!
Komentar oleh Cabe Rawit — Februari 18, 2008 @ 6:00 pm
@cabe rawit
film ini pake teks kok… bahasa inggris tapi… hihihihi
Komentar oleh Chic — Februari 18, 2008 @ 6:20 pm
Hemm…aku ketemu sutradaranya pas nonton CJ7 di blitz kemarin.Pengen nonton Tapi gag tau film ini bagus gag yaa? *pikirpikir dulu*
Komentar oleh Sarah — Februari 18, 2008 @ 6:25 pm
jupentini detektit…ahahahahahaini film kira2 ntar di kediri bakal diblacklist gak ya? kayak film the jak kan diblacklist di bandung tuh…
Komentar oleh arya — Februari 18, 2008 @ 11:16 pm
waduh, sudah berprasangka buruk kamu juventini. untung bkn. soal pertanyaanmu yg terakhir, emang kira2 alternatifnya apa? sang konduktor? konduktor juga kan bkn bahasa indonesia? apa, dong?
Komentar oleh zen — Februari 19, 2008 @ 12:50 am
Indonesia Raya memang bikin hati bergetar, nurani berasa Maknyessss…
Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 19, 2008 @ 8:02 am
@SarahWaaah Mas Yusuf ngapain di Blitz sampe sore? hihihihi
@AryaKediri? Mungkin… hehehehe@ZenEmang kalo saya Juventini kenapa Mas? hahahahaha…Konduktor itu bahasa Indonesia loooh, cuma kalo liat di kamus konduktor bisa banyak arti. tapi kalo kata lainnya untuk konduktor musik sih Dirijen. ga komersil ya? hahahahaha
@Mas Kopdangbetul sekali Mas…
Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ 9:23 am
Wah, jadi kepingin nonton. Apakah sedang diputar di bioskop atau dijual dalam bentuk VCD. Dimana bisa baca artikel mengenai Yuli yang fenomenal itu ?
Komentar oleh Robert Manurung — Februari 19, 2008 @ 12:24 pm
WAH PERTANYAAN KITA KOK SAMA YAK?
Komentar oleh daeng limpo — Februari 19, 2008 @ 1:11 pm
Ko ga dibilang segh yang Juventini itu suaminya ???
Komentar oleh JoEy D`JuVe — Februari 19, 2008 @ 2:26 pm
@Robert Manurungdiputar di bioskop resmi nya tanggal 20 Feruari Pak, kan udah saya sebut di posting.artikel mengenai Yuli bisa tanya pak dhe gugel kali yaaaa… heeeee
@daeng limpopertanyaannya yang mana ya Pak? soal judulnya pake bahasa inggris? hehehehe
@JoEy D’Juvekan biar misterius.. daku kan penyusup di juventini… hihihi*sampe rumah dijitak nih kayaknya*
Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ 3:05 pm
waaaa… musti nonton nih…
ya… lumayan buat ngobatin… (nggak bisa nonton langsung 3 tahun)HIKS..
reaches me on:YM ID: fajarmono@yahoo.com.sghttp://www.friendster.com/fajarmonohttp://www.fajarmono.wordpress.com/http://www.flickr.com/photos/fajarmono
Komentar oleh fajarmono — Februari 19, 2008 @ 3:06 pm
ga dijitak… mo di kelitikin aja ampe biar “Si Kecil” kaya main Rodeo an…
oh iya…
SaYaNk Bikin Tulisan tentang “Si Kecil” Donk… kasi di folder sendiri… biar aku bacanya ikut senyam senyum makin kangen sama “Dia”… buat obat kalo Ayah lagi pusink ama kerjaan…
Komentar oleh JoEy D`JuVe — Februari 19, 2008 @ 3:32 pm
klo sudah ikut2 an juventini.. saya anggap juventini jgua eh btw,, ini pilem berdasar ama kerusuhan nya aremania kemarin itu ya ? cepet juga bikin nya..
*lalu apa aremania nya setuju dengan dibikin nya pilem ini, kan citra mereka jadi keliatan tambah jelek itu
Komentar oleh funkshit — Februari 19, 2008 @ 4:06 pm
terus terang, aku gak suka film indonesia. gak tahu kenapa. jadi ya saya pasti nggak akan nonton gimana Addie MS berakting. ngebayangin saja deh.
Komentar oleh jalansutera — Februari 19, 2008 @ 5:00 pm
@fajarmonoAremania ya Mas? hehehe
@funkshitga kok, ga soal kerusuhan. Ini fokusnya lebih ke Yuli Soemphil, sang konduktornya…
@jalansuterafilm nya ga pake akting kok Pak, lah film dokumenter soalnya…hehehesayah juga nontonnya gratisan…
Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ 5:15 pm
aremaaaa aremaaaa kita di sini aremaaaagak usah nonton filmnya, kestadio aja, langsung ketemu sama yuli
Komentar oleh amicol — Februari 19, 2008 @ 10:56 pm
He heh.. mas yusuf itu sama isteri + baby nya,katanya sih mau nonton Cloverfield..Kaya’nya film itu bagus juga *bersiapSiap mau nonton*
Komentar oleh Sarah — Februari 20, 2008 @ 1:06 am
Kayaknya sy tertarik melihat film dokumenter ini…Bagus diputar buat anak2 muda, sehingga nasionalisme meningkat yah.
Komentar oleh aRuL — Februari 20, 2008 @ 1:27 am
“..Cuma satu pertanyaan yang masih menggelitik saya, ini film kan Indonesia banget, kenapa sih judulnya harus pake bahasa inggris???..”
abis Conductor apa bahasa indo nya? Kondektur? Konduktor? .. jadi laen kan.. hehe makanya musti pake bahasa inggris!
Komentar oleh Viky — Februari 20, 2008 @ 2:15 am
iya nih, yang nentuin jduul niru2 cincha lawra… sok2 pake enggris!
Komentar oleh antobilang — Februari 20, 2008 @ 3:56 am
Alternatif tontonan baru nih. Eh, tj****k = **ancu*?
Komentar oleh -=«GoenRock®»=- — Februari 20, 2008 @ 4:22 am
selaen ngefans ama cinca lawrrhaaa, kan biar kalo pas ke fest2 kmane2 gak perlu pake diinggrisin lagi, lagian biar meneer2 dan noni2 yg tinggal di negeri kita bisa ntn lg kaleeeeee
Komentar oleh cemong — Februari 20, 2008 @ 4:57 am
pengen liat aksi temen2 aremania..yang buat pelem kan komentator bola…eniwei, lam nal yah..
Komentar oleh tehaha — Februari 20, 2008 @ 8:27 am
@amicolyaaah… salam kenal aja yah Mas buat Yuli…
@Sarahiya betul! Cloverfield sepertinya bagus, saya juga siap-siap mo nonton nih… bareng??? hihihihi*belum nonton Jumper juga… hiks*
@aRuLbetuuuuul… dan semoga sepak bola Indonesia ngga rusuh lagi…
@Vikyemang bahasa indonesia-nya ngga ada ya Bang… hihihi… Iya sih, kalo tak pikir-pikir kok ya ngga komersil.. heeeee Ma kasih Bang udah mampir, JJF tahun ini main lagi kah?
@antobilangchincha lawra??? oh mai gaaaat!!! again???
@GoenRockyaaah kira-kira seperti itu lah kata-katanya… *eh saya ngga salah nulis toh?*
@cemongsepertinya emang begitu tujuannya… apa karena kemaren buat JiFFest ya?
@tehahaooh Mas Yusuf itu komentator juga ya? hmmmmm…salam kenal juga
Komentar oleh chic — Februari 20, 2008 @ 9:04 am
nanti kalo sudah pada ntn, kasi komen ya….“kalau suka beritau teman, kalau tidak suka ajak musuh2 untuk nonton,”
Komentar oleh yusuf — Februari 20, 2008 @ 9:42 am
Non, ada pesan dari blog sebelah:
..ditunggu jawabannya
Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 20, 2008 @ 11:00 am
ntar coba ditonton deh..
*agak males nonton film indo*
Komentar oleh cK — Februari 20, 2008 @ 11:53 am
keknya menarik. ntar nunggu di rental terdekat aja nontonnya
Komentar oleh nico — Februari 20, 2008 @ 2:47 pm
kalau kamu mau kasih nilai 1 - 100… film ini kamu kasih nilai berapa..?
Komentar oleh alfaroby — Februari 20, 2008 @ 2:54 pm
Kayaknya bagus ya ? Boleh masuk daftar tontonan nich
Komentar oleh Gyl — Februari 20, 2008 @ 3:28 pm
Maaf.
Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 20, 2008 @ 5:01 pm
@YusufHaduh… dikunjungin Bapak Sutradara, ma kasih kunjungannya Mas…ditunggu film berikutnya…
@Mas KopdangPesan diterima Mas… matur nuwun..
@cKsok atuh dicoba Mbak Chika… hehehe
@nicoloooh hargailah buatan dalam negeri Mas…
@alfarobyhmmmm? 75 deh! hehehehe *abis dikunjungin sutradaranya niiih*
@Gylsilahkan dicoba nonton….
Komentar oleh chic — Februari 21, 2008 @ 10:24 am
yaah…jadi nyesel baget nggak jadi nonton, kemaren aku juga dapet tiketnya…hiks pas acara malah nggak bisa nonton.. :((makasih yang reviewnya..
1 komentar:
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485459459]cheap cialis[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485461507]cheap cipro[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485463555]cheap cleocin[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485464579]cheap deltasone[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485464835]cheap indocin[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485465091]cheap lasix[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485465347]cheap levitra[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485465603]mobic medicine[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485465859]cheap nolvadex[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485466115]propecia study[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485466371]cheap sumycin[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485466627]cheap synthroid[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485466883]cheap viagra[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485467139]cheap zithromax[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485467395]cheap proscar[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485467651]cheap tamiflu[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485468163]cheap doxycycline[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485468419]cheap diflucan[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485468675]cheap topamax[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485468931]buy albuterol[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485469443]buy albuterol online[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485470211]cialis lilly[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485470979]buy cipro[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485471491]buy cleocin[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485472259]buy deltasone[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485472771]buy indocin[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485473539]buy lasix[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485474051]buy levitra[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485475075]buy mobic[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485476099]clomid nolvadex[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485477891]buy propecia[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485479171]buy sumycin[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485481219]buy synthroid[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485483779]buy viagra[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485485571]buy zithromax online[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485488643]buy proscar[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485491715]buy tamiflu[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485495555]buy doxycycline[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485499395]diflucan candida[/url]
[url=http://www.playlist.com/blog/entry/12485503235]buy topamax[/url]
Posting Komentar