Apa yang baik teruskanlah
apa yang kurang bermanfaat efektifkanlah
apa yan kurang jelas tinggalkanlah
apa yang buruk segera rubahlah
Biasanya setelah bangun pagi kebisaan otomatis saya adalah kekamar kecil wudlu sekalian mandi terus sholat, dan... ini titik bagusnya, saya sudah tidak terbiasa tidur lagi atau bangun kesiangan (beberapa bulan lalu kebiasaan bangun kesingan akibat kecapekan muncul lagi)
Setelah terbiasa kembali bangun pagi, tinggal isinya yang perlu ditata, kemarin setelah bangun biasanya bersih-bersih tempat kerja sambil nunggu yang piket pagi hari datang, ketika yang piket pagi hari sudah datang... saya telah menghidupkan 2 computer, yang satu computer server untuk menghidupkan suasana saya setel musik, yang kedua salah satu computer di warnet saya hidupkan, pertama untuk memancing langganan, kedua sambil baca koran via internet, lumayanlah penghematan, daripada beli koran terus lebih baik yang ada ini dimanfaatkan.
Awalnya kurang terbiasa sih, baca koran itu nikmatnya pada timing pertama di pagi hari, bau kertas dan tintanya berbaur dengan minuman kita, sekaligus bau badan sebelum mandi adalah kenikmatan sendiri apalagi ditemani rokok... seperti merdeka hidup ini, itu idiom yang sering diulang-ulang beberapa kawan tentang hidup nikmat itu bagaimana, bergaya layaknya bos yang nggak dituntut jam kerja, padahal bos saja ya nggak kayak gitu gambarannya.
Tapi lama-lama terbiasa juga, beberapa kebiasaan buruk atau yang nggak efektif saya rubah dengan bangun lebih pagi, kemudian bangun langsung minum kopi sambil merokok baca koran harian, ini juga sudah berubah, saya sudah tidak merokok sekaligus gak ngopi, sekarang paling minum teh, ternyata minum teh menyehatkan. Tidak merokok apalagi, walau sedikit aneh (tapi simaklah, Islam itu dulu datang dianggap asing atau aneh, nanti lama-lama diakhir zaman akan dianggap asing/aneh juga) dulu remaja seperti saya merokok dianggap aneh, sekarang sebaliknya kalau ada pemuda seperti saya apalagi yang mukanya muka smoker kayak gini, kerjaannya (melukis, berpikir, berkreasi) identik dengan rokok nggak merokok dianggap aneh, justru itulah saya nggak ngerokok he.. he (gitu aja pake bahasa riwayat islam, padahal cuma mau dianggap beda) oke, saya suka yang beda memang, beda yang positif lho. kalau mau lihat cerita lengkapnya bagaimana saya bisa berhenti merokok beserta strateginya di sini.
Yang jelas, telah saya buktikan bahwasanya sebenarnya bisa!!! kita keluar dari belenggu diri sendiri, keluar dari kebiasaan kebiasaan buruk kita, hanya rutinitas pagi yang cuma berapa menit itu kalau saya rubah sudah berapa waktu dan finansial yang saya investasi ulang dengan baik.
Satu, waktu saya bertambah, daripada tidur, kelihatannya cuma berapa jam... tapi kalau di hitung kali berapa hari hidup didunia ini, pasti jadi banyak hari. Kalau kita manfaatkan jadi tambah umur yang lebih bermanfaat, itu yang namanya do'a umur panjang dikabulkan.
Langganan koran berhenti, lumayan uangnya bisa disodaqohkan, kalau mau baca, lebih dari sepuluh koran diinternet masih bisa. Uang rokok, pernah saya hitung uang rokok kalau kita investasikan... dalam waktu dua tahun kita sudah bisa naik haji oy..., walaupun saya merokok pakek uang sendiri lho (saya merokok sejak sering dapat order lukisan) mulai SMA, berarti hampir 10 tahun yang lalu, seharusnya saya sudah naik haji lima kali???
lagi, saya keluar dari dari sisi syubhat dalam hidup saya... rokok sampai sekarang masih diperdebatkan. Nggak usah berdebat masalah hukumnya, tapi saya lebih enjoy ketika sholat dan berkomunikasi denganNya mulut saya nggak bau sengak ketika mengucapkan lafal-lafalNya... Yang jelas secara finansial lebih untung orang nggak merokok (jujur), lebih sehat (jujur) lebih manis (he he) orang yang gak merokok, lebih disukai camer (calon morokewut) kecuali kalo camernya dukun.
Ok, to the poin, hari ini saya nggak ingin kita perang masalah pilihan merokok vs nggak merokok, koran vs koran online, bangun pagi atau bangun siang atau malah gak bangun sekalian(?), tapi yang ingin ditekankan adalah sebenarnya bisa kita merubah kebiasaan, dan nggak usah lihat motifnya yang sebagian orang bilang alah gitu aja diperdebatkan, wong masalah rokok, koran , bangun pagi aja omongnya kayak bahas situasi negara yang gawat saja.
Sekali lagi jangan lihat sederhananya, nggak akan besar orang yang meremehkan hal-hal kecil lho, ini menurut junjungan kita kanjeng Nabi SAW.
So... mulai rubahlah apa yang kurang baik seremeh apapun, dan jangan anggap remeh, apa yang anda lakukan akan jadi besar bila kita lakukan dengan serius dan kita investasikan untuk kebaikan. Karena tiada yang pasti didunia ini kecuali perubahan itu sendiri, kalau kita nggak mau berubah, kita akan dilindas sejarah, dan itulah yang bisa kita rubah... kebiasaan, kepercayaan, ilmu dan pengetahuan. Itu yang bisa kita rubah.
Kita nggak bisa merubah taqdir, kita nggak bisa merubah bentuk fisik kita, kecuali penampilannya, kita nggak bisa merubah besarnya otak kita, kecuali isinya, kita nggak bisa merubah gender kita, laki-laki atau perempuannya tapi kita bisa merubah yang namanya kejantanan kita, banyak sekali laki-laki yang kayak perempuan alias gak jantan, demikian juga banyak juga perempuan yang jadi jago mengalahkan pejantan-pejantan yang lembek cengeng dan loyo...
So... mulailah berubah... rubahlah kebiasaan-kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik... nggak usah terlalu ekstrim, dari hal-hal yang kecil dulu saja, nggak usah dipaksakan, mulailah merubah satu-persatu saja, jangan langsung dirubah semua, bukannya nggak mungkin, malah jarang berhasilnya, satu saja, bayangkan kalau tiap hari... sudah 365 kebiasaan buruk kita rubah dalam setahun, setahun... kalo puluhan tahun, nggak mustahil kita bisa mendekati taqdir kita mencapai kesuksesan.
Inilah hal terkini yang sedang mulai saya rubah, baca koran di pagi hari... mulai saya rubah dengan ini..ni menulis... kenapa? Ya karena kondisi terkini, saya baru saja mendapatkan ilmu kalau bisa kita masukkan hal positif-positif dalam pikiran dan batin kita, dan hati-hati dengan yang kita isikan dalam pikiran dan batin kita apalagi di pagi hari, koran adalah sumber informasi, sebaliknya rupanya koran juga sumber berita terkini, lah koran itu banyak bahasa negatifnya, beritanya bombas, negatif, semisal kerusuhan, tragedi dll sebagian ada sih berita positif, tapi prosentasenya lebih besar negatifnya, coba simak, kaji, dan hitung, berapa banyak berita negatif yang kita masukkan dalam otak kita tiap hari... pagi baca koran kerusahan... siang kerja dengar gosip tetangga... sore lihat infotainment mengobok-obok bobrok rumahtangga orang, malam sebelum tidur rasan-rasan kelakuan teman. Sharing... ini akan mempengaruhi pikiran kita, kalo TV sudah lama saya talak.
Makanya saya rubah kebiasaan baca koran dengan sebaliknya menulis... lho? Kok gitu. Ya namanya merubah ya saya coba yang jelas kebalikannya, saya yakin ada baiknya, pertama saya belajar menulis... bayangkan kalau sebulan saja menulis dipagi hari...
30 tulisan yang masih fresh dipagi hari saya buat, dan 30 tulisan akan diapresiasi dan dikoreksi banyak pihak, daripada baca koran, (bukannya koran gak penting lho, tapi kalau sudah jadi ketagihan, sudah gak efektif namanya) ini sama dengan bikin koran sendiri. balas dendam, kalau dulu dimakan koran pada saatnya saya akan makan koran lho?
Tidak mustahil tulisan saya akan semakin baik. Dalam setahun ada 365 tulisan saya yang semakin bermutu, kalau dikodifikasi jadilah buku... buku akan menjembatani kita jadi orang berilmu saya akan jadi ilmuan karena menciptakan buku... kalau kebiasaan itu saya teruskan saya akan jadi jutawan dari hasil buku-buku itu... lalu kalau tulisan ini saya teruskan akan jadi nggak mutu karena terlalu menghabiskan waktu silahkan dilanjutkan sendiri mimpi saya dipagi hari ini..
Semoga jadi salam kehangatan yang bermutu
Sebagaimana sinar mentari yang mulai merambat, hangat...
1 komentar:
salut buat yang udah bisa membuang kebiasaan buruknya. menurutku perjuangan melahan 'diri sendiri' memang tiada akhir..
ok, sukses terusss :)
Posting Komentar