<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496</id><updated>2011-12-20T00:45:23.502-08:00</updated><title type='text'>Catatan Sang Pembelajar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-5071123123396553380</id><published>2011-12-19T20:58:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T21:03:49.104-08:00</updated><title type='text'>Belajar Lagi</title><content type='html'>Belajar lagi belajar lagi, inilah kalimat pertama yang perlu saya tampilkan, toh belajar itu tiada akhirnya. setelah sekian lama vakum di dunia maya, mulai belajar lagi...&lt;br /&gt;Tulisan pembelajar masih kaku, masih belajar teknis, sebelum nanti belajar lebih detail.&lt;br /&gt;Semoga kedepan lebih baik.&lt;br /&gt;ini testing setelah lupa password, saking lamanya tidak dibuka, akhirnya bisa juga.&lt;br /&gt;Bismillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-5071123123396553380?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/5071123123396553380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=5071123123396553380&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/5071123123396553380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/5071123123396553380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2011/12/belajar-lagi.html' title='Belajar Lagi'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-6353180633567308850</id><published>2009-01-26T20:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T20:53:50.011-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://jawapos.com/imgall/15/imgthumb/48839small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 278px;" src="http://jawapos.com/imgall/15/imgthumb/48839small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Selasa, 27 Januari 2009 ]&lt;br /&gt; Si Jangkung Imlek&lt;br /&gt;Aneka ria cara merayakan Imlek. Di pusat perbelanjaan di Hongkong, kemarin (26/1) tampil sosok jangkung berpernik khas Tiongkok. Dengan senyum dia menyapa setiap pengunjung. Sesekali jabatan tangan dengan mereka. Jabatan tangan itu ringan saja. Sebab kalau sampai ditarik si jangkung bisa ''patah'', karena dia ''jangkung sambungan''.(roy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Tionghoa, Dulu dan Sekarang (2-Habis)&lt;br /&gt;Tionghoa Bersambut, Bagaimana Yin Ni Hua Ren?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman berubah. Bahkan, setelah kejatuhan Orde Baru, perubahan itu begitu drastisnya, sehingga terasa terlalu tiba-tiba. Belum pernah orang Tionghoa mendapat posisi sosial-politik sehebat sekarang. Sampai akhir Orde Baru pun, kita tidak akan menyangka bahwa kita bisa berubah sedemikian hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang terlalu banyak orang Tionghoa yang jadi ''tumbal'' untuk perubahan itu. Yakni, mereka yang menjadi korban peristiwa Mei 1998 di Jakarta yang jadi awal ''zaman baru'' bagi Tionghoa Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, juga terlalu banyak untuk disebutkan jasa pejuang demokrasi seperti Amien Rais, Gus Dur, dan seterusnya, yang meski secara khusus perjuangan dan pengorbanan mereka tidak dimaksudkan untuk membela golongan Tionghoa, tapi hasil perjuangan itu secara otomatis ikut mengangkat posisi sosial-politik masyarakat Tionghoa menjadi sejajar dengan suku apa pun di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, pada zaman baru ini, penggolongan lama ''totok, peranakan, dan Hollands spreken'' sama sekali tidak relevan lagi. Bukan saja tidak relevan, bahkan memang sudah hilang dengan sendirinya. Kawin-mawin antartiga golongan itu sudah tidak ada masalah sama sekali. Status sosial tiga golongan tersebut juga sudah tidak bisa dibedakan. Jenis pekerjaan dan profesi di antara mereka juga sudah campur-baur. Membedakan berdasar di mana sekolah anak-anak mereka juga sudah tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat demokrasi, pembedaan berdasar apa pun tidak relevan lagi. Bahkan, pembedaan model lama antara hua ren dan penti ren tidak boleh lagi. Tapi, bukan berarti tidak ada masalah. Misalnya, dalam zaman baru ini, bagaimana harus mengidentifikasikan dan menyebut hua ren?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menghadiri satu seminar yang diadakan INTI di Jakarta. Dalam forum itu, antara lain, disinggung soal bagaimana harus menyebut orang Tionghoa di Indonesia dalam bahasa Mandarin. Kalau panggilan nonpribumi sudah tidak relevan dan seperti kelihatan antidemokrasi, lantas kata apa yang bisa dipakai untuk menyebutnya dalam bahasa Mandarin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Indonesia, semua sudah seperti sepakat bahwa sebutan Tionghoa adalah yang paling menyenangkan. Tionghoa sudah berarti ''orang dari ras cina yang memilih tinggal dan menjadi warga negara Indonesia''. Kata Tionghoa sudah sangat enak bagi suku cina tanpa terasa ada nada, persepsi, dan stigma mencina-cinakan. Kata Tionghoa sudah sangat pas untuk pengganti sebutan ''nonpri'' atau ''cina''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai ''juawa ren'' (meski xian zai wo de xin shi hua ren de xin) semula agak sulit memberi penjelasan kepada pembaca mengapa menyebut ''cina'' tidak baik? Apa salahnya? Luar biasa banyaknya pertanyaan seperti itu. Terutama sejak Jawa Pos Group selalu menulis Tionghoa untuk mengganti kata nonpri atau cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Pos memang menjadi koran pertama di Indonesia yang secara sadar mengambil kebijaksanaan tersebut. Memang ada yang mencela dan mencibir bahwa Jawa Pos tidak ilmiah. Juga tidak mendasarkan kebijakan itu pada kenyataan yang hidup di masyarakat, yakni bahwa semua orang sudah terbiasa menyebut kata ''cina''. Mengapa harus diubah-ubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menjawab dengan alasan bahwa kata cina itu terasa ''menyudutkan'' dan ''menghinakan''. Mereka akan selalu bilang bahwa ''kami tidak merasa seperti itu''. Atau, mereka akan mengatakan ''Ah, itu mengada-ada''. Bahkan, ada yang bilang, ''Kok kita tidak ada yang tahu ya bahwa sebutan cina itu melecehkan''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kenyataannya sebenarnya seperti itu. Tapi, juga tidak mengada-ada bahwa golongan Tionghoa merasa seperti itu. Setidaknya sebagian di antara mereka yang lama-lama menjadi mayoritas di antara mereka. Yakni, sejak awal Orde Baru, sejak ada desain dari penguasa waktu itu bahwa penyebutan kata ''cina'' bukan lagi untuk identifikasi ras saja, tapi juga untuk ''menyudutkan'' ras tersebut. Yakni, untuk ''mencina-cinakan'' mereka dalam konotasi yang semuanya jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, tidak semua orang Tionghoa tahu itu. Bahkan, banyak orang Tionghoa yang mengatakan ketika dipanggil ''cina'' juga tidak merasa apa-apa. Lebih dari itu, kata Tionghoa berasal dari bahasa daerah di Provinsi Fujian-Guangdong dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan orang ''cina'' yang dulunya berasal dari luar wilayah itu? Tapi, adanya latar belakang pencina-cinaan itulah akhirnya yang membuat umumnya orang Tionghoa dari mana pun asal-usulnya dulu ikut tahu dan merasakan penyudutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana saya bisa menjelaskan kepada pembaca koran Jawa Pos Group agar bisa menerima istilah Tionghoa sebagai pengganti ''cina''? Terutama bagaimana saya bisa meyakinkan para redaktur dan wartawan di semua koran Jawa Pos Group (tentu tidak mudah karena kami memiliki sekitar 100 koran di seluruh Indonesia) yang semula juga sulit diajak mengerti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini, saya harus mengucapkan terima kasih kepada pemimpin INTI, khususnya Eddy Lembong yang sangat cerdas itu. Entah bagaimana, Eddy Lembong bisa menemukan adanya salah satu ayat dalam ajaran Islam yang kalau diterjemahkan artinya begini: ''Panggillah seseorang itu dengan panggilan yang mereka sendiri senang mendengarnya''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia. Saya dapat kuncinya. Saya dapat magasin berikut pelurunya. Maka, saya pun menjelaskan bahwa tidak ada orang ''cina'' yang tidak suka kalau dipanggil Tionghoa. Sebaliknya, banyak orang Tionghoa yang tidak senang kalau dipanggil ''cina''. Dengan logika itu, apa salahnya kita menuruti ayat dalam ajaran Islam tersebut dengan memberikan panggilan yang menyenangkan bagi yang dipanggil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus memanggil ''si gendut'' untuk orang gemuk atau ''si botak'' terhadap orang yang tidak berambut, meski kenyataannya demikian? Atau, kita memanggil dengan ''si kerbau'' meski dia memang terbukti bodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah lebih dari delapan tahun Jawa Pos Group menggunakan istilah Tionghoa, rasanya sudah lebih biasa. Juga lebih diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang masih sulit adalah justru bagaimana orang Tionghoa Indonesia sendiri menyebut dirinya dalam bahasa Mandarin? Apakah masih ''women zhong guo ren''? Atau ''hua ren''? Atau ''Yin Ni Hua Ren''? Lalu, bagaimana orang Tionghoa menyebut Tiongkok dalam pengertian RRC? Masihkah harus menyebutnya dengan ''guo nei''? (*)&lt;br /&gt; Senin, 26 Januari 2009 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Tionghoa, Dulu dan Sekarang (1)&lt;br /&gt;Hollands Spreken, Peranakan, dan Totok&lt;br /&gt;Waktu itu belum ada negara yang disebut Indonesia, atau Malaysia, atau Singapura. Tiga negara itu masih jadi satu kesatuan wilayah ekonomi dan budaya. Kalau ada orang dari Tiongkok yang mau merantau ke wilayah itu, apa istilahnya? Tentu tidak ada istilah "mau pergi ke Indonesia". Atau "mau pergi ke Malaysia". Mereka menyebutkan dengan satu istilah dalam bahasa Mandarin: xia nan yang. Artinya, kurang lebih, turun ke laut selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah yang disebut "nan yang" itu bukan satu kesatuan dan bukan pula satu tempat tertentu. Kalau ditanya xia nan yang-nya ke mana? Barulah ditunjuk satu nama tempat yang lebih spesifik. Misalnya, akan ke Ji Gang (maksudnya Palembang). Mereka tidak tahu nama Palembang, tapi nama Ji Gang terkenalnya bukan main. Maklum, Ji Gang adalah salah kota terpenting yang harus didatangi misi Laksamana Cheng He (Cheng Ho). Ji Gang (artinya pelabuhan besar) memang jadi tempat tujuan utama siapa pun yang xia nan yang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ke Ji Gang, mereka memilih ke San Bao Long. Maksudnya: Semarang. Atau ke San Guo Yang, maksudnya Singkawang. Atau ke Ye Chen, maksudnya Jakarta. Atau Wan Long, maksudnya, Bandung. Mereka tidak tahu nama-nama kota di wilayah nan yang seperti nama yang dikenal sekarang. Semua kota dan tempat yang mereka tuju bernama Mandarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang xia nan yang itu sudah terjadi entah berapa ratus tahun lalu, bahkan ribu tahun lalu. Bahkan, saya tidak tahu mana nama yang digunakan lebih dulu: Palembang atau Ji Gang. Pontianak atau Kun Tian. Surabaya atau Si Shui. Banjarmasin atau Ma Chen. Migrasi itu berlangsung terus, sehingga ada orang Tionghoa yang sudah ratusan tahun di wilayah nan yang, ada juga yang baru puluhan tahun. Waktu kedatangan mereka yang tidak sama itulah salah satu yang membedakan antara satu orang Tionghoa dan Tionghoa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, masyarakat Tionghoa di Indonesia pernah terbagi dalam tiga golongan besar: totok, peranakan, dan hollands spreken. Yang tergolong totok adalah mereka yang baru satu turunan di Indonesia (orang tuanya masih lahir di Tiongkok) atau dia sendiri masih lahir di sana. Lalu ketika masih bayi diajak xia nan yang. Yang disebut peranakan adalah yang sudah beberapa keturunan lahir di tanah yang kini bernama Indonesia. Sedangkan yang hollands spreken adalah yang -di mana pun lahirnya- menggunakan bahasa Belanda, mengenakan jas dan dasi, kalau makan pakai sendok dan garpu, dan ketika Imlek tidak mau menghias rumah dengan pernik-pernik yang biasa dipergunakan oleh peranakan maupun totok..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang peranakan umumnya bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan. Mereka berbahasa Jawa, Minang, Sunda, Bugis, dan bahasa di mana mereka tinggal. Mereka menyekolahkan anaknya juga tidak harus di sekolah Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menghadiri peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung di Hongkong yang diselenggarakan masyarakat Hongkong kelahiran Bandung. Meski sudah puluhan tahun bukan lagi WNI, tapi di pertemuan itu hampir semua bicara dalam bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hollands spreken umumnya menjadi direktur dan manajer perusahaan besar yang waktu itu semuanya memang milik Belanda. Atau jadi pengacara, notaris, akuntan, dan profesi sejenis itu yang umumnya memang memerlukan keterampilan bahasa Belanda. Ini karena mereka harus melayani keperluan dalam sistem hukum yang berbahasa Belanda dengan aparatur yang juga orang Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang yang totok, umumnya menjadi penjual jasa dan pedagang kelontong. Lalu jadi pemilik bengkel kecil. Lama-kelamaan mereka inilah yang memiliki pabrik-pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesulitan berbahasa (Belanda, Indonesia, maupun bahasa daerah) golongan totok menjadi "tersingkir" dari pergaulan formal yang umumnya menggunakan tiga bahasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai golongan yang terpinggirkan, orang totok harus bekerja amat keras untuk bisa bertahan hidup. Pada mulanya mereka tidak bisa bekerja di pabrik karena tidak "nyambung" dengan bahasa di pabrik. Mereka juga tidak bisa bertani karena untuk bertani memerlukan hak atas tanah. Mereka hanya bisa berdagang kelontong dari satu kampung ke kampung lain dan dari satu gang ke gang yang lain. Kalau toh mencari uang dari pabrik, bukan secara langsung namun hanya bisa berjualan di luar pagarnya: menunggu karyawan pabrik bubaran kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan peranakan lebih kaya, tapi status sosialnya masih kelas dua. Status sosial tertinggi adalah golongan hollands spreken. Sedangkan status sosial terendah adalah totok. Anak-anak golongan hollands spreken umumnya harus kawin dengan yang hollands spreken. Yang peranakan dengan peranakan. Demikian pula yang totok dengan totok. "Kalau kamu kawin sama anak totok, nanti kamu makan pakai sumpit," kata-kata orang tua si hollands spreken. "Kalau kawin dengan peranakan, nanti kamu makan pakai tangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang totok biasa menghalangi anaknya kawin dengan hollands spreken dengan kata-kata, "Kamu nanti jadi orang yang tidak tahu adat." Atau, "tidak mau lagi menghormati leluhur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hollands spreken umumnya menyekolahkan anaknya di sekolah berbahasa Belanda. Atau mengirim anak mereka ke Holland atau Jerman. Yang peranakan mengirim anaknya ke sekolah terdekat, termasuk tidak masalah kalau harus ke sekolah negeri. Yang totok menyekolahkan anaknya ke sekolah berbahasa Tionghoa. Semua itu terjadi dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sekarang? (bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-6353180633567308850?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/6353180633567308850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=6353180633567308850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6353180633567308850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6353180633567308850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/selasa-27-januari-2009-si-jangkung.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1780537588829788846</id><published>2009-01-20T19:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T19:10:25.802-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/47684small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 142px;" src="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/47684small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Menjelang Merdeka&lt;br /&gt;Momen apa yang paling membahagiakan bagi orang utan selain dilepas ke utan. Ini foto pelepasan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng, Oktober tahun lalu, yang baru dirilis AP. Diperkirakan populasi orang utan di alam bebas tinggal 60 ribu. Mereka terdesak oleh ''orang kota'' yang membabati hutan setara 300 lapangan bola setiap jam. Salah satu orang utan betina bernama Tami diambil fotonya sebelum dilepas. Wuih, gayanya boleh juga. Siapa tahu hasilnya akan tampak seperti Luna Maya? (roy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1780537588829788846?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1780537588829788846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1780537588829788846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1780537588829788846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1780537588829788846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/menjelang-merdeka-momen-apa-yang-paling.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-3506943901535099053</id><published>2009-01-07T15:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T15:07:27.183-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KRISIS keuangan yang amat dahsyat ini akhirnya mampir juga ke ranah Tuhan. Yakni, ketika tersiar berita begitu banyak lembaga sosial dan keagamaan Yahudi yang menjadi korban investasi model Ponzi yang dilakukan Bernard Madoff (Bernie) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diatur saja, praktis semua rumah ibadah Yahudi menjadikan kasus penipuan terbesar di dunia tersebut sebagai tema khotbah Hari Sabtu (yaumus Sabbath) mereka. Ini tidak lain karena yang dituduh sebagai penipu terbesar dalam sejarah umat manusia itu adalah tokoh Yahudi dan yang banyak tertipu juga umat Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kerasnya kecaman yang disampaikan para khotib di mimbar Sabtuan itu, sampai-sampai ada pengkhotbah yang kali ini terpaksa meminta maaf kepada jemaatnya. Yakni, karena si pengkhotbah terpaksa harus mencela nama seseorang di mimbar yang suci itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Selama ini kami tidak mau menjadikan soal bisnis dan politik menjadi tema khotbah,’’ ujar seorang rabi konservatif di New York. ’’Tapi, dalam kasus ini terlalu banyak korban, sehingga sulit untuk tidak dibicarakan,’’ tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang tersedot ke bisnis model piramida yang dilakukan Bernie tersebut memang mencapai USD 50 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Beberapa hari setelah Bernie ditangkap, ratusan orang Yahudi yang uangnya lenyap di situ mendatangi rumah Bernie yang seharga Rp 600 miliar itu di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernie, 70 tahun, memang tokoh terkemuka Yahudi. Dia dikenal sangat dermawan dan juga memimpin berbagai lembaga sosial masyarakat Yahudi. Karena itu, kasus tersebut dianggap memalukan Yahudi. Baik Yahudi sebagai masyarakat maupun Yahudi sebagai agama. ’’Inilah hillul hashim yang keterlaluan,’’ ujar seorang pengkhotbah sebagaimana dikutip penerbitan Yahudi terkemuka di New York. Hillul hashim adalah istilah dalam agama Yahudi untuk menyebut perbuatan penistaan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah agama terpaksa begitu banyak dipakai kali ini untuk mengungkapkan kejengkelan kepada Bernie. ’’Dia itu sudah seperti Esau,’’ kata pengkhotbah yang lain. Orang yang bernama Esau, dalam kitab agama Yahudi, adalah lambang kebohongan nomor satu di jagat raya. Di antara semua ciptaan Tuhan (termasuk malaikat, manusia, binatang, pohon, dan batu), Esau-lah pembohong terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Yahudi menceritakan bahwa Esau adalah kakak Yakub. Mereka adalah anak Ishak, melalui istrinya Rebekah. Berarti, keduanya adalah cucu Abraham (Rasul Ibrahim). Esau dan Yakub sebenarnya anak kembar. Yakub lahir belakangan, tapi nyaris beriringan. Begitu dekatnya kelahiran Yakub dari kakaknya, sehingga dalam kelahiran itu digambarkan posisi Yakub masih memegangi tumit Esau, kakaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Tuhan tidak memilih anak sulung tersebut sebagai pewaris sang bapak dan sang kakek. Ishak-lah yang jadi rasul. Ishak itu pula yang dipercaya kemudian menurunkan umat Yahudi sekarang ini. Golongan masyarakat Yahudi yang baik kemudian disebut golongan Yakob (berarti Israel). Sedangkan golongan yang ’’rusak’’ disebut golongan Esau.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-3506943901535099053?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/3506943901535099053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=3506943901535099053&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3506943901535099053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3506943901535099053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/krisis-keuangan-yang-amat-dahsyat-ini.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-4859234217729585948</id><published>2009-01-07T14:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T14:57:05.005-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>[ Rabu, 07 Januari 2009 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Seberapa Luaskah Wilayah Gaza Itu?&lt;br /&gt;Tidak lebih dari 500 kilometer persegi. Lebarnya hanya sekitar 10 kilometer dan panjangnya 50 kilometer. Kalau di Jatim, kira-kira hanya sama dengan dari Bangil ke Probolinggo. Lebarnya hanya sama dengan Probolinggo-Leces dan Bangil-Beji. Atau sama dengan dari Tanjung Kodok ke Tuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah itu berbukit, tapi tidak bergunung. Dataran paling tinggi hanya 150 meter. Meski punya pesisir sepanjang 45 kilometer, seluruh akses ke Laut Tengah itu dikuasai Israel. Bandaranya juga dikuasai Israel. Satu-satunya batas yang bukan Israel adalah bagian selatannya sepanjang 12 kilometer: berbatasan dengan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Gaza ini bagian dari wilayah negara Palestina, kalau mau ke ibu kota harus melalui daratan Israel sejauh kira-kira 40 kilometer. Ini berarti orang Palestina di wilayah Gaza kalau mau ke wilayah Palestina yang lain di Tepi Barat harus mengantongi paspor dan harus mendapat izin Israel. Luas wilayah Palestina yang di timur (disebut Tepi Barat, karena letaknya di tepi barat Sungai Jordan) itu sekitar lima kali lebih besar dari Gaza. Di wilayah Tepi Barat ini penduduknya sekitar 2,5 juta orang. Dengan demikian, kalau Gaza dan Tepi Barat dijumlah, penduduk Palestina 4 juta orang (wilayah Gaza berpenduduk 1,5 juta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel memang berjanji menyerahkan wilayah Palestina kepada orang Palestina secara bertahap. Mula-mula hanya Jericho, satu kota sebesar Kecamatan Tulangan (Sidoarjo, Jatim) di timur Jerusalem. Lalu sebagian lagi wilayah di utara Jerusalem. Lalu bagian lain Tepi Barat. Tiga tahun lalu barulah wilayah Gaza yang diserahkan. Masih banyak lagi yang mestinya diserahkan, tapi diragukan apakah Israel masih mau menyerahkan sisanya. Termasuk Dataran Tinggi Golan yang harus dikembalikan ke Syiria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak diserahkan ke Palestina tiga tahun lalu, status Gaza tidak jelas. Bukan provinsi, bukan juga negara bagian. Bahkan, antara Gaza dan Tepi Barat hampir tidak ada hubungan sama sekali. Baik hubungan transportasi maupun hubungan politik. Gaza seperti tidak ada hubungan apa-apa dengan pemerintah pusat di wilayah Tepi Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Gaza hampir 100 persen penduduknya pengikut Hamas. Yakni, aliran yang tidak mau menggunakan jalan diplomasi dalam merebut semua wilayah Palestina. Hamas tidak percaya Israel mau secara suka rela mengembalikan wilayah Palestina, termasuk Jerusalem. Hamas pernah minta agar seluruh wilayah Palestina dan Israel itu jadi satu negara saja: Negara Palestina. Bahwa sebagian besar penduduk negara "baru" itu beragama Yahudi, tidak apa-apa. Demokrasi yang akan mengatasi hubungan mayoritas-minoritas itu (Yahudi 7 juta, Palestina 4 juta). Israel menolak, karena khawatir lama-lama penduduk Arab (Palestina) akan mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Gaza penduduknya adalah pengikut Hamas, di Palestina wilayah timur (Tepi Barat) penduduknya mayoritas pengikut kelompok Fatah. Yakni, kelompok yang juga berjuang mengembalikan seluruh wilayah Palestina, tapi melalui jalan perundingan. Dua kelompok ini sering terlibat dalam perang bersenjata secara terbuka dan menelan banyak korban. Dengan demikian, meski Negara Palestina itu satu, pemerintahannya sebenarnya ada dua. Pemerintahan di Tepi Barat dipegang Fatah dan pemerintahan di Gaza dipegang Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel memang kelihatan tidak mau kehilangan kontrol. Wilayah timur (Tepi Barat) itu diserahkan ke Palestina tidak secara utuh. Wilayah Jericho, ibarat satu pulau kecil di tengah-tengah Israel. Wilayah utara juga seperti pulau besar di tengah-tengah Israel. Wilayah selatan juga berada di tengah-tengah wilayah Israel. Wilayah utara yang agak luas pun, bentuknya lucu karena banyak wilayah Israel yang menjorok ke wilayah Palestina di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Palestina yang sekarang sebenarnya bukan terbagi dua wilayah (Gaza dan Tepi Barat), tapi terbagi empat atau lima wilayah yang tersebar di tengah-tengah negara Yahudi. (dis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-4859234217729585948?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/4859234217729585948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=4859234217729585948&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4859234217729585948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4859234217729585948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/rabu-07-januari-2009-dahlan-iskan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-8165364771507490687</id><published>2009-01-02T23:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T23:20:09.836-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/44328small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 207px;" src="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/44328small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Kawinan Beruang Kutub Renang&lt;br /&gt;Jan dan Gerhard Pyper bergembira. Keduanya merayakan perkawinan bersamaan dengan momen Renang Beruang Kutub di Teluk Inggris, Vancouver, Kanada, pada tahun baru (1/1) lalu. Renang Beruang Kutub ini merupakan hura-hura banyak orang adu tahan merenangi laut yang nyaris beku. Tentu, keduanya tak berharap suasana renang duuiiiiingin ini tak terbawa ketika keduanya ''berenang'' di malam pertama.(roy&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis Global Mengubah Gaya Berbelanja Warga Inggris (3-Habis)&lt;br /&gt;Juru Masak Harus Pandai-Pandai Rekayasa Menu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis bukan hanya memukul industri retail, tapi juga bisnis wisata dan hospitality seperti restoran. Mereka tertantang untuk menemukan kiat mengatasi kelesuan akibat warga Inggris yang lebih senang memilih tinggal di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NURANI SUSILO, London&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIBURAN Natal dan tahun baru kali ini terasa beda bagi warga Inggris. Kalau dulu mereka dikenal sebagai pelancong yang banyak memenuhi tempat-tempat wisata terbaik di dunia, krisis membuat mereka memilih tinggal di rumah. Bahkan, baru saat terjadi credit crunch sekarang ini ada istilah yang populer di kalangan masyarakat; staycation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan staycation, warga memilih -kalau pun mau ber-vacation atau berlibur- tetap di Inggris dan tidak ke luar negeri. Bahkan, dalam bentuk yang ekstrem, tetap tinggal (stay) di kota atau di rumah. Karena itu, meski travel agents (agen-agen wisata) memberikan iming-iming dengan menurunkan harga paket wisata ke luar negeri, warga tetap bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di London, saat ini, Somerset House yang berada di pusat kota London menjadi tempat yang ramai dikunjungi warga kota. Anak-anak dan remaja mengisi liburan Natal dan tahun baru dengan bermain seluncur es di lapangan terbuka bangunan abad ke-18 yang pernah ditempati para raja-ratu Inggris. Kali ini, warga Inggris harus melupakan liburan ke tempat-tempat yang hangat saat negeri mereka didera musim dingin menggigil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilihat Jawa Pos, beberapa kantor agen wisata terlihat sepi. Poster-poster dengan huruf berukuran besar berbunyi "January Sale" untuk wisata luar negeri tetap tidak membantu. Wisata ke Australia selama 17 hari yang sudah dibanting menjadi "hanya" 1.199 poundsterling atau sekitar Rp 19,5 juta, misalnya, sepi peminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu termasuk hal yang tidak biasa. Sebab, selama ini warga Inggris menganggap liburan minimal sekali dalam setahun bukan sebuah kemewahan. Ini sebagai keniscayaan atas kerja keras mereka mencari nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda bisa hidup tanpa membeli mobil baru atau lemari es paling modern. Tapi, liburan bukanlah kemewahan. Bahkan, itu menjadi hal terakhir untuk dicoret saat krisis ekonomi," kata Malcolm Bell, direktur South West Tourism, sebuah kawasan wisata paling ramai di Inggris, kepada The Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malcolm Bell adalah salah seorang yang getol mengajak warga Inggris untuk tetap berwisata, terutama staycation alias menjadi wisatawan domestik di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memilih staycation, warga Inggris saat ini juga mengurangi makan di luar (restoran) dan lebih sering memasak sendiri di rumah. Bahkan, acara-acara keluar rumah, seperti nonton bareng di bioskop atau pergi ke bar, diganti dengan mengundang teman makan bersama di rumah. Hiburannya, main game bersama atau nonton DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei oleh Halifax, perusahaan asuransi rumah, menyimpulkan bahwa credit crunch membuat 60 persen warga Inggris memilih tidak keluar rumah pada saat malam Minggu. "Mereka menghitung biaya transpor, makan, minum, hiburan, dan pengeluaran lain saat bermalam Minggu di luar rumah cukup tinggi sehingga warga memilih untuk stay in. (Sebagai gantinya) mereka mengundang teman atau tetangga ke rumah," kata juru bicara Halifax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat krisis ini membuat orang-orang Inggris tidak lagi royal membelanjakan uangnya. Hasil survei Halifax, 84 persen responden mengaku sekarang sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang dibanding sebelum krisis, serta 73 persen memilih membeli barang saat ada potongan harga. Bahkan, 15 persen responden memilih janjian pergi berbelanja bareng untuk menghemat BBM kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat rakyat Inggris prihatin sehingga mengencangkan ikat pinggang seperti saat ini, para pejabat Inggris juga menjadi ekstra hati-hati. Mereka tak ingin dikesankan bermewah-mewah saat rakyatnya menderita. Karena itu, mereka pun memilih berlibur di dalam negeri alias staycation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Cameron, ketua Partai Konservatif di Inggris, misalnya, pada liburan lalu memilih berjalan-jalan tanpa sepatu di sepanjang Pantai Harlyn Bay, dekat Padstow, Cornwall, salah satu kawasan pantai terkenal di Inggris. Mengenakan celana pendek hitam dan T shirt berwarna biru, dia tampak menggandeng tangan istrinya, Samantha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan tokoh partai oposisi itu dinilai unggul dalam apa yang disebut di satu media Inggris sebagai the battle of the beaches atau pertarungan citra di pantai. Sebab, pada saat yang sama, lawannya, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown yang juga ketua Partai Buruh, dianggap kurang "merakyat". Sebab, dia terlihat mengenakan jas (meski tanpa dasi) saat berlibur di Southwlod, Suffolk, pantai timur Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya selebriti, di Inggris segala aktivitas para politisi terus dipantau warga. Bukan hanya kebijakan atau pandangan politiknya, tapi sampai pada masalah pribadi, istri, dan anaknya. Misalnya, di mana anaknya sekolah, tempat mereka berlibur, hingga merek baju yang dikenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan selebriti, opini publik kepada politisinya itu kemudian diukur dalam survei (poll) sebagai prediksi popularitas di depan pemilih saat pemilu dilakukan. Dan pada musim liburan panas beberapa waktu lalu, arena pertarungan dua politisi itu berpindah dari Westminster (gedung Parlemen Inggris) ke pantai tempat mereka berlibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan santai David Cameron saat berlibur di Cornwall memang mendongkrak popularitasnya menjadi 20 persen. Namun, keunggulan itu tidak berlangsung lama. Sebab, setelah itu, dia melakukan kesalahan fatal, menikmati luxury holiday dengan menyewa kapal seharga 21 ribu poundsterling per minggu di sebuah pantai di Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berhenti di Turki, David Cameron juga melanjutkan liburannya ke Georgia dengan menyewa jet pribadi. Meski pakai uang pribadi, politikus dari keluarga kaya itu dianggap hanya berpura-pura menampakkan kesederhanaan dalam liburan sebelumnya di Cornwall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota parlemen dari Partai Buruh, Denis MacShane, menganggap tindakan Cameron sebagai tidak pantas. "Ketika sebagian besar warga Inggris melakukan penghematan besar-besaran, dia malah dua kali berlibur," katanya kepada Daily Mirror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak begitu ketatnya warga Inggris menyimpan dompet itu membuat banyak industri terpukul. Gaya hidup baru yang menyebut staying in is new going out (tinggal di rumah adalah pilihan baru pergi ke luar) membuat para pengusaha restoran ketir-ketir. Sebab, kelangsungan industri restoran atau hospitality industry itu sangat penting bagi ekonomi Inggris. Sebab, industri jasa bernilai 75 miliar poundsterling dan mampu menyerap hampir 2 juta tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kiat dilakukan. Misalnya, pemilik restoran meminta para juru masak melakukan "menu-engineering" alias mengakali menu agar bisa menekan pengeluaran sehingga harga jual bisa turun atau setidaknya tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan rekayasa menu di restoran itu tidak gampang. Sebab, salah satu dampak krisis ekonomi tersebut adalah naiknya bahan-bahan makanan yang cukup signifikan. "Harga ikan naik 35 persen per kilogram. Demikian pula daging. Harga 1 kilogram beras sudah 5,5 pound, bahkan bawang merah naik 400 persen,'' kata Duncan Ackery, direktur utama Searcy, jaringan restoran yang besar di London. Restoran ini memiliki cabang di Galeri Tate, Barbican, Royal Opera House, Bath Pump Rooms, dan Gherkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, kini pelanggan Searcy yang pesan steak, misalnya, dapat potongan yang lebih kecil daripada sebelum krisis. Seperti yang diakui Dunkan Ackery, juru masak mengurangi porsi makanan di restorannya untuk menekan harga. Selain itu, juga mengganti menu dengan bahan-bahan alternatif yang lebih murah untuk tetap bisa bertahan. (el)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-8165364771507490687?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/8165364771507490687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=8165364771507490687&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8165364771507490687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8165364771507490687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/kawinan-beruang-kutub-renang-jan-dan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-7642893509296494996</id><published>2009-01-02T23:12:00.001-08:00</published><updated>2009-01-02T23:15:08.433-08:00</updated><title type='text'>Seri perjalanan religi</title><content type='html'>Tinggalkan Rock, Sekarang Hanya Dengar Musik Religi&lt;br /&gt;Di era 1970-1980-an, grup SAS banyak disebut orang sebagai number one rock group in Indonesia. Lengkingan gitar yang dimainkan oleh Soenatha Tanjung merupakan salah satu alasan mengapa SAS mendapat predikat bergengsi itu. Perjalanan spiritual membawa sang gitaris legendaris tersebut sekarang benar-benar "lepas" dari musik cadas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA penggemar rock Indonesia generasi 1970-an pasti mengenal Soenatha Tanjung, gitaris SAS. Maklum saja, Soenatha merupakan salah seorang dewa gitar Indonesia pada zamannya. Namanya dapat disejajarkan dengan para gitaris papan atas Indonesia saat itu. Antara lain, Ian Antono (God Bless). Menyebut sejarah musik rock Indonesia pun rasanya tak lengkap bila belum menyertakan nama Soenatha Tanjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, di masa tuanya, Soenatha justru mengaku tak terlalu mengikuti perkembangan musik tanah air. ''Boleh dibilang, saya tak pernah mendengarkan musik lain, selain musik religi saat ini. Termasuk, musik rock sekalipun,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, Soenatha menyatakan tak bisa dan tak tertarik bicara tentang perkembangan musik tanah air belakangan ini. Satu-satunya yang diikutinya adalah perkembangan gitar, alat musik yang begitu dikuasainya. "Zaman semakin maju, gitar menjadi lebih canggih dan penggunaannya makin bervariasi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, petikan gitarnya kini tak lagi meraung seperti saat menjadi gitaris grup cadas, namun lebih akustik dan religius. Karir Soenatha sendiri di bidang musik rock dimulai pada 1968. Ketika itu, Soenatha bergabung dengan AKA (Apotek Kali Asin), sebuah grup rock Surabaya yang dipandegani Ucok AKA Harahap. ''Saya masuk menggantikan Jerry Souisa yang mengundurkan diri,'' katanya. Sebelumnya, Soenatha memperkuat grup band Arista Birawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 September 1974, AKA bubar. Pasalnya, sang frontman AKA, Ucok Harahap, mendirikan duo Kribo -sebuah duet vokalis bersama Achmad Albar. Namun, bubarnya AKA tak membuat Soenatha berhenti berkiprah di musik cadas. Akhir 1975, bersama Arthur Kaunang dan Syech Abidin, Soenatha membentuk grup baru bernama SAS. Tentu saja, SAS merupakan singkatan nama ketiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan AKA, SAS lebih banyak berkiblat pada jenis musik rock progresif ala ELP (Emerson, Lake &amp; Palmer) dan Rush, trio rock asal Kanada. Pengaruh band-band rock Inggris, khususnya Led Zeppelin dan Deep Purple, masih cukup kuat. Perbedaan lainnya, SAS tidak lagi menampilkan aksi-aksi teatrikal yang sensasional yang menjadi salah satu cap dagang utama AKA. Meski begitu, dari segi musik, SAS justru lebih gahar. ''Kami (SAS) merasa lebih bebas mengeksplorasi musik rock,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAS juga termasuk di deretan grup rock lokal yang amat produktif. Sampai 1993, SAS menghasilkan lebih dari sepuluh album. Agak berbeda dengan grup-grup lain, dalam empat album terakhirnya, grafik kualitas permainan musik SAS justru tampak semakin meningkat dan matang. Album Metal Baja, misalnya, kendati tampak kalah ''pamor'' daripada Baby Rock atau Bad Shock, sebenarnya bisa disebut sebagai salah satu puncak karya SAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah peristiwa kesetrum itu, minat Soenatha pun mulai beralih ke hal-hal religius. Dia memang tidak secara langsung berhenti total dari jenis musik yang membesarkan namanya tersebut. Sebab, pada 1993, tiga tahun setelah Soenatha mendapat mukjizat kesembuhan, SAS masih mengeluarkan album Metal Baja. "Itu jadi album terakhir saya bersama SAS," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sepenuhnya mengabdikan diri pada dunia religi, Soenatha menyebut masih sempat beberapa kali bertemu dengan teman-teman satu grupnya dulu. Yang paling sering dengan Arthur Kaunang, pria yang kini juga banyak menghabiskan hidup untuk kehidupan agama. Dia menambahkan, yang dilakukannya dan Arthur saat ini bukan suatu kesepakatan bersama. "Ini semua adalah kerja Tuhan. Kalau bukan kehendak-Nya, sulit orang bersedia melayani Tuhan," tuturnya. (dio/ayi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-7642893509296494996?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/7642893509296494996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=7642893509296494996&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7642893509296494996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7642893509296494996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/seri-perjalanan-religi.html' title='Seri perjalanan religi'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1100306187144629125</id><published>2009-01-01T19:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:35:30.291-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.com/imgall/3/imgori/44208large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 300px;" src="http://www.jawapos.com/imgall/3/imgori/44208large.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jum'at, 02 Januari 2009 ]&lt;br /&gt;Raja tanpa Kuasa di Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia, hingga kini tercatat sedikitnya ada 150 kerajaan. Meski ada, sebagian besar rajanya tak lagi punya kekuasaan. Inilah beberapa di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari raja tersebut adalah Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. Berkunjung ke istananya di Griya Keraton, Jl Terpedo Palembang, dan bertemu dengan dia, jauh dari kesan formal. Raja berusia 42 tahun itu hidupnya terkesan bebas, tanpa aturan keraton yang kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tamu leluasa keluar masuk istananya. Di sana tak ada pengawalan khusus atau tentara keraton yang berjaga-jaga. Tamu yang datang bisa langsung duduk di ruang tamu griya yang luasnya mencapai 1.200 meter persegi itu. Masuk pintu utama, mata akan tertuju ke singgasana Sultan yang disampingnya terdapat foto Sultan dengan pakaian kebesaran khas Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari Sultan seperti rakyat biasa. Pakai kaus oblong dan rambut panjangnya dibiarkan tergerai sebahu. Plus jenggot tipis menghiasi wajahnya. "Ayo, silakan masuk. Wah, griya lagi berantakan. Ada beberapa bagian yang sedang direnovasi," kata Sultan yang lahir di Palembang, 23 Februari 1966, ketika ditemui Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) di istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam daftar penguasa di Kesultanan Palembang, Iskandar masuk dalam urutan ke-22. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan RH M. Harun dan Hj Nyayu Rogayah itu mengaku sebagai keturunan dari tiga sultan yang pernah berkuasa di Palembang. Tiga sultan itu adalah Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminim Sayyidul Imam, Sultan Muhammad Mansyur Jaya Ing Lago, dan Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari Sultan memilih sebagai pengusaha ketimbang profesi lain. Dia adalah direktur utama tiga perusahaan: PT Kelantan Sakti, PT Adi Pratama, dan PT Gerindro Utama Mandiri. Selain itu, dia menjadi komisaris di PT Mercury Pratama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya, Ratu Anita Soviah, membuka butik pakaian hasil rancangan sendiri. Pasangan Sultan-Ratu Anita dikaruniai empat anak. Mereka adalah M. Arga Bayu, 18; RA Siti Delima Ananda Putri, 14; RA Sahidah Damara Venesia, 11; dan RM Galih Rio Purboyo, 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan keluarga Sultan sangat harmonis. Dia juga tidak pernah terlibat dalam hiruk-pikuk politik. Ketika ada pemilihan gubernur beberapa waktu lalu, Sultan berhasil menjaga jarak dengan para kandidat. Dia memilih netral. Sultan juga mengaku sempat ditawari DPP Partai Golkar menjadi caleg untuk DPR. Tapi, dia menolaknya secara halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hanya ingin fokus memikirkan kemajuan rakyat Palembang. Melestarikan budaya wong kito dan memperkenalkannya hingga ke luar negeri," kata Sultan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memimpin perusahaan, dalam keseharian Sultan disibukkan dengan menjadi narasumber seminar, mulai pendidikan, membedah buku, hingga mengupas sejarah Kerajaan Palembang Darussalam. Dia juga rajin berkunjung ke daerah dalam upaya meningkatkan ekonomi para petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandar tak pernah mempersoalkan mana wilayah kerajaan yang dia pimpin. "Bagi saya Sultan tidak bisa bikin KTP. Kita hanya mitra pemerintah dalam memfilter pengaruh-pengaruh budaya asing. Tapi, harus diingat, keberadaan Sultan di Palembang sangat penting," katanya diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandar adalah ketua umum Himpunan Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan ketua Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia. Dia diangkat berdasarkan musyawarah mufakat oleh 11 zuriat sultan di Palembang beserta zuriat Melayu di Sumsel (Sumatera Selatan) pada 19 November 2006 di halaman dalem Plaza Benteng Kuto Besak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Iskandar juga direstui oleh ahli nasab Kesultanan Palembang Darussalam, RM Yusuf Prabu Tenaya, yang merupakan zuriat dari Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu bin Sultan Mahmud Badaruddin II. "Jadi, saya bukan diangkat berdasarkan wangsit," kata Iskandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski keturunan raja, kehidupan Iskandar di masa muda sempat terseok-seok. Dia pernah menjadi pengamen, berkeliling dari satu kafe ke kafe lain untuk membiayai kuliah. "Itu terjadi sekitar 15 tahun lalu," ungkap Sultan yang menamatkan kuliah di Fakultas Pertanian Jurusan Agronomi di Universitas Muhammadiyah Palembang pada 1989 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil mengamennya itu, Iskandar berhasil membiayai semua kehidupannya sendiri. "Ayah saya waktu itu usahanya kolaps. Jadi, saya harus mandiri mencari biaya sendiri," katanya. "Gara-gara mengamen, saya sempat menjadi juara festival band," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, hobi menyanyi Sultan berlanjut hingga sekarang. Hanya, dia tidak lagi menyalurkannya di kafe. "Kalau lagi ada acara, saya sering didaulat nyanyi," katanya lantas tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sultan, darah seni yang mengalir dalam dirinya menyebabkan dia terobsesi untuk terus melestarikan budaya dan adat istiadat Kesultanan Palembang. Salah satunya masalah bahasa. "Sebagai salah satu keturunan penguasa di Palembang, saya melihat 70 persen adat istiadat di Palembang mulai pudar. Ini yang harus terus dibangkitkan lagi," tandasnya.(kemas/jpnn/kum)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1100306187144629125?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1100306187144629125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1100306187144629125&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1100306187144629125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1100306187144629125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/jumat-02-januari-2009-raja-tanpa-kuasa.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-4984822499784338234</id><published>2009-01-01T19:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:27:48.535-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/44175small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 207px;" src="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/44175small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Balapan Mobil Kotak Sabun&lt;br /&gt;MAD Club punya cara sendiri untuk merayakan datangnya tahun baru. Seperti namanya, kegiatan mereka agak "gila". Yakni, balapan menuruni jalan sejauh 1,25 mil di pedesaan Inggris dengan mobil "kotak sabun" . Sekitar 30 mobil hasil rancangan sendiri ikut dalam even tahunan yang kali ini sudah memasuki tahun kelima itu. Dari kegiatan ini, tahun lalu MAD Club bisa menyumbang Rumah Sakit Anak di Birmingham sebesar 78 ribu poundsterling atau hampir Rp 1,3 miliar. Ternyata pikiran MAD Club sangat waras. (el)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-4984822499784338234?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/4984822499784338234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=4984822499784338234&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4984822499784338234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4984822499784338234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/balapan-mobil-kotak-sabun-mad-club.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-8227329465778805667</id><published>2009-01-01T17:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T17:32:07.949-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Jum'at, 02 Januari 2009 ]&lt;br /&gt;Krisis Global Mengubah Gaya Berbelanja Warga Inggris (2)&lt;br /&gt;Kacaukan Pasar dengan Jual Seperseratus Harga Pesaing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak brand terkenal yang selama ini mengambil margin keuntungan terlalu tinggi kelabakan setelah adanya krisis. Produk mereka disaingi pendatang baru yang menerapkan konsep produk masal, ngetren, dan ambil margin rendah sehingga bisa jual dengan harga super murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NURANI SUSILO, London&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERLOKASI di ujung Oxford Street, tidak jauh dari gedung Kedutaan Besar RI di London, toko pakaian itu tidak pernah sepi dari pegunjung. Setiap saat, pada jam operasi, konsumen berjubel di gedung tiga lantai yang luas itu. Mereka sibuk mencoba koleksi pakaian, kaus, sepatu, tas, serta beragam aksesori yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kasir, antrean selalu panjang dengan masing-masing pembeli menenteng paling tidak satu keranjang barang belanjaan. Selamat datang di Primark, toko high street yang fenomenal di Inggris. Di sana, baju dijual dengan harga yang sama, bahkan di bawah biaya sekali makan siang di London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh para pemerhati fashion namanya sering dipelesetkan menjadi Prada-Mark. Bahkan, selebriti terkenal seperti Coleen McLoughlin, istri bintang sepakbola Wayne Rooney, tanpa risih menenteng tas belanjaan Primark bersama tas bermerek Cloe atau Balenciaga. Ketenaran produk itu juga terlihat dari produk keluarannya yang ditampilkan majalah elite Vogue dan Instyle. Satu model baju bisa terjual hingga puluhan bahkan ratusan ribu potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris yang kini terkena dampak krisis global (credit crunch), merek paling "in" saat ini bukan lagi Prada, Louis Vuitton, Gucci, Versace, atau merek desainer terkenal lain, tapi Primark. Sampai-sampai judul film terkenal tentang dunia fashion, yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, The Devil Wears Prada pun diubah dengan nada guyon menjadi The Devils (now) Wears Primark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Primark membuka cabang terbesarnya di Oxford Street, jantung perbelanjaan di London tahun lalu, peristiwa itu dijuluki sebagai cultural event dengan ribuan pembeli antre sepanjang jalan. Mereka masuk berdesakan, saling injak dan dorong, sehingga hampir terjadi kerusuhan. Di tengah ekonomi yang mendung saat ini, saat produk desainer terkenal dan high street (istilah di Inggris untuk industri retail) lain turun penjualannya, Primark justru makin bersinar terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri kali pertama di Dublin, Irlandia, pada 1969, penjualan Primark kali ini naik 25 persen atau senilai GBP 899 juta (899 juta poundsterling). Dengan prestasi tersebut, Primark menjadi toko pakaian terbesar kedua di Inggris. Penjualannya mencapai 10 persen dari total industri pakaian di sana atau selisih sedikit di bawah Marks &amp; Spencer (12 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci sukses Primark sangat sederhana. Yakni, harga yang sangat murah, tapi dengan model yang tidak kalah dengan produk desainer terkenal. Pada saat krisis (credit crunch) seperti sekarang, Primark "tick all the boxes", begitu komentar umum di Inggris: bagus, gaya, modelnya selalu baru, dan murah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh tas merek Cloe yang dipakai Coleen McLoughlin harganya GBP 700 (sekitar Rp 11,3 juta). Namun, tas serupa versi Primark kurang dari seperseratus harga itu alias hanya GBP 5 (sekitar Rp 81 ribu). Jaket kulit Primark dijual GBP 12 sangat mirip dengan jaket kulit merek Gucci seharga GBP 3.000. Begitu pula sepatu. Harga sepasang merek Christian Louboutin adalah GBP 385, model sepatu serupa dijual hanya GBP 15 di Primark .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran murahnya harga-harga di Primark, pengeluaran untuk sekali makan siang di pusat kota London yang terdiri atas sandwich atau salad, crisps (keripik kentang), pisang atau apel, serta sebotol air mineral atau minuman ringan rata-rata GBP 10 atau sekitar Rp 162 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Primark hanya digemari pelajar dan mahasiswa, kalangan yang memperhatikan penampilan, tetapi dengan bujet yang tipis. Di sana mereka bisa mendapatkan jins model terbaru dengan harga GBP 12, sementara paling murah di toko lain adalah GBP 40. Namun, sekarang pekerja kantoran serta fashionista yang berkantong tebal pun berburu di Primark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mendapati editor fashion di Milan (Italia) pun membicarakan produk keluaran Primark," kata Paula Reed, editor majalah Grazia kepada BBC Money Program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Primark beberapa kali menghasilkan produk "ikon" yang diburu warga biasa hingga selebriti. Tren ini diawali ketika Primark menjual jaket ala militer mirip yang sering dipakai Michael Jackson saat penyanyi itu tengah berjaya. Jaket itu kembali populer setelah Kate Moss, model paling terkenal Inggris, sering memakainya. Jaket serupa buatan Primark yang tersedia dalam 12 warna dengan harga GBP 18 (sekitar Rp 292 ribu) laris manis, terjual lebih dari 250 ribu buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jaket, pada musim panas lalu Primark kembali menjadi incaran. Hal ini terjadi ketika jaringan yang kini punya 123 cabang itu mengeluarkan polka-dot dress. Dijual dengan harga GBP 12 per potong, baju terusan kota-kotak berbagai warna dengan kancing di depan itu terjual hampir 100 ribu buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini sequin dress warna emas seharga GBP 18 sold out di seluruh toko dalam waktu singkat setelah majalah-majalah mode memujinya. Begitu dicarinya baju itu, melalui situs lelang internet Ebay beberapa pemilik menjualnya kembali dengan harga berlipat hingga GBP 85.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Primark bisa menjual baju dengan harga murah karena produknya dibuat di Tiongkok, India, atau Eropa Timur. Selain menekan biaya produksi, Primark mengambil margin keuntungan yang kecil untuk setiap produknya. Selain harga, Primark memastikan produknya mengikuti tren, ditampilkan dalam peragaan busana para desainer terkenal, atau dipakai para selebriti. Strategi kunci lainnya adalah kecepatan. Dari konsep hingga sampai di toko, Primark hanya perlu waktu maksimal enam minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Modelnya baru, warnanya bagus-bagus dan lucu-lucu. Model dan warna yang belum ada di Jakarta," kata Isnaeni Priyantini, wanita asal Bekasi, Jawa Barat, saat ditemui Jawa Pos di London. "Bahkan, dibanding di Jakarta, harganya masih jauh lebih murah," tambah ibu lima anak yang memborong tas dan sepatu Primark untuk oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isnaeni tidak sendiri. Kini, para turis mancanegara yang datang ke Inggris yang biasanya mengeluhkan mahalnya barang dan biaya hidup seperti menemukan oasis. Memang Harrods, pertokoan paling mewah di Inggris milik Mohamad Al Fayed, masih ramai. Namun, biasanya di sana mereka hanya cuci mata (window shopping) dan berfoto di monumen Puteri Diana-Dodi Al Fayed yang berada di lantai dasar. Tapi, giliran mau transaksi belanja, mereka berpindah tempat ke gerai Primark. (el)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-8227329465778805667?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/8227329465778805667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=8227329465778805667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8227329465778805667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8227329465778805667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2009/01/jumat-02-januari-2009-krisis-global.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1126809019402672522</id><published>2008-12-31T18:42:00.003-08:00</published><updated>2008-12-31T18:44:02.663-08:00</updated><title type='text'>He...He...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.co.id/imgall/15/imgthumb/43994small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 207px;" src="http://www.jawapos.co.id/imgall/15/imgthumb/43994small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Sumo di Tahun Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hakuho, juara agung sumo, sedang pemanasan. Gayanya seperti sedang serius menghadapi lawan berat. Padahal, kali ini raksasa dari Mongolia itu hanya bertugas menumbuk nasi di sasana Miyagino di Tokyo, Selasa (30/12). Dia harus menghaluskan nasi dengan ''palu'' bambu. Inilah prosesi membuat mochi, kue tahun baru khas Jepang. Melihat semangat tingginya menghadapi nasi, pantas kalau Hakuho begitu gembrot!(roy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1126809019402672522?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1126809019402672522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1126809019402672522&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1126809019402672522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1126809019402672522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/hehe.html' title='He...He...'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-8283604192299512841</id><published>2008-12-31T18:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-31T18:42:30.676-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>[ Kamis, 01 Januari 2009 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Kisah Man of The Year yang Sebenarnya (2-Habis)&lt;br /&gt;Tsunami Akhir Tahun dari Gedung Lipstik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru ini babak baru pula bagi Bernard Lawrence "Bernie" Madoff. Konglomerat yang dituduh sebagai "penipu perorangan terbesar dalam sejarah manusia" itu segera diadili. Di sinilah akan terbuka lebih lebar apa yang sebenarnya terjadi dengan model bisnis Ponzi-nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga seberapa besar kelas penipuan yang dituduhkan kepadanya, yang sampai USD 50 miliar atau sekitar Rp 600 triliun itu. Termasuk kita akan tahu berapa skala Richter gempa bumi yang dia buat itu. Bagaimana tokoh-tokoh terkemuka Yahudi sekelas Carl J. Shapiro, konglomerat Hollywood Jeffrey Katzenberg, sutradara terbaik dunia Steven Spielberg, gubernur New York (saat itu) Eliot Spitzer, dan ribuan tokoh lain bisa teperdaya. Juga bagaimana sebenarnya kerja akuntan yang memeriksa perusahaan Bernie itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang juga segera tahu, mengapa broker kelas dunia seperti Thierry de la Villehuchet sampai bunuh diri. Seberapa besar sebenarnya dana yang lenyap di tangan Bernie sehingga dia tidak bisa menanggung beban batinnya. Maklum, dana itu milik orang-orang superkaya di Prancis yang dipercayakan kepadanya. Salah satunya dana milik Liliane Bettencourt, seorang wanita berumur 86 tahun yang juga dikenal sebagai orang terkaya nomor 17 di dunia. Liliane juga dikenal sebagai anak pendiri dan pemilik industri kosmetik L'Oreal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bagaimana sebenarnya peran akuntan. Akuntan memang akan menjadi tokoh sentral di persidangan minggu depan. Menurut laporan polisi, perusahaan Bernie selalu diaudit oleh Friehling@Horowitz. Di bawah laporan keuangan itu, sebagaimana waktu tutup buku 31 Oktober 2006, ada nama dan tanda tangan David Friehler. Tapi, tidak bisa terungkap lebih jauh karena Friehler tutup mulut rapat-rapat kepada pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemutlakan sistem kapitalisme kembali dapat pelajaran. Lima tahun lalu, Amerika Serikat baru saja belajar bagaimana mengawasi akuntan. Yakni setelah terbongkar mega-skandal secara beruntun: Enron dan Worldcom. Sejak 2003 itu salah satu praktik prinsip kapitalisme "bisnis mengawasi dirinya sendiri", harus dikoreksi. Sejak saat itu kantor akuntan harus menjalani pemeriksaan otoritas moneter. Yakni, melihat apakah kantor akuntan itu masih menjalankan praktik akuntansi yang baik atau tidak. Sebelumnya, pemeriksaan itu juga ada, tapi oleh diri sendiri. Lalu terbongkar mega-skandal keuangan Enron dan Worldcom: akuntan ternyata justru jadi bagian dari skandal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa masih juga bobol dalam kasus Bernie?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya lain lagi. Peraturan di atas hanya untuk akuntan publik. Padahal, di AS, sebagaimana juga di banyak negara, termasuk Indonesia, banyak juga akuntan nonpublik. Untuk jenis ini, pemeriksaan (peer review) masih tetap dilakukan hanya oleh organisasi profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa kata organisasi akuntan nonpublik itu terhadap Friehling? Ternyata sangat mengejutkan. Sudah 15 tahun lamanya Friehling@Horowitz tidak mengikuti peer review. Dan, yang berlaku seperti Friehling ini ternyata banyak. Dari 350.000 anggotanya, hanya 33.000 yang masih mengikuti peer review. Jadi? Ya yalah. Terjadilah semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara bagian New York, salah satu dari enam negara bagian yang memang tidak memiliki aturan untuk akuntan nonpublik itu, ikut kelabakan. Pemerintah New York buru-buru merencanakan untuk segera membuat peraturan di bidang itu. Maka, di masa depan, kasus Enron, Worldcom, dan Bernie tidak akan terulang -hopefully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perusahaan yang sangat efisien (baca: kikir), tentu Bernie tidak perlu merekrut akuntan terkenal. Nama Friehling@Horowitz bukan nama besar. Kantornya pun di sebuah ruang 5 x 6 meter di pinggiran New York. Menurut para tetangganya, sebagaimana dilaporkan media setempat, dia bekerja sendirian. Setiap datang ke kantor selalu naik mobil Lexus RX. Namun, rata-rata hanya 10 sampai 15 menit dia berada di kantor. Lalu pergi lagi. Yang membuat namanya agak dikenal justru karena dia aktif sebagai pengurus persatuan masyarakat Yahudi di Kabupaten Rockland, tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak kantornya dengan kantor Bernie sekitar 50 kilometer. Sebab, kantor Bernie berada di Manhattan, pusat kota New York. Tapi, kantor ini juga sangat efisien, terutama kalau dilihat dari skala usahanya yang mencapai Rp 600 triliun. Karyawan dan staf yang bekerja di kantor itu hanya 24 orang. Padahal, perusahaan ini menempati satu lantai, di lantai 17 dari sebuah gedung yang megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung itu sendiri kini amat terkenal. Semua media menampilkannya. Jadilah gedung ini sama terkenalnya dengan Bernie. Maka kalau Anda di New York dan bertanya di mana kantor Bernie, semua orang tahu: di Gedung Lipstik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Lipstik ini letaknya di Third Avenue, persis di seberang gedung pusat Citigroup. Bangunannya relatif baru untuk kota lama seperti New York (dibangun pada 1986) dan karena itu masih kelihatan kinclong. Lobinya setingi sembilan meter, sehingga meski hanya 34 lantai, tinggi keseluruhan gedung sampai 134 meter. Eksteriornya berupa kaca dan alukubon yang kalau terkena cahaya menjadi sangat cemerlang. Di siang hari, bayangan gedung-gedung tinggi di sekitarnya terpantul di dindingnya. Bentuk gedung ini memang menyerupai tabung lipstik dan penanda antarlantainya dipilihkan warna merah -merahnya lipstik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu Bernie hanya menyewa di gedung ini. Pemiliknya sendiri baru saja berpindah tangan. Tahun lalu, dua perusahaan dari Israel, Tao Tsuot dan Financial Levers, secara bersama-sama membeli Gedung Lipstik seharga USD 650 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun: 8 persen dibayar tunai, sisanya dari pinjaman jangka pendek dan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini lantai 17 gedung itu lebih sepi lagi. Kecuali di luarnya, tempat banyak wartawan sering bergerombol di situ. Tapi, tanda-tanda bahwa perusahaan di lantai 17 itu sudah kekurangan darah terlihat sejak 2005. Yakni, sejak pasar uang mulai ketat. Sejak itu sebenarnya Bernie sudah harus diinfus lebih sering. Lalu kian berat di tahun-tahun berikutnya. Bangkrutnya Lehman Brothers dan Bear Stern September lalu membuat Bernie seperti orang yang berdiri di bibir jurang. Dalam posisi gawat seperti itu seseorang datang dan membentaknya dari belakang: Bernie pun jatuh ke jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu sebenarnya tidak membentak. Dia hanya berteriak karena panik. Uang orang itu habis baru saja ditelan krisis. Dia panik. Dia ingin cepat-cepat mencairkan uangnya yang masih tersisa. Yakni, yang ada di Bernie. Jumlahnya USD 7 miliar atau sekitar Rp 90 triliun. Dari sinilah ketahuan: uang itu sudah tidak ada juga. Maka skandal ini terbongkar. Dunia kaget. Tsunami akibat krisis belum hilang, sudah terjadi gempa susulan. Bernie angkat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsunami seperti harus terjadi di akhir tahun. Tsunami terbesar di Italia pada 1908 terjadi 28 Desember persis 100 tahun lalu. Tsunami Aceh terjadi di sekitar tanggal itu. Dan tsunami New York juga tak jauh-jauh amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsunami Bernie ini juga menimpa orang-orang miskin. Di puncak musim dingin seperti ini, orang-orang superkaya Yahudi biasa berkumpul di lapangan golf Palm Beach Miami. Yakni, lapangan golf berikut pervilaan eksklusif untuk orang-orang terbatas. Mereka berlibur di situ, main golf di situ, dan mengumpulkan dana sosial di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, yayasan-yayasan masyarakat Yahudi biasa mengartikan akhir tahun juga sebagai datangnya panen raya. Kali ini rezeki nomplok itu tidak ada lagi. Bahkan, banyak yayasan sosial yang harus mengumumkan menghentikan pengabdian mereka. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-8283604192299512841?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/8283604192299512841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=8283604192299512841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8283604192299512841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8283604192299512841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/kamis-01-januari-2009-dahlan-iskan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-688909904961026046</id><published>2008-12-30T17:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T17:17:48.444-08:00</updated><title type='text'>KEBO Gudel Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/43861small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 124px;" src="http://www.jawapos.com/imgall/15/imgthumb/43861small.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Welcome Tahun Kerbau&lt;br /&gt;Singa laut bernama Jackie ikut merayakan tahun baru. Dia membuat atraksi di akuarium Surga Laut Hakkejima di Yokohama, Jepang, kemarin (30/12). Dengan mulut menggigit kuas, dia menuliskan chou atau tahun kerbau dalam bahasa Tiongkok. Selamat datang Tahun Kerbau! Tapi, di tahun politik 2009 ini jangan sampai memilih ''kerbau'' dalam karung...(roy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pecut&lt;br /&gt;Money politics ancaman terbesar pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada yang lebih besar, habis terima duit terus golput!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur: Bangsa ini tak menghargai perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ermasuk perbedaan kubu parpol...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas calon pemimpin muda masih dibawah tokoh tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ternyata, kaum jadul masih laku juga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-688909904961026046?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/688909904961026046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=688909904961026046&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/688909904961026046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/688909904961026046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/kebo-gudel-tahun-baru.html' title='KEBO Gudel Tahun Baru'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-6526025694197230380</id><published>2008-12-30T17:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T17:06:02.353-08:00</updated><title type='text'>Gudang pustaka bisnis</title><content type='html'>Dahlan Iskan : Kisah Man of The Year yang Sebenarnya (1)&lt;br /&gt;Pribadi Lengkap ala Hoping Ciak Kuping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa "Man of The Year" pilihan s&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;aya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti ini: Bernard Lawrence Madoff. Panggilan akrabnya Bernie. Pernah disindir dengan nama "Madman" (orang gila), gara-gara ada kata "mad" di nama belakangnya. Padahal, Madoff itu sebenarnya harus dibaca "Maydoff".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja karena dia telah mendapat gelar sebagai "penipu perorangan terbesar dalam sejarah kehidupan manusia" dengan nilai Rp 600 triliun. Tapi, juga karena pribadinya yang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang dalam 70 tahun sejak kelahirannya di New York memberi contoh sempurna dalam kehidupan nyata di dunia. Pernah sangat miskin (jadi penjaga pantai), pernah sangat kaya (rumah-rumahnya bernilai sekitar Rp 600 miliar). Pernah sangat baik, pernah sangat jahat. Pernah sangat dermawan, pernah sangat kikir. Pernah memberikan keuntungan besar (ada kliennya yang sambil tidur saja dapat untung Rp 20 miliar per tahun), pernah membuat kerugian besar (seorang klien kehilangan uang Rp 5 triliun). Pernah hidup dengan kebebasan (begitu banyak rumahnya, termasuk yang menghadap lautan bebas), pernah dalam tahanan (sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah membuat orang yang mestinya mati itu bisa mempertahankan hidup (dia banyak membantu rumah sakit) , pernah pula membuat orang bunuh diri (seorang kliennya bunuh diri minggu lalu karena tidak tahan kehilangan uang besar). Dia pernah bohong (bagaimana sebenarnya dia menjalankan bisnis ini), tapi dia juga pernah sangat jujur (sebelum ditahan dia membisikkan kata-kata jujur kepada stafnya mengenai bisnis jenis apa yang sebenarnya yang dilakukan itu, lewat kata-katanya "Ini model Ponzi dengan skala besar". Berkat kejujurannya ini, tanpa penjelasan yang berbelit, orang langsung tahu: oh, bisnis dana piramid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama memang pantas jadi Man of the Year (dinobatkan majalah Time sebagai Person of the Year 2008). Tapi, terlalu sempurna kecemerlangannya. Bush juga pantas jadi Man of the Year. Tapi, terlalu jelek kelakuan kepemimpinannya. Shang Ren, tokoh puncak Buddha Suczi dari Taiwan itu juga pantas. Tapi, kedermawanannya untuk orang miskin "berlebihan". Cassano dari AIG itu, yang menjadi orang nomor satu dalam daftar penyebab krisis global ini, juga pantas. Tapi terlalu rakus dalam merampok orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Bernie bisa memerankan semua perilaku Obama, Bush, Shang Ren, dan Cassano. Hebatnya lagi, teman terbaiknya adalah sekaligus korban terbesarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carl J. Shapirro, sama sekali tidak menyangka kalau Bernie bisa melakukan -untuk meminjam istilah teman-teman Tionghoa asal Fujian- "hoping ciak kuping". Istilah ini terkenal ketika petinju Mike Tyson menggigit sampai putus telinga (kuping) lawan tandingnya, Hollyfield. Ketika mulut Tyson mendekat ke telinga Hollyfield, dikira akan membisikkan kata-kata perdamaian. Tak tahunya kuping temannya itu diciak sampai darah berceceran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu akrabnya persahabatan itu sampai-sampai Shapiro sudah dianggap keluarga sendiri. Ketika Shapiro merayakan ulang tahun ke-95 awal tahun ini, Bernie duduk di meja utama keluarga. Ini sama artinya bahwa Bernie sudah dianggap keluarga -satu hubungan yang sangat istimewa. Sebagai sesama tokoh Yahudi kaya-raya, keduanya juga sering jalan-jalan bersama dan bepergian bersama. Bahkan, keduanya juga sudah biasa pergi sama-sama membawa cucu, sehingga hubungan keluarga ini sudah menyatu dalam tiga generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pagi 11 Desember lalu, Shapiro seperti mati duduk. Saat itu, menantunya, Robert Jaffe, meneleponnya. "Buka TV! Lihat berita!" ujar Jaffe yang juga konglomerat kaya raya. Berita itu, seperti diakuinya kepada harian lokal Palm Beach Post, "Seperti pisau tajam yang langsung menghunjam ke jantung". Itulah berita menangkapan Bernie dengan tuduhan melakukan penipuan USD 50 miliar. Tidak seharusnya jantung orang berumur 95 tahun menerima telepon seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekagetannya menjadi sempurna karena dia langsung sadar bahwa di antara USD 50 miliar yang lenyap itu adalah uangnya. Nilainya USD 400 juta atau sekitar Rp 5 triliun. Jadilah Shapiro menjadi korban perorangan terbesar dalam bisnis Bernie. Sedangkan korban terbesar untuk kelas perusahaan adalah Walter Noel dengan nilai USD 7,5 miliar atau sekitar Rp 90 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhopengan Shapiro dan Bernie memang sudah lama. Keduanya sudah berteman sejak 45 tahun lalu. Ketika beranjak tua dan sudah waktunya pensiun, Shapiro menjual perusahaan tekstilnya. Yakni, jaringan merek terkemuka Kay Windsor. Hasil penjualan itu dititipkan ke Bernie dengan bunga 13 persen per tahun. Dengan cara ini, tanpa kerja apa pun Shapiro akan mendapat bunga Rp 20 miliar setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang menantu yang meneleponnya tadi, Robert Jaffe, juga kena. Yayasan sosial Yahudi di Florida yang dia pimpin menempatkan dana yang tidak kecil: USD 90 juta atau sekitar Rp 1 triliun. Dana ini juga ikut lenyap dan Jaffe langsung mengundurkan diri sebagai ketua yayasan. "Saya benar-benar tidak tahu sisi gelap Bernie," komentarnya di koran lokal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat itu, meski umumnya tinggal di New York atau Boston atau kota besar lain, sama-sama bertengga di vila mereka di dekat Miami, Florida. Saat musim dingin seperti Desember-Januari ini, memang banyak orang kaya berlibur ke wilayah selatan yang hangat. Kebiasaan ini juga ditangkap sebagai peluang bisnis yang besar. Maka dibangunlah di suatu tempat di Miami yang terpilih sebuah lapangan golf 18 hole. Lalu ada perumahan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi itu menghadap ke pantai lautan lepas Atlantik, tapi tidak terlalu terbuka karena berada di balik gunung. Perumahan umumnya dalam posisi terbaik menurut ilmu hongsui: bersandar ke gunung, menghadap ke laut. Tapi, para penghuni perumahan eksklusif itu kini hanya bisa bersandar ke nasib. Termasuk nasib harus meninggalkan rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang penghuninya sudah menghubungi perusahaan penjual rumah untuk pindah sewa apartemen saja. Begitu uangnya hilang, penghuni itu harus mencari sumber untuk hidup. Bahkan, harian setempat menulis cerita yang hampir tidak bisa dipercaya: banyak penghuni yang menjual meubel, pakaian, dan benda antik yang tentu semuanya mahal. Juga bukan cerita sedih karena yang dijual itu bisa jadi bajunya yang ke 100 atau tasnya yang ke-50. Sebab banyak barang itu, sebagaimana dikisahkan harian tadi, masih ada labelnya. Ini pertanda belum pernah dipakai. Atau kalau toh sudah tidak berlabel, barangkali baru dipakai sekali. Dan harga salah satu baju yang ditawarkan adalah USD 5.000 atau sekitar Rp 60 juta. Maklum, sebagian penghuni kompleks itu menempatkan semua dananya di Bernie. Begitu semua rekening diblokir, toh harus tetap punya uang cash untuk bayar listrik, air, dan fee lapangan golf. Fee-nya saja USD 300.000 atau sekitar Rp 4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang boleh tinggal di kompleks ini memang orang-orang terpilih. Kaya saja tidak cukup. Harus kaya, dermawan, dan punya reputasi baik. Istilahnya harus in good standing. Kriteria "reputasi baik" itu adalah mau menunjukkan bukti kekayaan yang sebenarnya. Bahkan, harus menyertakan daftar riwayat hidup khusus: yakni riwayat kedermawanan. Harus dilihat dulu, sudah berapa tahun calon penghuni itu jadi dermawan, ke mana kedemawanannya itu disalurkan dan berapa besarnya. Masih ada lagi syarat lain: kesanggupan tetap jadi dermawan, minimal, dalam setahun, lebih besar dari fee untuk keanggotaan di lapangan golf itu. Dan yayasan sosial yang akan dibiayai kedermawanan ini praktis yayasan sosial milik komunitas Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan syarat seperti itu bisa dibayangkan siapa yang bisa bermain golf di situ dan sekaligus membeli rumah di sekitarnya. Apalagi jumlah rumahnya memang sangat terbatas. Hanya sekitar 100 rumah. Dengan kriteria seperti itu, pasti peminatnya adalah orang yang super kaya, dermawan dan kemungkinan besar Yahudi seperti Shapiro, Jaffe, dan Bernie. Rumah Jaffe yang seharga sekitar Rp 200 miliar, hanya kurang dari 500 meter dari rumah Bernie yang seharga Rp 120 miliar. (Sebenarnya itu juga tidak terlalu wah. Sebab, di Jakarta, saya perkirakan tidak kurang dari 200 rumah yang harganya di atas Rp 100 miliar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah beberapa kali ke Miami, saya tidak bisa ke situ. Bukan saja tidak memenuhi syarat, tapi juga tidak bisa bermain golf. Apalagi setelah ganti hati ini saya dilarang berada di bawah terik matahari yang lama. Sedangkan bagi orang-orang superkaya itu, lapangan golf bisa menambah kekayaan mereka. Mereka biasa bermain bersama, saling menawarkan peluang yang besar, saling bernegosiasi dan ketika permainan sudah sampai tee ke-6, biasanya sudah sampai tahap jabat tangan: deal! Tee-tee selanjutnya, sampai permainan 18 hole itu selesai, tinggal hiburannya. Yang tidak tahu, apakah Bernie juga selalu men-ciak hoping-nya di tee nomor 6 itu. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-6526025694197230380?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/6526025694197230380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=6526025694197230380&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6526025694197230380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6526025694197230380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/gudang-pustaka-bisnis.html' title='Gudang pustaka bisnis'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-7520373127149023070</id><published>2008-12-25T18:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T18:50:27.704-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/SVREtWQYGdI/AAAAAAAAAB4/KFLNuq8sLVw/s1600-h/42951small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/SVREtWQYGdI/AAAAAAAAAB4/KFLNuq8sLVw/s200/42951small.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283923808671504850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Pelampiasan Krisis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Krisis membuat kian prospektif bisnis ini. Perusahaan Venting Place menyediakan layanan pelampiasan stres di Akihabara, kawasan bisnis elektronik nan sibuk di Tokyo. Di dalam gerai berupa sebuah truk, seorang konsumen stres membanting mangkuk ke dinding pada Sabtu (20/12) lalu. Persis jurus klasik ''piring terbang'' dalam pertengkaran rumah tangga. Setelah lega mendengar prang...prang... prang, kasir akan menghitung berapa banyak barang yang dihancurkan. Apa tidak stres lagi melihat kuitansi tagihan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-7520373127149023070?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/7520373127149023070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=7520373127149023070&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7520373127149023070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7520373127149023070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/blog-post.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/SVREtWQYGdI/AAAAAAAAAB4/KFLNuq8sLVw/s72-c/42951small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1750036897718241429</id><published>2008-12-25T18:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T18:32:18.672-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>[ Jum'at, 26 Desember 2008 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Empat Contoh Pilihan setelah Krisis&lt;br /&gt;Inilah empat contoh pertumbuhan ekonomi yang saya ambil dari orang-orang dekat saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia insinyur lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), yang begitu lulus melamar menjadi wartawan Jawa Pos. Prestasinya baik, sedikit di atas rata-rata. Karir terakhirnya sebagai jurnalis adalah redaktur ekonomi. Dia mampu membeli rumah, mobil, menyekolahkan anak di universitas swasta terbaik, dan akhirnya punya menantu orang Jerman. Rumahnya, meski tidak besar, empat unit. Tersebar di berbagai lokasi di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sehari-harinya sangat tertib. Mobil pertamanya, bekas, kelas 1000 cc dirawat dengan sangat baik: bersih, mulus, dan kalau parkir tidak pernah mencong sedikit pun. Baju yang dikenakannya tidak mahal, tapi selalu rapi. Wajahnya penuh senyuman. Tidak pernah terlihat merokok atau ikut hura-hura. Tidak punya bon di kantor dan tidak juga senang utang ke teman-teman kerjanya. Hampir tidak pernah sakit sehingga asuransi kesehatannya sering kembali menjadi tabungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun dia punya beberapa rumah, bukan karena gajinya sangat besar. Tapi, dia sangat menghitung sistem keuangan rumah tangganya. Ketika kali pertama beli rumah (cicilan), dia pilih lokasi yang masa depan lokasi itu harganya terus naik. Dia memang wartawan ekonomi yang kritis terhadap perhitungan keuangan. Ketika rumah di lokasi itu sudah sangat mahal, dia jual rumah itu. Sebagian untuk melunasi cicilan, sisanya dia jadikan uang muka untuk dua rumah: gajinya yang baru sudah cukup untuk mencicil dua rumah yang harganya masih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua rumah itu juga dia pilih yang lokasinya baik sehingga harga masa depannya terus naik. Beberapa tahun kemudian harga rumah itu sudah sangat tinggi. Lalu, dia jual lagi. Hasilnya untuk melunasi cicilan dan jadi uang muka untuk empat rumah. Kini semuanya sudah lunas. Dia termasuk orang yang berpikiran jauh ketika membeli rumah. Selain untuk tempat tinggal, itu juga untuk investasi. Bukan seperti saya, ketika pertama beli rumah dulu: beli rumah dengan pikiran sangat tradisional, hanya untuk tempat tinggal. Waktu itu saya tidak pilih-pilih lokasi. Yang penting terjangkau. Sampai sekarang, setelah 30 tahun pun, harganya tidak seberapa naik. Maklum, sering kebanjiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dia menjadi direktur utama di salah satu anak perusahaan Jawa Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya renungkan, pertumbuhan ekonomi orang seperti dia kira-kira 15 persen setahun. Berarti jauh di atas pertumbuhan ekonomi negara yang sekitar 6 persen setahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, orang seperti dia adalah orang yang sedikit ikut menikmati bubble (gelembung) ekonomi. Dia ikut menikmati kenaikan harga tanah yang panas bukan karena sinar matahari, tapi karena digoreng. Dia ikut mencicipi gorengan itu. Maka bisa dibayangkan berapa persen pertumbuhan ekonomi dari orang yang menggoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ada penggorengan, orang seperti dia juga tidak akan ikut menikmati. Jadi, kalau ada pertanyaan ke mana larinya uang-uang hasil penggelembungan ekonomi yang menyebabkan krisis itu, salah satu di antaranya jatuh kepada orang seperti anak buah saya itu. Tapi, dia hanya ikut menikmati sangat sedikit. Yang banyak adalah yang menggoreng itu. Penggorengan akan sangat sukses kalau dilakukan di kota besar. Kian besar sebuah kota, kian dahsyat penggorengannya. Kian banyak juga hasil gorengan yang dinikmati. Kian kecil sebuah kota, kian sedikit ikut menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang seperti anak buah saya itu sudah tergolong rakus yang kemudian menyebabkan krisis ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin malam, jam 03.00 pagi, saya ke percetakan Jawa Pos. Melihat proses pengiriman koran kepada agen-agen. Kali ini bukan karena saya harus bekerja keras, melainkan kangen saja pada apa yang saya lakukan 20-25 tahun lalu. Saya ngobrol dengan orang yang kerjanya mengangkut koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sudah bekerja sebagai pengangkut koran sejak 1986, sejak masih bujang dan sejak kantor Jawa Pos masih di Jalan Kembang Jepun. Waktu itu dia sopir bemo. Bemonya milik orang lain, dia kerja setoran. Dini hari bemonya untuk mengangkut koran, siangnya untuk angkut penumpang. Lima tahun kemudian dia bisa membeli mobil bekas, Hijet 1000. Dia mulai mengangkut koran dengan mobil milik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kerja angkut koran, dia bisa beli mobil lagi. Kali ini mobil baru, cicilan, Mitsubishi T1200. Maka dia mulai bisa menyewakan dua mobil untuk mengangkut koran. Hasil dua mobilnya itu bisa untuk membeli rumah, menghidupi rumah tangga, membeli sepeda motor, dan membeli sepeda pancal untuk anaknya yang sekolah di SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun terakhir ini dia tidak bisa menambah armada. Hingga kemarin, Hijet 1000-nya yang sudah berumur 25 tahun itu masih beroperasi. Memang, bodinya sudah tidak asli lagi. Tapi, sebagai mobil, Hijet itu masih berjalan. Dia belum punya gambaran kapan bisa membeli mobil yang ketiga. Bahkan, sepeda motornya harus dijual untuk membantu adiknya berobat. Beban rumah tangga, naiknya beban hidup, dan adiknya yang sakit menyebabkan perjalanan 10 tahun terakhirnya tidak sebaik 10 tahun pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya perkirakan, pertumbuhan ekonomi rekan pengangkut koran ini mula-mula 6 persen setahun, kemudian menjadi 4 persen setahun. Kalau dirata-rata dalam 20 tahun kehidupannya, pertumbuhan rata-rata ekonominya adalah 5 persen setahun. Hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termasuk yang tidak ikut menikmati ekonomi bubble atau ekonomi gorengan. Tapi, dia bisa ikut menikmati pertumbuhan ekonomi negara berkat kerja kerasnya. Meski pelan-pelan, ekonomi tetap naik. Sudah tentu tidak secepat yang dekat-dekat wajan penggorengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya seorang teman, yang mulai berusaha di Surabaya bersamaan dengan saya mulai memimpin Jawa Pos pada 1982. Dalam 25 tahun kemudian, kemajuan teman saya itu empat sampai delapan kali lipat kemajuan Jawa Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering memikirkan mengapa perbedaan kemajuan itu bisa seperti bumi dan sumur. Tapi, saya tetap bersyukur bahwa perkembangan Jawa Pos bisa mencapai sekitar 30 persen per tahun, tanpa harus menjadi tukang goreng. Saya juga sering memuji teman saya itu sebagai pengusaha yang sangat sukses karena memang kerjanya luar biasa keras. Saya justru lebih sering iri kepada kemampuan kerja kerasnya daripada kemampuan meningkatkan kebesaran perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkagum-kagum dengan teman saya yang lain. Sama-sama memulai usaha pada 1980-an, dalam waktu 10 tahun perkembangan perusahaannya luar biasa. Dialah yang paling hebat di antara teman-teman saya yang hebat. Bisnisnya tidak hanya tumbuh puluhan persen, tapi ribuan persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat, dalam kehidupan sehari-harinya dia tidak pernah berhenti mikir bagaimana cara membesarkan perusahannya. Mulai taksi hingga oksigen. Mulai tanah sampai bank miliknya. Dia juga sangat rajin berolahraga, terutama renang. Saya pernah berutang nyawa kepadanya. Yakni, saat saya berenang di laut Pulau Lombok. Saya hampir tenggelam. Dia yang membawa saya ke pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dia hanya 10 tahun menikmati hasil kerjanya itu. Suatu saat ditemukan ada kanker di pangkreasnya. Dia down luar biasa. Lalu meninggal dunia, 15 tahun lalu. Dia tidak sempat menyaksikan krisis Asia pada 1997/1998 maupun krisis dunia 2007/2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah krisis dunia berakhir nanti, model-model pilihan hidup berikutnya tidak juga jauh dari empat contoh tadi. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1750036897718241429?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1750036897718241429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1750036897718241429&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1750036897718241429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1750036897718241429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/jumat-26-desember-2008-dahlan-iskan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-6180390026409742580</id><published>2008-12-24T17:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:17:05.875-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>[ Kamis, 25 Desember 2008 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Membayangkan Hidup setelah Krisis Global&lt;br /&gt;Anggap saja krisis keuangan dunia ini akan selesai akhir tahun depan. Bagaimanakah gambaran hidup setelah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario pokoknya ada tiga. Pertama, keserakahan akan kembali lagi karena segala penderitaan akibat krisis sudah dilupakan. Berarti, kapan-kapan akan terjadi krisis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dunia begitu takut akan terulangnya krisis seperti ini, sehingga dibuatlah berbagai aturan yang melarang terjadinya kerakusan. Ketiga, dan ini saya tidak bisa membayangkan penerapannya: tetap boleh rakus, tapi satu bentuk kerakusan yang tidak akan menimbulkan krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja kemungkinan pertama itu model ''sengsara membawa nikmat''. Kemungkinan kedua ''nikmat membawa sengsara''. Kemungkinan ketiga adalah ''ejakulasi dua kali: nikmat membawa nikmat''. Saya yakin semua orang akan memilih yang ketiga: ketika muda dimanja, jadi tua kaya raya, dan ketika mati masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu terlalu dini membayangkan bagaimana ''hidup setelah krisis'' nanti. Bukankah krisis ini begitu hebatnya, sehingga belum tentu kita semua tetap hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lalu, seorang fund manager terkemuka sudah bunuh diri di rumahnya yang besar di kawasan elite New York, Madison Avenue. Dia adalah Thierry de la Villehuchet, yang dari namanya sudah bisa diketahui berdarah Prancis. Villehuchet adalah fund manager sukses yang mengatur uang milik orang-orang kaya Prancis. Uang itu ditempatkan di investment fund milik Bernard ''Bernie'' Madoff yang ternyata model investment uang berantai (lihat harian ini edisi 19 dan 20 Desember 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang dikelola Villehuchet -senilai USD 2,1 miliar atau sekitar Rp 23 triliun-- ikut jadi bagian dari uang Rp 600 triliun yang lenyap di tangan Bernie. Dua hari lalu, dia minta pembantu di rumahnya untuk pulang agak awal. Malam itu dia bilang akan lembur. Besoknya, ketika si pembantu datang, rumah tersebut terkunci. Dia ditemukan tewas dalam posisi duduk di kursi kerjanya yang mahal. Obat-obat yang mematikan terserak di mejanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan banyak yang mati seperti itu atau setengah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan dunia Barat (dunia kapitalis) sekarang ini sebenarnya ibarat masa akhir kehidupan Pak Harto. Yakni, ketika presiden kedua Indonesia itu berada di RS Pusat Pertamina. Beliau memang hidup, tapi sebenarnya sangat bergantung pada alat yang disebut ''life support''. Kalau alat itu dicabut, kehidupan langsung berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan dunia kapitalis Barat sekarang ini. Masih hidup, tapi sebenarnya bergantung ''life support''. Kapan-kapan ''life support'' itu dicabut, langsung ambruk seketika. Kalau life support-nya Pak Harto waktu itu adalah ''mesin bantuan pernapasan'', life support-nya dunia kapitalisme sekarang ini berbentuk slang dana yang dikucurkan dari Federal Reserve (bank sentral) masing-masing. Anggap saja Pak Harto ketika itu bergantung pada mesin bantuan pernapasan, dunia kapitalisme sekarang bergantung pada mesin transfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau slang transfusi dari federal reserve itu dicabut: dunia kapitalisme sekarang langsung ambruk. Lalu, entah apa yang akan terjadi setelah itu. Dunia Arab sekalipun akan ikut ambruk. Terlalu banyak dana Arab yang terputar di pusaran kapitalisme tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini saya jadi kepingin ke Dubai untuk melihat seberapa parah akibat krisis di Amerika itu menimpa salah satu negeri di Uni Emirat Arab tersebut. Saya hanya baca di berbagai media Barat bahwa Dubai kini juga sudah sangat terpukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebelum membayangkan bagaimana hidup setelah masa krisis, sebaiknya memang berdoa agar slang life support transfusi darah itu tidak putus atau tidak dicabut. Dengan demikian, dunia kapitalisme punya waktu untuk memperbaiki organ-organ rusak dalam tubuhnya. Masa untuk perbaikan organ-organ itu pasti amat panjang karena yang rusak adalah jantung-paru-hati-ginjal sekaligus. Bahkan juga otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses penyembuhan itu, Asia dianggap sebagai sumber donor ''darah'' yang meski kecil-kecil tapi banyak dan tersedia. Di Barat memang banyak darah, tapi tidak bisa didonorkan. Masing-masing memerlukan untuk dirinya sendiri-sendiri. Sekarang ini, lembaga-lembaga keuangan dunia sangat aktif mencari uang-uang kecil ke Asia. Termasuk ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti saya ini dikejar-kejar oleh banyak lembaga keuangan yang menawarkan berbagai fasilitas yang menggiurkan. Sudah tak terhitung pihak yang menawari kartu kredit dengan plafon Rp 250 juta tanpa saya harus bayar iuran sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat benar bahwa mereka memang perlu darah segar dari Asia. Di Indonesia, jumlah orang seperti saya ini bisa mencapai 20 juta orang. Ini data yang mereka pegang. Tahun lalu, saya pribadi membayar pajak pribadi (belum termasuk pajak perusahaan) sebesar Rp 3 miliar setahun. Berarti, kekuatan ekonomi dari sejumlah orang Indonesia seperti saya ini sudah sama dengan kekuatan ekonomi satu negara Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi bentuk daya tarik yang mereka tawarkan. Mereka terus mengejar agar kita harus membelanjakan atau menyimpan uang di mereka. Saya kagum pada kegigihan, usaha keras, dan keahlian mereka di bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang-uang segar itu, tubuh kapitalisme yang lagi bergantung pada life support lama-lama bisa memiliki darah sendiri. Lama-lama organ-organ tubuh mereka menjadi sehat kembali. Setelah tahap itu tercapai, life support bisa dicabut pelan-pelan. Dunia kapitalisme bisa kembali hidup normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya, setelah kehidupan menjadi normal, barulah bicara bagaimana gambaran hidup setelah krisis. Saya membayangkan tiga skenario itu, tapi masih terlalu dini untuk mengemukakan uraian detailnya. Kita belum tahu berapa lama proses yang diperlukan untuk tidak bergantung pada life support itu. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-6180390026409742580?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/6180390026409742580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=6180390026409742580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6180390026409742580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6180390026409742580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/kamis-25-desember-2008-dahlan-iskan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1944562261945963040</id><published>2008-12-20T01:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T01:37:24.525-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>[ Jum'at, 19 Desember 2008 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Rekor si Pendosa Beralih ke Bernie&lt;br /&gt;SIAPA saja yang baru kehilangan uang miliaran rupiah di Lehman Brothers (via Citibank Jakarta dan kantor-kantor cabangnya) atau Bank Century (via direkturnya yang cantik itu), sebaiknya mulai tersenyum: banyak orang yang jauh lebih bodoh dari kita semua. Mereka adalah orang-orang Amerika dan Eropa. Mereka baru saja kehilangan triliunan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kasus ini baru terungkap pekan lalu, pelakunya belum sempat masuk daftar 10 pendosa terbesar di dunia yang mengakibatkan krisis gobal ini. Joseph Cassano (urutan pertama pendosa terbesar itu, lihat harian ini edisi 18 November 2008) pun seharusnya segera menyerahkan gelarnya itu kepada Bernard Lawrence Madoff yang biasa dipanggil Bernie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan satu orang Bernie ini telah hilang uang USD 50 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Uang itu milik ribuan orang dan lembaga keuangan. Mulai bank sebesar HSBC sampai uang milik yayasan-yayasan sosial. Selama ini mereka memang percaya penuh kepada Bernie. Lewat perusahaan milik keluarga Bernie, Madoff Investment Securities LLC, uang mereka memang dijanjikan bisa beranak pinak lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 13 tahun janji itu selalu menjadi kenyataan. Uang yang ditempatkan di Bernie selalu mendapat bunga lebih besar dari bentuk investasi apa pun: deposito, obligasi, reksadana, equity, dan seterusnya. Ini karena Bernie melakukan bisnis perdagangan over the counter (OTC). Inilah bentuk transaksi perdagangan (uang, saham, obligasi, convertible bonds, dan seterusnya) dengan biaya murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah over the counter sendiri, menurut Wikipedia, diambil dari istilah perdagangan obat. Yakni, jual beli obat yang pembelinya tidak perlu membawa resep dan bahkan tidak perlu ke dokter dulu. Penjualnya juga tidak perlu bertanya apakah pembelinya membawa resep atau tidak. Dengan demikian, seharusnya, obat bisa dijual lebih murah: tidak perlu ada unsur biaya ke dokter dan tidak perlu ada biaya pengganti kertas resep (komisi dokter). Tapi, bisa mendapat obat yang sama, asal tahu nama dan kegunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan perdagangan over the counter itulah Bernie perlu modal besar. Modal bisa didapat dari siapa saja yang mau memercayakan uangnya ke dia, dengan imbalan return yang lebih menarik. Bunga lebih tinggi bisa dijanjikan karena Bernie tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk transaksi-transaksi itu. Ibaratnya, tidak perlu biaya notaris, biaya legal, biaya meterai, biaya konsultan, biaya asuransi, dan seterusnya. Semua penghematan biaya itu bisa dikompensasikan sebagai bunga yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara itu nama Bernie semakin top di mata para pemilik uang. Bahkan, banyak yang memberinya gelar "Bernie yang berhati Santa Claus" karena bisa memberikan uang lebih banyak daripada siapa pun. Kian banyak uang masuk, kian banyak aktivitas over the counter yang dilakukan. Lalu Bernie berkembang ke bisnis yang orientasinya juga hebat: market maker, off exchange, dan after hour trading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada dasarnya Bernie mirip apa yang dilakukan orang di Wenzhou, Provinsi Zhejiang: uang tidak harus berlalu lalang lewat lembaga-lembaga resmi. Sebelum atau setelah perdagangan saham dilakukan secara resmi di bursa saham pun Bernie terus bisa melayani kebutuhan orang untuk transaksi itu. Dia ibaratnya bisa jadi bursa di saat bursa belum buka atau setelah bursa sudah tutup. Dia juga bisa jadi sarana pertukaran (instrumen keuangan) di luar sarana yang ada. Bahkan, dengan prosedur khusus yang lebih efisien. Bernie dikenal sebagai penawar yang tangguh. Kalau Anda menjual uang atau saham lewat dia, dia pandai menawarkan dengan harga terbaik. Kalau Anda mau membeli saham/uang lewat dia, dia akan membantu Anda menawar lebih hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada yang membuat perusahaannya sangat efisien sehingga bisa memberikan jasa lebih baik kepada nasabah: semua keluarganyalah yang mengendalikan usaha itu. Mulai anak-anak, adik-adik, sampai ponakan-ponakannya. Meski begitu, semua transaksi sangat profesional: kalau ada satu saja yang tidak setuju, transaksi tidak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernie mendirikan perusahaan itu dengan modal hanya USD 5.000 hasil upahnya sebagai penjaga pantai di Rockaway Beach, New York. Usaha ini ditekuni dengan tingkat kehematan, ketekunan, kerja keras yang khas Yahudi. Saat itu hanya istrinyalah yang jadi pegawai. Yakni yang memegang buku. Ketika anak-anaknya sudah lulus kuliah, satu per satu mulai bergabung. Ini seiring dengan semakin besarnya perusahaan. Lalu adik-adiknya dan ponakan-ponakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ini kemudian sukses besar. Bahkan, berhasil menjadi salah satu perusahaan terbesar dalam kancah Wall Street. Modalnya menjadi USD 300 juta atau sekitar Rp 4 triliun. Bernie kemudian memang terkenal sebagai salah satu tokoh pengusaha Yahudi yang sukses. Banyak sekali yayasan sosial Yahudi yang dipercayakan kepadanya, termasuk menjadi chairman universitas Yahudi, Yeshiva University. Kalau memberikan sumbangan, Bernie terkenal dengan angka-angka yang setara puluhan miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu dia ditangkap dengan dakwaan menggelapkan uang ribuan orang senilai Rp 600 triliun. Kini Bernie ditahan luar karena menaruh uang jaminan USD 10 juta atau sekitar Rp 110 miliar. Sebelum berangkat meninggalkan kantornya, Bernie sempat bicara dengan salah seorang direkturnya, apa yang sebenarnya terjadi. "Ini semua sebenarnya Ponzi Scheme," katanya sebagaimana dikutip sebuah media di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu "Model Ponzi?" Benarkah dia sebenarnya tidak sekadar melakukan over the counter, off exchange, dan after hour trading, melainkan juga terutama melakukan praktik bisnis "Model Ponzi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama "Model Ponzi" diambil dari nama orang, Charles Ponzi. Dia orang Italia yang lahir pada 1903 yang kemudian bermigrasi ke Amerika. Pada 1920 Ponzi ditangkap karena melakukan bisnis aneh -yang waktu itu tidak ada namanya. Ponzi-lah yang menemukan teknik bisnis itu. Bisnis tersebut sekarang biasa dikenal dengan nama sistem piramid atau sistem berantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini semua orang sudah tahu apa yang dimaksud: Anda menaruh uang di situ. Lalu harus ada orang lain setelah Anda yang juga menaruh uang di situ. Maka, Anda akan dapat bunga sangat menarik. Bahayanya, semua orang juga sudah tahu: kalau suatu saat tidak ada lagi orang yang mau ikut di sistem itu, runtuhlah piramid itu. Lama-lama banyak sekali variasi atau modifikasi model ini. Bernie juga tidak sepenuhnya melakukan apa yang dilakukan Ponzi. "Ini model Ponzi dalam ukuran raksasa," ujar Bernie saat memberikan penjelasan pendek kepada direksinya saat ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak ada lagi orang yang menaruh uang di Bernie sehingga modelnya ini runtuh? Begitulah. Karena ada krisis, semua orang perlu uang. Lalu ada yang mendadak menjual uangnya yang ada di Bernie ke hedge funds. Nilainya sangat besar, USD 100 juta. Maka ketika dana ini dicairkan, mulailah keruntuhan Bernie. Pihak yang sinis mengatakan, "bisnis model ini adalah bisnis rampok-merampok". "Untuk bisa membayar perampok harus merampok. Begitu seterusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ternyata masih melahirkan krisis. Rangkaian ini masih belum diketahui di mana ujungnya. Minggu lalu pun, ketika orang sudah mulai membicarakan bahwa krisis mungkin berakhir tahun depan, tiba-tiba dunia dikejutkan oleh munculnya kasus Bernie ini. Entah ada kejutan apa lagi bulan depan. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; [ Sabtu, 20 Desember 2008 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Kiat Bernie, Padukan Bunga dan Romantisme&lt;br /&gt;Selama menjalani tahanan luar, Bernard Lawrence Madoff (lebih akrab dipanggil Bernie) tinggal di rumah utamanya seharga USD 50 juta atau sekitar Rp 600 miliar di New York. Terdakwa dalam kasus penipuan terbesar dalam sejarah dunia yang dilakukan oleh hanya satu orang (senilai Rp 600 triliun) itu memang masih punya rumah lain seharga Rp 100 miliar di Paris, rumah besar di Florida, serta berbagai aset mahal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, belum tentu harta-harta itu bisa disita untuk mengembalikan uang nasabah -biarpun hanya sebagian kecil. Secara hukum, Bernie kelihatannya bisa mempertanggungjawabkan praktik bisnisnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun kelak dia dinyatakan bersalah, tidak tahu bagaimana kira-kira menghukumnya. Kalau pencuri ayam dihukum tiga bulan, seharusnya dia dihukum satu juta tahun. Padahal, dia sudah berumur 70 tahun. Bernie pasti punya alasan kuat untuk menghindari hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ini: kalau saja tidak terjadi krisis yang begitu hebat, praktik bisnisnya itu akan aman-aman saja. Apalagi, hubungan Bernie dengan nasabahnya (hubungan hukum maupun emosional) sangat khusus. Praktik bisnis ''Model Ponzi'' yang dia lakukan (lihat tulisan saya di harian ini kemarin) memang luar biasa canggih dan rumitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, lebih dari 95 persen orang yang menempatkan uangnya di situ tidak mengerti bagaimana perhitungan yang dilakukan Bernie dalam memutar uang mereka, tulis sebuah media di AS. Itu sama dengan para korban bisnis derivatif yang dilakukan Lehman Brothers di Surabaya, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pada dasarnya tidak paham benar apa itu over the counter, margin trading, dual currency, credit default swaps, dan ratusan istilah lainnya lagi. Mereka hanya percaya pada para penyelenggaranya: Lehman Brothers, Citibank, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hongkong lebih tragis lagi. Kalau di Indonesia korbannya orang-orang kaya, di sana ratusan ribu orang miskin ikut menderita. Di Hongkong ada produk yang bernama minibond. Yang menjual juga bank-bank terkemuka. Dalam brosurnya juga tertulis nama-nama besar seperti Lehman Brothers, DBS Bank, Standard Chartered, dan seterusnya. Semua mengira uang mereka aman. Pasti nama-nama besar tersebut akan memberikan jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara korban itu adalah seorang wanita berumur 70 tahun yang hidup sendirian. Dia tergiur sales yang mendatanginya yang menawarkan bunga 2 persen lebih tinggi dari bunga bank. Semua uangnya dibelikan minibond. Nenek itu tidak lagi punya sumber penghasilan lain. Bunga tabungan tersebut satu-satunya harapan mempertahankan hidup. Karena itu, selisih 2 persen dia perhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sebenarnya punya satu anak, tapi justru menjadi tanggungannya. Anak itu, karena lemah mental, tidak punya jodoh dan penghasilan apa-apa. Ketika krisis terjadi, uangnya lenyap. Ada 30.000 orang di Hongkong yang tergiur minibond seperti nenek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minibond memang terjangkau masyarakat kecil. Tidak seperti perdagangan saham yang membelinya harus minimal satu lot. Mereka mengira minibond adalah bond dalam ukuran kecil, untuk orang kecil. Ternyata, minibond itu hanya nama perusahaan. Yakni, PT Minibond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan tersebut tidak bisa ditelusuri alamatnya karena didirikan di Cayman Island, sebuah pulau mini bebas pajak nun di Kepulauan Karibia sana. Inilah model perusahaan yang disebut ''perusahaan dua dolar''. Artinya, untuk mendirikan perusahaan seperti itu, modalnya cukup dua dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang yang terkumpul dari orang-orang kecil tersebut ternyata diputar untuk membeli produk lain yang bunganya lebih tinggi. Yakni, produk subprime mortgage yang bermasalah itu. Para nasabah tidak tahu itu. Umumnya mereka hanya percaya pada nama besar Lehman Brothers serta bank-bank terkemuka di Hongkong dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Bernie pun, mereka umumnya hanya percaya pada kebesaran nama Bernie. Juga percaya pada reputasinya. Sudah lebih dari 13 tahun Bernie selalu membayar bunga sampai lima kali lipat lebih besar dari bunga deposito. Yakni, sebesar 13,5 persen. Padahal, bunga deposito di AS saat itu hanya sekitar 2-3 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus seperti itu awalnya memang semata-mata tergiur soal besarnya bunga. Tapi, dalam hal Bernie, kelihatannya unsur bunga tersebut masih ditambah unsur emosionalnya. Yakni, romantisme Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernie memang seorang Yahudi, menjadi tokoh Yahudi, dan menjadi simbol kedermawanan Yahudi di seluruh dunia. Maka, sebagian besar korbannya adalah juga komunitas Yahudi. Ratusan yayasan sosial milik komunitas Yahudi menempatkan dana yayasannya di Bernie. Uang mereka itulah yang kini ikut lenyap. Ratusan triliun rupiah jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah sakit Yahudi di New York, Long Island Jewish Medical Centre, bisa-bisa kehilangan uang USD 110 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Meski itu hanya 10 persen dari dana yang dimiliki yayasan tersebut, kehilangan Rp 1,4 triliun cukup menghebohkan. Yayasan kesehatan Yahudi lainnya kehilangan dana Rp 60 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Federasi Yahudi Washington kehilangan Rp 120-an miliar. Orang seperti sutradara film terkemuka Steven Spielberg yang kebetulan juga seorang Yahudi yang juga punya yayasan termasuk yang menempatkan uangnya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyaknya komunitas Yahudi yang menernakkan dananya di sana, sampai-sampai lembaga keuangan milik Bernie tersebut dapat nama panggilan ''Jewish T. Bill''. Itu mencerminkan betapa ada kesan di kalangan komunitas Yahudi bahwa menyimpan dan menernakkan uang di situ sama aman dan menguntungkannya dengan membeli T-Bill (Treasury Bill)-nya pemerintah AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, komunitas Yahudi sendiri mengakui kecerdikan dan kecemerlangan Bernie dalam mengatur uang. ''Sebuah cara rumit yang tidak mungkin bisa dilakukan orang lain''. Kecuali oleh pemerintah AS melalui T-Bill-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kepercayaan penuh seperti itu, tidak mungkin Bernie bisa berkembang demikian hebatnya. Begitu tepercayanya, sampai-sampai akal sehat tidak akan memercayainya. Terutama akal sehat keuangan. Semua uang yang diserahkan ke Bernie itu praktis sepenuhnya ''terserah'' Bernie seorang. Sesuatu yang tidak lazim dalam dunia keuangan yang mestinya punya prinsip ''semua orang tidak bisa dipercaya''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kenyataan ini: Aset-aset nasabah itu pada dasarnya sudah dipegangkan kepada Bernie, hak memperdagangkannya juga sudah sepenuhnya terserah Bernie, dan bahkan hak mencatatkannya atau membukukannya juga sudah terserah pada Bernie. Jadi, bentuk pencatatannya bagaimana, tidak ada yang mempersoalkan. Itu berarti tiga fungsi keuangan/aset seperti sudah berada di satu orang yang sama. Sebuah tingkat kepercayaan yang tiada tandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan, misalnya, kalau kita ikut program derivatif sekalipun. Tetap ada perincian ke mana uang kita, dibelikan apa, hasilnya bagaimana. Tiap periode kita bisa tahu: lagi untung atau lagi buntung. Bahkan, ketika uang kita tiba-tiba lenyap seperti yang dialami para nasabah Citibank/Lehman Brothers dan Bank Century, kita tetap saja bisa mendapatkan perinciannya. Yakni, perincian bahwa uang kita sudah menjadi nol rupiah (Rp 0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di Bernie, nasabah bahkan tidak perlu punya perincian account-nya. Tahunya tiap tahun dapat bunga 13,5 persen dan uangnya bertambah terus. Setelah kejadian dana-dana itu lenyap, barulah orang bicara perlunya audit oleh auditor tepercaya. Masalahnya, bukankah lembaga seperti Lehman Brothers juga diaudit oleh auditor tepercaya? Bahkan pakai pemeringkatan segala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semua sudah terjadi. Banyak yayasan sosial Yahudi yang mulai Januari nanti menghentikan kegiatan sosialnya. Krisis akhirnya mengenai juga lapisan yang paling miskin, yang biasanya menerima santunan dari berbagai yayasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang krisis kali ini hanya menimpa orang kaya? (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1944562261945963040?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1944562261945963040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1944562261945963040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1944562261945963040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1944562261945963040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/jumat-19-desember-2008-dahlan-iskan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-7494905402086875895</id><published>2008-12-15T17:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T17:55:50.030-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Senin, 15 Desember 2008 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Sebuah Jalan Enak Menuju Bangkrut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah merasa sumpek yang sampai tidak tertahankan, perusahaan di Amerika Serikat biasanya langsung saja datang ke pengadilan setempat untuk mengajukan permintaan ini: minta dibangkrutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak krisis keuangan September lalu, tiap bulan hampir 100.000 perusahaan yang memilih bangkrut di sana. Beberapa di antaranya bukan perusahaan sembarangan: lembaga keuangan terbesar di dunia, Lehman Brothers; salah satu koran terbesar di dunia, Chicago Tribune; dan mungkin sebentar lagi disusul oleh perusahaan mobil terbesar di dunia, General Motors. Juga salah satu perusahaan judi terbesar di dunia: Las Vegas Sands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta bangkrut adalah sesuatu yang sangat biasa di Amerika Serikat. Apalagi dalam situasi krisis seperti ini. Pada zaman normal saja, kabar tentang perusahaan bangkrut sudah dianggap menu harian. Bukan lagi berita di koran. Kalau toh di surat kabar sering ditemui kabar kebangkrutan, masuknya biasanya sudah di kolom iklan jitu. Yang bakrut bukan saja perusahaan, tapi juga perseorangan. Di zaman normal pun hampir setiap hari ada iklan mini yang menyebutkan siapa bangkrut hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem hukum dagang di AS memang memungkinkan itu. Seseorang yang kepingin bangkrut langsung saja datang ke pengadilan distrik. Yakni pengadilan tingkat paling bawah. Keputusan pengadilan itu bersifat final. Tidak ruwet harus naik banding dan kasasi. Apalagi pakai peninjauan kembali (PK) segala. Untuk urusan pidana pun, upaya hukum di AS berhenti di pengadilan tinggi di negara bagian. Tidak bisa kasasi sampai mahkamah agung tingkat pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di pengadilan distrik itu, seseorang atau sebuah perusahaan bisa langsung mengajukan permintaan sendiri: mau dibangkrutkan sesuai dengan peraturan nomor XI (Chapter Eleven) atau minta bangkrut sesuai dengan peraturan nomor VII (Chapter Seven).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan itu sesuai dengan tingkat keperluan perusahaan. Misalnya saja, Anda yakin bahwa perusahaan Anda sebenarnya masih baik. Pasar produk Anda masih bisa bersaing. Kesulitan Anda hanyalah bahwa utang perusahaan Anda terlalu besar. Tidak kuat bayar pokok atau bunga. Lalu, aset perusahaan Anda sudah lebih kecil daripada utang itu. Para penagih sudah mulai mengancam Anda, misalnya akan menyita aset Anda. Maka, agar tidak "dikeroyok" kreditor, sebaiknya Anda langsung datang ke pengadilan distrik dan minta dibangkrutkan dengan cara menggunakan Chapter XI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ Anda harus menjelaskan: benarkah kalau saja para kreditor bisa lebih sabar dan memberikan berapa keringanan, perusahaan Anda masih baik dan pada gilirannya bisa memenuhi kembali seluruh kewajiban itu. Lalu, kepada hakim, Anda mengajukan permintaan apa: potongan bunga, penundaan bunga, tenggang waktu mencicil, mengolor jangka pinjaman, minta membayar ringan di depan meski agak berat di belakang, minta potongan pokok, dan seterusnya. Anda bisa hanya minta salah satu atau beberapa atau semua kemungkinan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim di pengadilan itulah yang akan menilai proposal Anda itu masuk akal atau tidak, perusahaan Anda itu masih punya prospek atau tidak. Proposal Anda itu juga akan diberikan kepada semua pihak yang punya tagihan kepada Anda. Termasuk kepada para pemasok bahan baku, kontraktor, dan pihak perpajakan. Lalu, para pihak yang punya tagihan ke perusahaan Anda itu juga akan menilai proposal Anda itu masuk akal atau tidak. Lalu, keterangan Anda (juga para pemilik tagihan) didengar oleh hakim. Hakimlah yang memutuskan (final) untuk memenuhi permintaan Anda atau tidak. Kalau dipenuhi, pemenuhannya hanya sebagian, separo, atau seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hakim memenuhi permintaan Anda, maka meski sudah berstatus bangkrut, perusahaan Anda bisa terus berjalan seperti biasa. Operasi perusahaan bisa lebih lancar karena tidak terbebani kewajiban yang di luar kemampuan perusahaan. Bisa jadi, perusahaan Anda sangat maju lagi dan pada gilirannya mampu memenuhi seluruh kewajiban. Lalu, perusahaan Anda dikeluarkan dari daftar bankrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem itu, logikanya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) tidak membunuh perusahaan, 2) terjadi keadilan di antara kreditor, 3) kreditor juga harus ikut bertanggung jawab karena besarnya utang di sebuah perusahaan itu, antara lain, juga akibat kesalahan kreditor: mengapa mau memberikan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bisa jadi, hakim memutuskan bahwa perusahaan Anda tidak bisa diteruskan. Proposal Anda tidak masuk akal. Kalau sudah demikian, perusahaan Anda akan diserahkan kepada likuidator untuk diapakan. Bisa jadi, dilelang dan hasilnya yang tidak seberapa itu dibagi secara adil kepada seluruh kreditor. Atau perusahaan Anda dipecah-pecah. Unit yang masih bisa jalan akan diserahkan kepada salah satu atau beberapa kreditor untuk terus dijalankan. Unit-unit lain beserta asetnya dilelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal penerbit Chicago Tribune, kelihatannya agak khas. Persoalan terbesarnya bukan di perusahaan koran itu, tapi di perusahaan induk atau holding-nya. (Besok pagi, di ruang ini, saya akan menguraikan bagaimana perusahaan surat kabar yang begitu gagah itu tiba-tiba saja harus bangkrut dan bagaimana masa depannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab permintaan untuk bangkrut sebenarnya bukan hanya tidak kuat membayar utang. Bisa juga oleh penyebab lain. Dalam kasus General Motors nanti, kalau sampai dilakukan, bisa jadi persoalannya juga di serikat buruh. Meski mungkin juga karena tidak kuat membayar kewajiban utang dan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini General Motor selalu mengeluhkan beratnya beban buruh. Ini akibat perjanjiannya yang berat dengan serikat buruh. Karena itu, kalau saja beban utang, cicilan dan bunga diperingan, belum tentu persoalan bisa selesai. Beratnya beban buruh di situ dinilai membuat perusahaan tidak kompetitif lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan status bangkrut sesuai dengan Chapter XI, semua perjanjian yang pernah dibuat perusahaan itu batal dengan sendirinya. Bukan saja perjanjian utang-piutang, tapi juga perjanjian dengan serikat buruh. Ini tentu bisa dipakai sebagai bekal perusahan untuk bangkit lagi dengan memulai babak barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bangkrut (di Indonesia) dan bangkrut (di Amerika) itu berbeda. Kalau mendengar sebuah perusahaan di AS mengajukan permintaan untuk bangkrut, bisa jadi tidak berarti perusahaan itu tutup. Bangkrut tetap saja tidak enak. Tapi, beda negara beda akibatnya. (*) diambil dari jawapos langsung digunakan untuk keperluan data base dan referensi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-7494905402086875895?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/7494905402086875895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=7494905402086875895&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7494905402086875895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7494905402086875895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/senin-15-desember-2008-dahlan-iskan.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-7587135126881889934</id><published>2008-12-15T17:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T17:50:42.068-08:00</updated><title type='text'>Pustaka.</title><content type='html'>Selasa, 16 Desember 2008 ]&lt;br /&gt;Dahlan Iskan : Demi Mutu Saham, Korbankan Mutu Koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran memang diramalkan akan mati. Tidak lama lagi. Bangkrutnya perusahaan koran terkemuka Chicago Tribune pekan lalu seolah memperkuat ramalan itu. Apalagi, koran besar lainnya seperti Washington Post dan New York Times juga disebut-sebut punya persoalan yang mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah harian Chicago Tribune sudah tidak terbit lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran itu masih tetap jaya. Perkiraan saya, Chicago Tribune, sebagai koran, masih sangat menguntungkan. Los Angeles Times pun, anak perusahaan yang lebih besar dari Chicago Tribune, masih hebat. Berbagai koran lainnya yang juga dimilikinya masih baik-baik saja. Demikian juga anak-anak perusahaan yang berupa stasiun TV lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bangkrut itu adalah perusahaan induknya (holding). Kebangkrutan tersebut dikarenakan utang perusahaan induk itu mencapai (tarik napas dulu!): USD 13 miliar. Atau sekitar Rp 140 triliun. Sembilan kali dari nilai asetnya. Parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebuah perusahaan koran sampai punya utang sebesar gajah bengkak yang ditiup? Jawabnya agak rumit. Intinya adalah: gara-gara koran itu masuk bursa. Setidaknya semangat bursa itulah yang mendorongnya ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelekkah koran go public? Saya pernah merenungkannya lama. Yakni, sejak oplah koran-koran di AS secara konstan terus menurun sejak 10 tahun lalu. Sebuah data yang kemudian mendukung ramalan bahwa koran tersebut segera mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun berkesimpulan bahwa sebaiknya perusahaan tertentu seperti koran, universitas, dan rumah sakit jangan masuk pasar modal. (Itulah sebabnya, Jawa Pos yang sudah siap go public sejak 10 tahun lalu menunda terus pelaksanaannya. Lalu, memilih obligasi yang saya anggap sudah setengah go public. Obligasi Jawa Pos yang jatuh tempo tanggal 10 Desember kemarin sudah dilunasi sepenuhnya tanpa cacat sedikit pun. Dari pengalaman obligasi itu, Jawa Pos memperoleh banyak pelajaran sebagai perusahaan ''setengah'' publik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperhatikan, dengan go public, terjadilah pertentangan dua arus yang berlawanan keras: idealisme dan komersialisme. Kalau mau tetap idealis, performance korannya di pasar modal tidak sukses. Harga sahamnya tidak akan bisa segemilang perusahaan yang bisa jungkir balik sebebas-bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau hanya ingin mengejar kecemerlangan di pasar modal, bisa jadi koran itu jadi korban. Langsung atau tidak langsung. Korannya hanya akan dipakai sebagai alat dongkrak harga saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saya tidak menuduh harian Chicago Tribune tidak punya idealisme. Atau idealisme Chicago Tribune dinomorduakan. Saya melihat profesionalisme Chicago Tribune terpuji di panggung dunia. Demikian juga Los Angeles Times. Luar biasa hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena induk perusahaan koran itu go public, bisa jadi kehebatan Chicago Tribune justru dipakai alat untuk terus memompa performance perusahaan induknya tersebut. Chicago Tribune, juga Los Angeles Times, tampil sebagai ''bintang'' yang bisa ''dijual'' oleh induk perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang umumnya terjadi di perusahaan publik. Anak perusahaan yang mengkilap selalu jadi tumpuan. Contohnya, anggap saja, seandainya Jawa Pos itu perusahaan publik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perusahaan publik, Jawa Pos tentu harus menjaga agar harga sahamnya terus naik. Tidak boleh berhenti, apalagi turun. Kalau bisa, tiap tahun naiknya minimal harus 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada kalanya harga sahamnya tidak bisa naik, omzetnya harus terus naik. Juga asetnya. Pokoknya, di dunia ini, tidak boleh ada yang turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau suatu saat oplah Jawa Pos turun dan pendapatan iklannya juga turun? Bukankah penghasilannya akan turun dan labanya juga turun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim di pasar modal tidak mau tahu itu. Pokoknya harus naik. Direksi koran itu sendiri tidak mau terjadi penurunan: bonusnya bisa turun. Bahkan, bisa jadi, direksi koran itu sendiri yang ngotot untuk naik karena tergiur oleh bonus yang gila-gilaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kalau suatu saat terjadi penurunan kinerja perusahaan, jalan yang dipakai untuk mengatasinya adalah ''jalan pasar modal'': lebih cepat dan lebih mudah. Bukan jalan ''tradisional'' yang sulit dan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih jalan tradisional yang ditempuh, untuk mengatasi menurunnya kinerja koran, langkah yang diambil adalah memarahi wartawan: mengapa bikin berita tidak menarik. Atau memarahi bagian pemasaran: mengapa penjualan korannya turun. Atau memarahi bagian iklan: tidak becus cari iklan. Atau menyalahkan Tuhan: mengapa menurunkan hujan pagi-pagi yang hanya akan mengganggu peredaran koran. Setidaknya memaki gubernur Jakarta: setiap Jakarta banjir, oplah koran turun drastis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina wartawan, mendidik orang-orang marketing, dan seterusnya adalah pekerjaan yang sulit serta memerlukan waktu lama. Apalagi kalau direksi perusahaan koran tersebut tidak mengerti berita yang baik itu yang bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, untuk mengatasi stagnannya performance perusahaan, sang direksi akan cenderung mengambil jalan pintas. Apalagi, jalan itu disediakan oleh sistem kapitalisme pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau (seandainya) Jawa Pos sebagai (seandainya) perusahaan publik mengalami situasi (seandainya) kesulitan seperti itu, bisa jadi direksinya mengambil ''jalan kapitalisme'' normal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menaikkan omzet dan aset, langsung saja beli perusahaan lain. Katakanlah beli saja Rakyat Merdeka. Tiga bulan lagi beli Riau Pos. Lalu beli Sumut Pos. Beli lagi Radar Lampung. Beli lagi Pontianak Post dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang dibeli tidak harus yang sudah untung. Yang penting, menurut perkiraan, akan bisa untung. Bahwa kenyataannya nanti tidak untung, jangan dipikirkan benar. Akan ada jalan yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membeli-membeli itu juga tidak perlu punya uang. Cukup dengan utang. Jaminannya saham Jawa Pos. Bagaimana kalau nilai saham Jawa Pos tidak cukup besar untuk menjamin utang itu? Jangan takut. Meski kekayaan Jawa Pos Rp 4 triliun, berani saja utang sampai Rp 16 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membeli-membeli tadi, kekayaan Jawa Pos yang Rp 4 triliun itu bisa jadi langsung naik menjadi lebih dari Rp 16 triliun. Bukan karena koran-koran yang dibeli tersebut memang hebat, melainkan dengan membeli-membeli tadi, harga saham Jawa Pos sendiri naik drastis. Dengan kenaikan harga saham tersebut, kekayaannya berarti juga naik. Bahwa omzet dan labanya sebenarnya tidak terlalu naik, tidak ada hubungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, angka-angkanya sudah naik. Bahwa mutu berita yang dimuat koran-koran tersebut sebenarnya tetap tidak menarik, tidak akan pernah dipersoalkan. Untuk apa mempersoalkan yang kecil-kecil begitu, kalau sudah bisa diatasi dengan cara mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki mutu redaksi adalah cara yang sulit: harus memperhatikan sampai soal titik, koma, detik, menit. Hasilnya juga tidak bisa segera diketahui. Memperbaiki pemasaran juga sulit: tiap pukul 03.00 harus sudah keliling agen-agen. Tidak ada alasan hujan atau banjir. Intinya bagaimana agar koran bisa benar-benar terjual dan tidak sekadar jadi tempat duduk agen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menaikkan kekayaan lewat pasar modal jauh lebih gampang. Bisa dilakukan di depan komputer di sebuah kafe atau lobi hotel atau ruang rapat yang ber-AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tahun depan harga saham harus naik lagi, tempuh saja cara yang sama: beli lagi koran lain. Atau beli stasiun TV milik orang lain. Atau beli stasiun radio sebanyak-banyaknya. Utang lagi. Lebih kaya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada perusahaan koran yang tidak dijual, paksa saja agar dijual: iming-imingilah ahli warisnya dengan harga yang mahalnya tidak terbayangkan. Mengapa mau membeli kelewat mahal? Lho, mengapa tidak? Toh, uang tersedia dengan mudah untuk dipinjam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kalau yang mau dibeli itu perusahaan koran yang juga sudah go public, lebih mudah lagi: lakukan hostile take over (pengambilalihan secara kasar di bursa saham). Ini sah. Tidak melanggar hukum. Beberapa tahun lalu, sebuah koran yang sangat hebat di Amerika, Los Angeles Times, merasakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terjadinya pun akhir Desember seperti sekarang ini. Waktu itu, semua orang sudah tidak terlalu mikir perusahaan. Sudah sibuk mempersiapkan liburan Natal dan Tahun Baru. Hanya satu orang yang terus sibuk: direktur keuangan. Dia seperti tidak mau libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, dia punya misi rahasia: mengatur agar dalam waktu sekejap Los Angeles Times di-hostile take over oleh seseorang. Tentu semua transaksi nakal tersebut harus terjadi dalam waktu sangat cepat: selama orang-orang liburan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dipikirkanlah caranya. Dokumen apa saja yang harus disiapkan. Bagaimana model transaksinya. Bagaimana menentukan harga belinya. Di mana tanda tangan harus dilakukan. Luar biasa banyaknya pekerjaan yang harus disiapkan. Maklum, yang mau diambil alih ini perusahaan raksasa. Apalagi, semua itu harus dilakukan secara diam-diam, rahasia, dan teliti. Tidak boleh menimbulkan gugatan di belakang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari libur. Semua orang berlibur. Termasuk pemilik koran itu. Tidak ada tanda-tanda apa pun. Begitu perayaan tahun baru selesai, pada hari kerja pertama tahun baru tersebut, keluarlah pengumuman di pasar modal: Los Angeles Times sudah dibeli Chicago Tribune! Pemilik aslinya sendiri baru tahu dari pengumuman itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana nasib pemilik Los Angeles Times yang sudah memiliki koran itu sejak didirikan kakeknya lebih dari seratus tahun lalu? Tentu tidak bisa apa-apa. Pulang liburan, tiba-tiba saja dirinya sudah bukan pemilik koran itu lagi! Tiba-tiba saja di pagi hari di tahun baru itu dia kehilangan perusahaannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dia masih mendapat uang banyak. Sahamnya yang masih tersisa dihargai sangat mahal. Tapi, dia sangat marah. Apalagi ketika dia tahu bahwa otak pengambilalihan secara kasar tersebut adalah direktur keuangannya sendiri. Tapi, sang pemilik tidak bisa apa-apa. Semua transaksi itu sah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, banyak orang yang tidak bisa tenang ketika menjalani liburan Natal. Jangan-jangan ketika ditinggal libur, perusahaannya hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, zaman berputar lagi. Kini, pemilik Chicago Tribune pun menyerah. Minta dibangkrutkan. Utangnya Rp 140 triliun. Tidak mampu membayar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, saya yakin harian Chicago Tribune dan Los Angeles Times sebagai anak-anak perusahaan masih sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya khawatir, perusahaan koran yang go public, atau yang induknya go public, hanya akan mengandalkan mutu sahamnya, bukan mutu korannya. Saya menduga, mulai dari sinilah mengapa mutu koran tidak bisa mengimbangi mutu kehidupan manusia. Dari sini pula bermula mengapa oplah koran terus menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah Jawa Pos (bukan seandainya) tetap akan go public? Mungkin... ya! Tapi, untuk tujuan yang berbeda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-7587135126881889934?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/7587135126881889934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=7587135126881889934&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7587135126881889934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7587135126881889934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/12/pustaka.html' title='Pustaka.'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1570664374906647803</id><published>2008-03-26T03:21:00.000-07:00</published><updated>2011-12-19T21:45:49.255-08:00</updated><title type='text'>Kenapa harus mimpi indah...</title><content type='html'>Mimpi Indah&lt;br /&gt;Yang sekedarnya bisa jadi sungguhan&lt;br /&gt;ceritanya begini...&lt;br /&gt;Dulu waktu pertama kali membuat blog, coba-coba apakah saya bisa membuat blog, ada kolom tentang judul yang harus di isi... sudahlah kita isi aja sekenanya.. tulis aja mimipi indah... jadi saya nggak sempat mikir Kenapa judulnya harus mimpi indah? mimpi indah, karena dulu nulisnya sekenanya, maka ketika ada yang tanya saya jawab juga sekenanya...&lt;br /&gt;ini dia jawaban sekenanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selintas seperti judul yang amburadul sekenanya&lt;br /&gt;agak melankolis, kurang greget, &lt;br /&gt;tapi itulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mimpi... saya memang suka sekali bermimpi dalam tanda kutip "bercita-cita"&lt;br /&gt;indah... yang saya cita-citakan itu yang indah-indah bukan yang jelek-jelek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal sebetulnya saya bukan penghobi tidur tapi dalam hal ini saya sangat menganjurkan dan mengampanyekan tidur dan bermimpi, sekali lagi dalam tanda kutip&lt;br /&gt;Tidur yang saya maksud adalah tidur lelap, kebanyakan orang tidak bisa tidur, adanya yang hanya sekedar mengikuti jadwal, ini waktunya tidur, ini waktunya terjaga dll.&lt;br /&gt;kebanyakan orang sukanya ngantuk...&lt;br /&gt;ngantuk itu kondisi separo-separo... sudah kebelet atau kondisinya mengaharuskan tidur tapi masih diempet, atau sebaliknya seharusnya orang itu terjaga, tapi karena malas dikondisikan dirinya tidur, ada lagi yang hobinya bikin kantuk, misalnya seharusnya bisa terjaga atau sadar tapi malas berkatifitas maka bikin aktifitas yang menjemukan sehingga membuat kantuk datang. akhirnya tidur memang tapi bukan tidur sesungguhnya.&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, ngantuk itu orang yang separo-separo dalam hidup, ngantuk memang sangat menyakitkan, kadang ngantuk juga membuat orang terlena, setengah tidak sadar dan bisa membahayakan, lebih selamat orang tidur daripada orang ngantuk, menyetir dalam kondisi mengantuk contohnya... berapa nyawa yang melayang akibat mengantuk yang satu ini... ngantuk juga simbol orang yang memaksakan diri, sudah saatnya tidur kok masih dimelek-melekkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih baik tidur saja sekalian... selamat aman, dan nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kondisi nyata  tidur adalah mengantuk yang serius, maksudnya sudah tidak terbendung lagi ngantuknya sehinggga tertidur, saya termasuk yang menganjurkan agar anda semua tidur aja sekalian, jangan hanya sekedar mengantuk, sebab nanti akan sakit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dalam hidup tidak serius alias setengah-setengah seperti orang yang mengantuk, dia butuh tapi dipaksakan atau tidak mau menikmati kantuknya sehingga terlelap tidur.&lt;br /&gt;Orang yang serius dalam hidupnya ibarat orang yang tertidur pulas, sangat menikamati hidup dan pekerjaannya, &lt;br /&gt;Tidur lelaplah dalam pekerjaan anda... nikmati kantuk atau perkerjaan anda. Anda akan merasakan nikmatnya di saat terjaga nanti.&lt;br /&gt;Orang yang tidurnya lelap biasanya akan bermmipi indah. Orang yang tidurnya tidak lelap biasanya tidak bisa bermimpi atau malah seringkali mimpinya tidak indah alias biasa saja atau malah seringkali mimpi buruk, atau mimpi yang tak ada artinya.&lt;br /&gt;Rugi, daripada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga orang yang menikmati pekerjaannya, menikmati hidupnya mereka cenderung bermimpi indah bahkan tidak hanya sekedar bermimipi tapi membangum mimpi sampai mereka tidak menyadari disaat mereka telah sadar bahwa mereka bukan lagi bermimipi tapi telah jadi kenyataan.&lt;br /&gt;ngantuk sekalian saja tidur... &lt;br /&gt;nikmati hidup anda,pekerjaan anda,seperti orang terlelap tidur supaya anda bisa bermimipi indah.&lt;br /&gt;Niscaya mimpi anda akan menjadi kenyataan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1570664374906647803?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1570664374906647803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1570664374906647803&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1570664374906647803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1570664374906647803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/03/kenapa-harus-mimpi-indah.html' title='Kenapa harus mimpi indah...'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-6741119801182733438</id><published>2008-02-24T06:44:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T06:47:29.709-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Banyak isyu tentang krisis pangan dunia 2009, iklim global, 'rencana' bencana-bencana nasional dst, tapi saya kira Indonesia akan mencapai kecermelangannya di tahun 2009. &lt;br /&gt;Perkara hutang luar negeri sebenarnya cukup mandatkan pada Kongres Akuntan Nasional, minta mereka berdiskusi kemudian kasih rekomendasi yang menunjukkan betapa simpelnya sesungguhnya masalah itu untuk kita atasi kalau kita mau. &lt;br /&gt;Masalah kepemimpinan, kita berlimpah-limpah calon Presiden dan Pemimpin Nasional. Tinggal ambil dari teritori mana, golongan apa, parpol, suku, Agama dan apapun saja yang sangat siap dengan kandidat-kandidat Presiden. Bahkanpun kaum Selebritis sangat siap memimpin Indonesia, terbukti dengan begitu banyak urusan yang dipercayakan kepada mereka. &lt;br /&gt;Yang paling nyata adalah semakin tercapainya Persatuan Nasional menjelang 2009. Kita bangsa bersuku-suku, tapi cita-cita satu. Kita berbagai-bagai budaya, tapi gawang kehidupan satu. Kita punya banyak Agama, ragam nilai, pilihan-pilihan di segala sisi kehidupan, tapi obsesi kita satu. &lt;br /&gt;Anak-anak kita boleh pilih masuk kuliah di Fakultas Kedokteran, Ekonomi, Tehnik, bahkan Tarbiyah dan Ushuludin: namun harapan hidupnya satu. &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Satu cita-cita itu ialah menjadi kaya. Ada kerbau, ada macan, berang-berang, buaya, cacing, badak dan jutaan macam hewan lagi, tapi cita-citanya sama: ingin terbang dengan pakaian kemewahan. &lt;br /&gt;Macam-macam profesinya, macam-macam permainannya, beragam-ragam kostum dan ayat-ayatnya, namun obsesinya menyatu secara nasional, ialah menjadi kaya. Memang ada klise-klise aplikatif: ingin mengabdi kepada bangsa dan Negara. Ingin berbakti kepada Agama dan masyarakat. Dan mungkin benar awalnya memang bercita-cita seperti itu, tetapi begitu ketemu pintu-pintu gerbang keuangan: mulai penuhlah kepala oleh cita-cita tunggal itu. &lt;br /&gt;Kalau anak-anak kecil dikasih iklim: ingin menjadi dokter, insinyur, Presiden. Tapi ujungnya sama saja, yaitu menjadi kaya. Milih jadi orang kaya meskipun tidak jadi dokter, daripada sebaliknya. Kalau kerja 6 hari menjadi 5 hari, kelak kita runding bagaimana dalam seminggu kita kerja sehari saja dan libur 6 hari, kita sepakati asalkan gaji tetap seperti semula. &lt;br /&gt;Orang memilih tidak kerja tapi dapat gaji daripada kerja tapi tak dapat gaji. Kalau sampai kerja tak dapat gaji maka ayat-ayat tentang hak buruh, HAM dlsb bertaburan di langit dan bumi. Tapi kalau terpaksanya kita balik: tidak kerja tapi dapat gaji, sebenarnya itu yang diam-diam lebih OK dalam hati. &lt;br /&gt;Uang berlimpah jauh lebih menarik dibanding Tuhan. Korupsi jauh lebih dipercaya disbanding hakekat dan metabolisme rejeki. Kalau melebar sedikit: orang diam-diam sudah makin sanggup meragukan Tuhan, tapi tak seorangpun memiliki keberanian untuk meragukan Demokrasi. Orang lebih tertarik pada kekayaan dibanding kesalehan. Orang lebih terpikat oleh uang banyak daripada digniti kepribadian. Orang lebih tergiur pada kejayaan materi dibanding kemuliaan hidup. &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Sejumlah orang akan membantah kalimat-kalimat ini. Tapi saya sendiri sudah terlalu tua untuk mampu membantah hal itu. Saya sudah udzur dan ditipu mentah oleh fakta-fakta kehidupan, sehingga sampai menjelang kepala-6 saya belum memulai apapun untuk memperjuangkan karier saya: jangankan lagi untuk menegakkan kebenaran. &lt;br /&gt;Tentu saja kalau yang dimaksud karier adalah berkuasa, kaya dan terkenal: sudah lama - menurut ukuran saya dengan hidup tempe sambal dan menikmati cuci kaos piring: saya tidak memiliki problem apa-apa. Tapi yang saya maksudkan karier adalah mandat kekhalifahan dengan konten dan skala yang jelas yang sudah lama saya siapkan namun tidak ada gejala bahwa sejarah manusia ini memerlukan kualitas kesejahteraan hidup semacam itu. &lt;br /&gt;Menjadi kaya adalah isi utama kepala manusia Indonesia. Dan untuk itu dipilih cara dan jalan yang paling bodoh dan malas: akting menjadi pemimpin, ustadz, artis, wakil rakyat, lembaga zakat infaq atau apapun. Jangan kawatir, tentu saja orang juga menikmati hubungannya dengan Tuhan, kenyamanan bernasionalisme, kesantunan social, estetika dlsb, tetapi itu semua sekunder. Yang primer di kepalanya adalah harus ada kenyataan bahwa ia berlimpah atau sekurang-kurangnya aman di bidang keuangan. Yang dimaksud aman itu takarannya begini: "Wah, rugi saya, ada proyek basah banget tapi gagal memenangi tender...." &lt;br /&gt;Padahal dia tidak rugi apapun. Tidak rugi pun merasa tidak aman. Aman adalah laba sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Dasar moral ilmu ekonomi di seluruh muka bumi ini sejak awal memang curang. &lt;br /&gt;Di luar kaya, unsur lain popular juga: powerfull and famous, berkuasa dan terkenal. Tapi kekuasaan dan popularitas juga membawa visi missinya sendiri: merangsang manusia untuk lebih kaya dan lebih kaya. &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Kekuasaan adalah jalan paling popular untuk mencapai cita-cita tunggal itu. Maka tidak ada agenda apapun yang lebih diutamakan dibanding apapun dalam kehidupan bangsa Indonesia melebihi agenda politik. Siang malam, tiap bulan, tiap tahun, headline, ngrumpi, obrolan gardu, apapun saja sesungguhnya berpangkal dan berujung pada agenda politik. &lt;br /&gt;Di sebuah Propinsi saya diajak ketemu oleh seorang Walikota, di saat lain oleh sekelompok pemuda dari suatu komunitas, juga di malam lain seorang pemimpin pembela kaum muskin urban – semuanya untuk agenda yang sama: yakni membicarakan nasib ribuan orang yang berumah di bawah jalan tol. &lt;br /&gt;Tatkala ajakan itu disampaikan kepada saya, saya benar-benar sibuk menonton televisi yang menayangkan berita bahwa Pak Gubernur Propinsi itu sedang naik podium menyatakan akan mencalonkan diri menjadi Presiden mendatang. Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis dan shalat taubat kepada Allah gara-gara seekor onta terpeleser nun jauh di sana namun masih di wilayah tanggung jawab kekhalifahannya. Ia begitu merasa bersalah. Agenda Pak Umar benar-benar berbeda dengan agenda Pak Gubernur.*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-6741119801182733438?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/6741119801182733438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=6741119801182733438&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6741119801182733438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6741119801182733438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/banyak-isyu-tentang-krisis-pangan-dunia.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-5985066982130242178</id><published>2008-02-22T03:15:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T05:43:56.841-08:00</updated><title type='text'>Recent Posting "The Conductors"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R77a4NRjN2I/AAAAAAAAABM/2y4uvnqb0ak/s1600-h/penulis+itu.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R77a4NRjN2I/AAAAAAAAABM/2y4uvnqb0ak/s200/penulis+itu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169810081438709602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R77O0NRjN0I/AAAAAAAAAA8/kNaDakYs_KE/s1600-h/arema+the+condukor.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169796818579699522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R77O0NRjN0I/AAAAAAAAAA8/kNaDakYs_KE/s400/arema+the+condukor.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/"&gt;ChicLicious&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Februari 18, 2008&lt;br /&gt;&lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/" rel="bookmark"&gt;Nonton “The Conductors”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diarsipkan di bawah: &lt;a title="Lihat seluruh tulisan dalam Brainstroming ajah!" href="http://id.wordpress.com/tag/brainstroming-ajah/" rel="category tag" modo="false"&gt;Brainstroming ajah!&lt;/a&gt;, &lt;a title="Lihat seluruh tulisan dalam movie freaks" href="http://id.wordpress.com/tag/movie-freaks/" rel="category tag"&gt;movie freaks&lt;/a&gt; — chic @ 2:17 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk entah berapa hari ini postingan dari tempat lain saya tampilkan secara live disini...&lt;br /&gt;ketika pertama baca postingan ini darah biru ayas langsung bergolak...&lt;br /&gt;nasionalisme lokal yang bergelora membaca postingan dan komentar dari orang lain(bukan aremania)lebih orsinil, nggak subyektif, tentang AREMA dan AREMANIA serta hubungannya dengan Indonesia, budaya dan kompleks.... silakan baca &amp; komntar sendiri,&lt;br /&gt;Edannya kayak sudah diskenario saja sama &lt;strong&gt;Sang Maha Sutradara&lt;/strong&gt;, kala baca postingan ini penjual VCD didepan Warnet SMS nyetel lagunya arema De-cross dengan kencengnya, klop sudah. sampek begidik...&lt;br /&gt;sengaja nggak ayas link karena saking responnya dengan postingan ini. Kedua, ini nemu dan kesasar, takutnya nanti sudah hilang atau sulit nyarinya.&lt;br /&gt;kalau lihat versi aslinya ngelink aja ke blognya langsung,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat menikmati....&lt;br /&gt;Pintu Bioskop sudah dibuka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu pagi, 16 Februari kemaren saya mengorbankan jatah bangun siang weekend saya untuk nonton film “The Conductors” di &lt;a href="http://www.blitzmegaplex.com/in/" target="_blank"&gt;Blitz Megaplex &lt;/a&gt;Grand Indonesia (jam 10 pagi aja gitu mulainya). Film ini dibuat oleh &lt;a title="ini sutradaranya" href="http://www.andibachtiaryusuf.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Andi Bachtiar Yusuf&lt;/a&gt; lewat &lt;a title="yang buat" href="http://www.bogalakonpictures.com/" target="_blank"&gt;Bogalakon Pictures&lt;/a&gt;. Hari itu ada first commercial release film itu sendiri (setelah premiere-nya di JiFFest bulan Desember tahun kemaren). Diputar untuk umum tanggal 20 Februari 2008 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya bisa nonton film ini? Kebetulan diajak sama anak-anak &lt;a title="situsnya mereka" href="http://www.juventini-indonesia.org/" target="_blank" modo="false"&gt;Juventini Indonesia&lt;/a&gt; yang kebetulan dapet undangan gratis dari &lt;a title="situsnya majalah itu" href="http://www.bolanews.com/vaganza/" target="_blank" modo="false"&gt;Bola Vaganza&lt;/a&gt;. Ya saya ikut deh, pengen tau aja seperti apa film yang katanya “ngga biasa” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10 kurang, saya (dan anak-anak Juventini) udah nonggol di Blitz GI. Masih sepi banget. Sampai setengah 11 filmnya belum mulai juga. Saya melihat anak-anak lain asik bercakap-cakap dengan komunitas pencinta bola lainnya. Ada yang dari Milanisti, ada yang dari Pasopati-nya Solo, ada Jakmania juga kayaknya… Saya sih ngga kenal dengan komunitas-komunitas itu… hihihi.. jadi saya asik melihat-lihat poster-poster film yang lagi ditayangin ajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya sendiri baru dimulai jam 11 kurang (huaaaaah… Endonesah banget yah… ngaret!). Mungkin karena yang dateng sedikit. Undangannya terbatas kali ya? atau mungkin &lt;a href="http://www.lintasberita.com/Hiburan/Jak_Mania_Dan_Aremania_Hadiri_Gala_Premiere_ldquoThe_Conductorsrdquo/" target="_blank"&gt;komunitas-komunitas yang lain udah nonton pas premiere di JiFFest kemaren itu&lt;/a&gt; (dan saya ngga tau apakah ketiga tokoh yang ada difilm itu juga dateng atau ngga). &lt;br /&gt;Dimulai dengan acara games yang kurang seru, sampai perkenalan dengan sang sutradara, akhirnya filmnya diputar juga.&lt;br /&gt;Bercerita tentang 3 orang yang berprofesi sebagai konduktor dan suka duka mereka dalam menggeluti bidang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Addie MS (ngga perlu saya cerita toh siapa dia…), A.G. Soedibyo, - seorang dosen di Fisipol jurusan Komunikasi UI, konduktor untuk UI Choir - yang kuliah di UI pasti tau deh, dan &lt;strong&gt;Yuli Soemphil&lt;/strong&gt; - konduktor untuk suporter Aremania, yang menjadi fokus film bergenre dokumenter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal film, kita sudah disuguhi bagaimana massa Aremania itu di stadion dengan Yuli sebagai sang konduktor memimpin mereka melakukan koreografi-koreografi sederhana tapi cantik lengkap dengan lagu-lagu dan yel-yel mereka (sayangnya kebanyakan lagu-lagu itu masih mengganti lirik dari lagu-lagu yang populer dan lebih sayangnya lagi harus ada kata-kata “ngga pantes” seperti “tj****k” di dalam lagu tersebut…). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berganti dengan sosok Pak Dibyo dan bagaimana dia mengendalikan ribuan anak baru UI yang ingin bergabung dalam UI Choirs, dan terakhir menampilkan sosok Addie MS dan Twilite Orchestra-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 mosaik ini lah yang mendatangi penonton sepanjang film ini. Dan sketsa wawancara dengan para tokoh itu mengenai bagaimana awal dan akhirnya mereka menjalani profesi tersebut sampai sekarang, suka dukanya dan opini mengenai profesi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok paling menarik dalam film ini, buat saya sih adalah Yuli Soemphil tentu saja. Seseorang yang “bukan siapa-siapa”, tamatan Aliyah yang tidak pernah mengenyam pendidikan kuliah, sehari-hari berjualan galon air mineral yang masih berharap punya pekerjaan tetap dikemudian hari nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, sangat sederhana. Tapi di stadion, semua massa Aremania yang jumlahnya sekian puluh ribu orang itu, bisa memusatkan perhatian hanya untuk seorang Yuli yang memimpin yel-yel Aremania, yang bukannya hanya sekedar teriak-teriak, tapi bernyanyi dan menari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan Aremania, suer deh!! Selain saya bukan orang Malang, wong Sriwijaya FC aja saya ngga nge-fans kok. Padahal double winner loh tahun ini, hihihihi dan padahal lagi saya lahir dan gede di Palembang… wehehehehe.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beneran, saya &lt;strong&gt;amazed&lt;/strong&gt; ngeliat penampilannya Aremania itu. Asli cantik!! Sayang sekali harus dikotori dengan kerusuhan yang berakhir dengan merusak stadion milik kesebelasan lain yang notabene adalah tetangga juga . Sayang benerrrrr!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, tau apa yang menyatukan ketiga tokoh yang berbeda itu? Lagu Indonesia Raya!! Wooow! Beda bener kalo mendengar lagu tersebut dibawakan secara Choir, secara Orchestra, dan dinyanyikan secara gegap gempita di stadion sepak bola. Suatu perpaduan yang indah dari masing-masing tokoh yang disebut “pemimpin” itu. Well done!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All in all, film ini bisa jadi persfektif baru di dunia film Indonesia. Saya sudah jenuh liat film horor. Sumpah!! Cukup menarik buat hiburan akhir pekan (dan saya jadi tau kayak apa massa Singo Edan itu.. hehehe). Kemaren ngga bisa banyak nanya sama sang sutradara, jadi saya ngga tau apa yang melatarbelakangi Mas Yusuf bikin film ini. Cuma satu pertanyaan yang masih menggelitik saya, ini film kan Indonesia banget, kenapa sih judulnya harus pake bahasa inggris???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39 Komentar &lt;a title="Tinggalkan komentar" href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#postcomment"&gt;»&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh.. juventini ya ?saya juventino….hehehehkemarin menang 1-0 dari asromaselamat selamatfree kick nya delpiero ciamik deh&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" rel="external nofollow"&gt;funkshit&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-41"&gt;4:43 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;koment lagi..tadi baca baru sampe juventini aja uadh koment 1. “tj****k” &lt;&lt; href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" rel="external nofollow"&gt;funkshit Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-42"&gt;4:46 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh,, boleh hetrik ngga tho ??klo nda bole nda papa kok&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" rel="external nofollow"&gt;funkshit&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-43"&gt;4:46 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hai chic…..hehe, pertama kali liat judulnya, gw kirain tuh film inggris, eh, taunya indonesia ya?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://bimaconcept.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;steelheart&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-44"&gt;5:14 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@funkshit&lt;br /&gt;1. juventini? bukaaaaan… saya cuma ikut-ikut sajah… hehehe2. tj****k? duuuh, tanya ma yang bisa suroboyo-an deh… hihihihi3. ngga ada, cuma nyeritain kisah 3 tokoh itu (Addie MS, AG Sudibyo &amp;amp; Yuli Soemphil). Berhubung Yuli itu konduktornya Aremania, ya cuma Aremania aja yang diceritain (eh, ada Jakmania nya juga ding, nyelip dikit)4. hetrik? boleh *asal jangan pertamax*, tapi sekali lagi ditendang aki ismet loooh… *kiding* hahahaha&lt;br /&gt;@steelheart&lt;br /&gt;maka dari itu saiah protes! :p kenapa juga judulnya mesti nginggris gituh?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Chic&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-45"&gt;5:15 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neng Chic… Ane kagak suka nonton pelem Indonesia… kagak ngerti. KAGAK ADA TEKSNYA!!!&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://ksatriapasundan.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Cabe Rawit&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-46"&gt;6:00 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@cabe rawit&lt;br /&gt;film ini pake teks kok… bahasa inggris tapi… hihihihi&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Chic&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-47"&gt;6:20 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm…aku ketemu sutradaranya pas nonton CJ7 di blitz kemarin.Pengen nonton Tapi gag tau film ini bagus gag yaa? *pikirpikir dulu*&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://buanadara.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Sarah&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-48"&gt;6:25 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jupentini detektit…ahahahahahaini film kira2 ntar di kediri bakal diblacklist gak ya? kayak film the jak kan diblacklist di bandung tuh…&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://aryaperdhana.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;arya&lt;/a&gt; — Februari 18, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-49"&gt;11:16 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduh, sudah berprasangka buruk kamu juventini. untung bkn. soal pertanyaanmu yg terakhir, emang kira2 alternatifnya apa? sang konduktor? konduktor juga kan bkn bahasa indonesia? apa, dong?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://pejalanjauh.com/" rel="external nofollow"&gt;zen&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-51"&gt;12:50 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya memang bikin hati bergetar, nurani berasa Maknyessss…&lt;br /&gt;Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-53"&gt;8:02 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@SarahWaaah Mas Yusuf ngapain di Blitz sampe sore? hihihihi&lt;br /&gt;@AryaKediri? Mungkin… hehehehe@ZenEmang kalo saya Juventini kenapa Mas? hahahahaha…Konduktor itu bahasa Indonesia loooh, cuma kalo liat di kamus konduktor bisa banyak arti. tapi kalo kata lainnya untuk konduktor musik sih Dirijen. ga komersil ya? hahahahaha&lt;br /&gt;@Mas Kopdangbetul sekali Mas…&lt;br /&gt;Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-54"&gt;9:23 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, jadi kepingin nonton. Apakah sedang diputar di bioskop atau dijual dalam bentuk VCD. Dimana bisa baca artikel mengenai Yuli yang fenomenal itu ?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://ayomerdeka.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Robert Manurung&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-58"&gt;12:24 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAH PERTANYAAN KITA KOK SAMA YAK?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://independen69.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;daeng limpo&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-59"&gt;1:11 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ko ga dibilang segh yang Juventini itu suaminya ???&lt;br /&gt;Komentar oleh JoEy D`JuVe — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-60"&gt;2:26 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Robert Manurungdiputar di bioskop resmi nya tanggal 20 Feruari Pak, kan udah saya sebut di posting.artikel mengenai Yuli bisa tanya pak dhe gugel kali yaaaa… heeeee&lt;br /&gt;@daeng limpopertanyaannya yang mana ya Pak? soal judulnya pake bahasa inggris? hehehehe&lt;br /&gt;@JoEy D’Juvekan biar misterius.. daku kan penyusup di juventini… hihihi*sampe rumah dijitak nih kayaknya*&lt;br /&gt;Komentar oleh chic — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-61"&gt;3:05 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waaaa… musti nonton nih…&lt;br /&gt;ya… lumayan buat ngobatin… (nggak bisa nonton langsung 3 tahun)HIKS..&lt;br /&gt;reaches me on:YM ID: &lt;a href="mailto:fajarmono@yahoo.com.sg"&gt;fajarmono@yahoo.com.sg&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/fajarmono" rel="nofollow"&gt;http://www.friendster.com/fajarmono&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.fajarmono.wordpress.com/" rel="nofollow"&gt;http://www.fajarmono.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/fajarmono" rel="nofollow"&gt;http://www.flickr.com/photos/fajarmono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://www.fajarmono.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;fajarmono&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-62"&gt;3:06 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ga dijitak… mo di kelitikin aja ampe biar “Si Kecil” kaya main Rodeo an…&lt;br /&gt;oh iya…&lt;br /&gt;SaYaNk Bikin Tulisan tentang “Si Kecil” Donk… kasi di folder sendiri… biar aku bacanya ikut senyam senyum makin kangen sama “Dia”… buat obat kalo Ayah lagi pusink ama kerjaan…&lt;br /&gt;Komentar oleh JoEy D`JuVe — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-64"&gt;3:32 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klo sudah ikut2 an juventini.. saya anggap juventini jgua eh btw,, ini pilem berdasar ama kerusuhan nya aremania kemarin itu ya ? cepet juga bikin nya..&lt;br /&gt;*lalu apa aremania nya setuju dengan dibikin nya pilem ini, kan citra mereka jadi keliatan tambah jelek itu&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" rel="external nofollow"&gt;funkshit&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-66"&gt;4:06 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus terang, aku gak suka film indonesia. gak tahu kenapa. jadi ya saya pasti nggak akan nonton gimana Addie MS berakting. ngebayangin saja deh.&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://jalansutera.com/" rel="external nofollow"&gt;jalansutera&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-67"&gt;5:00 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@fajarmonoAremania ya Mas? hehehe&lt;br /&gt;@funkshitga kok, ga soal kerusuhan. Ini fokusnya lebih ke Yuli Soemphil, sang konduktornya…&lt;br /&gt;@jalansuterafilm nya ga pake akting kok Pak, lah film dokumenter soalnya…hehehesayah juga nontonnya gratisan…&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;chic&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-68"&gt;5:15 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aremaaaa aremaaaa kita di sini aremaaaagak usah nonton filmnya, kestadio aja, langsung ketemu sama yuli&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://www.faisolhamzah.blogspot.com/" rel="external nofollow" modo="false"&gt;amicol&lt;/a&gt; — Februari 19, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-69"&gt;10:56 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He heh.. mas yusuf itu sama isteri + baby nya,katanya sih mau nonton Cloverfield..Kaya’nya film itu bagus juga *bersiapSiap mau nonton*&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://buanadara.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Sarah&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-70"&gt;1:06 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya sy tertarik melihat film dokumenter ini…Bagus diputar buat anak2 muda, sehingga nasionalisme meningkat yah.&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://asruldinazis.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;aRuL&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-72"&gt;1:27 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..Cuma satu pertanyaan yang masih menggelitik saya, ini film kan Indonesia banget, kenapa sih judulnya harus pake bahasa inggris???..”&lt;br /&gt;abis Conductor apa bahasa indo nya? Kondektur? Konduktor? .. jadi laen kan.. hehe makanya musti pake bahasa inggris!&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://www.tongginghill.com/" rel="external nofollow"&gt;Viky&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-73"&gt;2:15 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iya nih, yang nentuin jduul niru2 cincha lawra… sok2 pake enggris!&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://antobilang.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;antobilang&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-74"&gt;3:56 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif tontonan baru nih. Eh, tj****k = **ancu*?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://goenrock.com/" rel="external nofollow"&gt;-=«GoenRock®»=-&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-75"&gt;4:22 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selaen ngefans ama cinca lawrrhaaa, kan biar kalo pas ke fest2 kmane2 gak perlu pake diinggrisin lagi, lagian biar meneer2 dan noni2 yg tinggal di negeri kita bisa ntn lg kaleeeeee&lt;br /&gt;Komentar oleh cemong — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-76"&gt;4:57 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengen liat aksi temen2 aremania..yang buat pelem kan komentator bola…eniwei, lam nal yah..&lt;br /&gt;Komentar oleh tehaha — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-77"&gt;8:27 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@amicolyaaah… salam kenal aja yah Mas buat Yuli…&lt;br /&gt;@Sarahiya betul! Cloverfield sepertinya bagus, saya juga siap-siap mo nonton nih… bareng??? hihihihi*belum nonton Jumper juga… hiks*&lt;br /&gt;@aRuLbetuuuuul… dan semoga sepak bola Indonesia ngga rusuh lagi…&lt;br /&gt;@Vikyemang bahasa indonesia-nya ngga ada ya Bang… hihihi… Iya sih, kalo tak pikir-pikir kok ya ngga komersil.. heeeee Ma kasih Bang udah mampir, JJF tahun ini main lagi kah?&lt;br /&gt;@antobilangchincha lawra??? oh mai gaaaat!!! again???&lt;br /&gt;@GoenRockyaaah kira-kira seperti itu lah kata-katanya… *eh saya ngga salah nulis toh?*&lt;br /&gt;@cemongsepertinya emang begitu tujuannya… apa karena kemaren buat JiFFest ya?&lt;br /&gt;@tehahaooh Mas Yusuf itu komentator juga ya? hmmmmm…salam kenal juga&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;chic&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-78"&gt;9:04 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nanti kalo sudah pada ntn, kasi komen ya….“kalau suka beritau teman, kalau tidak suka ajak musuh2 untuk nonton,”&lt;br /&gt;Komentar oleh yusuf — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-79"&gt;9:42 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non, ada pesan dari blog sebelah:&lt;br /&gt;..ditunggu jawabannya&lt;br /&gt;Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-80"&gt;11:00 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ntar coba ditonton deh..&lt;br /&gt;*agak males nonton film indo*&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://chikastuff.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;cK&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-81"&gt;11:53 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keknya menarik. ntar nunggu di rental terdekat aja nontonnya&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://www.wijayax31.blogspot.com/" rel="external nofollow"&gt;nico&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-83"&gt;2:47 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kamu mau kasih nilai 1 - 100… film ini kamu kasih nilai berapa..?&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://alfaroby.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;alfaroby&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-84"&gt;2:54 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya bagus ya ? Boleh masuk daftar tontonan nich&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://agylardi.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;Gyl&lt;/a&gt; — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-85"&gt;3:28 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf.&lt;br /&gt;Komentar oleh Mas Kopdang — Februari 20, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-87"&gt;5:01 pm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@YusufHaduh… dikunjungin Bapak Sutradara, ma kasih kunjungannya Mas…ditunggu film berikutnya…&lt;br /&gt;@Mas KopdangPesan diterima Mas… matur nuwun..&lt;br /&gt;@cKsok atuh dicoba Mbak Chika… hehehe&lt;br /&gt;@nicoloooh hargailah buatan dalam negeri Mas…&lt;br /&gt;@alfarobyhmmmm? 75 deh! hehehehe *abis dikunjungin sutradaranya niiih*&lt;br /&gt;@Gylsilahkan dicoba nonton….&lt;br /&gt;Komentar oleh &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/" rel="external nofollow"&gt;chic&lt;/a&gt; — Februari 21, 2008 @ &lt;a href="http://simplychi.wordpress.com/2008/02/18/nonton-the-conductors/#comment-95"&gt;10:24 am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaah…jadi nyesel baget nggak jadi nonton, kemaren aku juga dapet tiketnya…hiks pas acara malah nggak bisa nonton.. :((makasih yang reviewnya..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-5985066982130242178?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/5985066982130242178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=5985066982130242178&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/5985066982130242178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/5985066982130242178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/recent-posting-conduktor.html' title='Recent Posting &quot;The Conductors&quot;'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R77a4NRjN2I/AAAAAAAAABM/2y4uvnqb0ak/s72-c/penulis+itu.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-1507344124408043791</id><published>2008-02-20T15:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T17:32:43.097-08:00</updated><title type='text'>NATO</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zLzdRjNxI/AAAAAAAAAAk/h7R4HPepqSw/s1600-h/KAKEAN+OMONG.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169230557206492946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zLzdRjNxI/AAAAAAAAAAk/h7R4HPepqSw/s400/KAKEAN+OMONG.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;kakean omong...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zK0dRjNwI/AAAAAAAAAAc/fA_mFUHdRBc/s1600-h/nato.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Hari ini rupanya saya malas bicara...&lt;br /&gt;berimbas pada sesi nulis, bicara dan menulis hampir seperti mati rasa, nggak ada yang ingin dituangkan, ya akhirnya cukup sedikit cerita...&lt;br /&gt;malas bicara dan menulis karena ada keinginan lain dan kebutuhan yang lebih menguat... yaitu inginnya atau sedang konsentrasi pada PRAKTEK.&lt;br /&gt;Mempraktekkan beberapa hal yang selama ini saya konsepkan atau saya tuliskan.&lt;br /&gt;Supaya nggak jadi bumerang jargon yang selama ini saya ciptakan untuk mengkritik teman-teman, apa itu?&lt;br /&gt;GARANG di TULISAN JARANG DIPRAKTEKKAN Atau dalam kata lain NATO (No Action Talk Only) yang diplesetkan jadi No Action &lt;strong&gt;Tex&lt;/strong&gt; Only.&lt;br /&gt;He... he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang&lt;br /&gt;menegakkan kata-kata sendiri...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-1507344124408043791?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/1507344124408043791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=1507344124408043791&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1507344124408043791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/1507344124408043791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/nato.html' title='NATO'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zLzdRjNxI/AAAAAAAAAAk/h7R4HPepqSw/s72-c/KAKEAN+OMONG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-6044304411435577994</id><published>2008-02-18T16:21:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T16:40:04.032-08:00</updated><title type='text'>Kalah Strat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zIN9RjNvI/AAAAAAAAAAU/jVwPhsYbkc4/s1600-h/sport-f1_120x200.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169226614426515186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zIN9RjNvI/AAAAAAAAAAU/jVwPhsYbkc4/s320/sport-f1_120x200.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari ini saya kalah strat.&lt;br /&gt;maksudnya?&lt;br /&gt;Baru saja kemarin saya proklamirkan untuk merubah kebiasaan pagi hari dengan menulis... ternyata saya kalah start...&lt;br /&gt;lho kok bisa&lt;br /&gt;iyya... ketika bangun, sisa pemikiran yang jernih terus bergelayut dalam hati dan pikiran, bahkan ketika masih &lt;em&gt;ndoprok &lt;/em&gt;di kamar kecil, pikiran jalan terus, kalau mau sudah siap untuk dituangkan, kurang fokus itu apa... terlalu sibuk dengan fasilitas, mungkin...&lt;br /&gt;Tadi setelah bersih-bersih, buka pintu mall, biasanya langsung menghidupkan komputer, setel musik dan (seharusnya nulis...) tapi diluar dugaan listrik padam mendadak... &lt;em&gt;njeglek, &lt;/em&gt;waduh!!! tapi ketika saya lirik listrik tetangga masih hidup, saya sedikit tenang, saya hidupkan lagi dari meterannya... alhamduliillah beres. cuma... ada beberapa bagian yang nggak hidup, ketika saya hidupkan dari MCB pembagi (karena besarnya daya dan penggunaan, listrik di SMS dishare beberapa bagian) kalau saya biarkan berarti saya kurang tanggap, kalau saya nunggu ahlinya berarti ini bisa lama, kalau langsung saya betulkan sendiri, saya bukan ahli listrik, jadinya saya amati dulu, saya lihat jalurnya dan saya analisa.&lt;br /&gt;Secara umum listrik nyala, cuma bagian ini yang nggak nyala, kalau dipaksa mati semua, berarti kemungkinannya cuma bagian ini yang konslet atau kelebihan beban. Kalau dicarikan kabel altrenatif terlalu lama dan panjang waktu cari jalur dan perangkatnya... akhirnya saya deteksi dulu, ini konslet atau kena apa? Saya matikan semua, saya cabut stop kontak yang terhubung dengan jalur itu, kemudian saya hidupkan pusatnya, ternyata bisa... jadi seandainya konslet bukan dari kabel pusat yang tak terlihat alias tertanam dalam tembok, kalau ini yang terjadi tentu menyulitkan.&lt;br /&gt;Lalu saya hidupkan satu persatu, saya mulai dari yang urgen dulu, alias yang paling penting, yaitu server.. ternyata hidup... Alhamdulillah.. lalu satunya, hidup juga, lalu satunya, hidup juga, satunya lagi... normal dah.&lt;br /&gt;ternyata begitu simpel, sayang sekali kalau saya tadi menyerah duluan, bisa nggak jalan bisnis saya hari ini.&lt;br /&gt;Terus... saya cek penggodok air saya, kok nggak masak-masak. kalau yang satu ini saya nyerah, pasalnya setelah saya utak-utik tetap nggak nyala, kalau saya ngotot betulkan ini, bisa habis sisa hidup saya, dan ini nggak begitu urgen, masak air nggak bisa, langsung saja beli tehnya di sebelah. Rutinitas saya segera bisa jalan terus.&lt;br /&gt;setelah teh jadi, saya minum... &lt;em&gt;nge'dep&lt;/em&gt; komputer lalu..&lt;br /&gt;bingung...&lt;br /&gt;apa yang mau saya tuliskan???&lt;br /&gt;tengar-tenger beberapa saat&lt;br /&gt;setelah saya pikir sejenak, ya itu tadi kalimat pembuka di atas, saya kalah strat, kalah start sama listrik yang error, kalah strat oleh pemasak air yang rusak dan satunya lagi kalah start sama kebiasaan lama yang ternyata nyusul dan menyalip dengan cepat dari belakang.&lt;br /&gt;Waktu pesan teh di warung sebelah, tergeletak koran baru, dan orang pada asyik baca koran, saya jadi ikut-ikutan baca, jadilah pikiran saya asyik dengan berita hari ini, sehingga....&lt;br /&gt;Kacaulah out line saya hari ini, apa yang akan saya tuliskan hari ini menguap begitu saja.&lt;br /&gt;Sehingga tulisan saya jadi gini.. ni... menggelinding tanpa arah yang jelas.&lt;br /&gt;Tapi saya akan terus jalan, &lt;em&gt;sejelek-jeleknya (ini saya edit, saya berusaha meninggalkan bahasa negatif&lt;/em&gt;) bagaimanapun bentuknya tulisan saya pagi ini saya telah menulis kan? wahai yang pintar-pintar ajari dhong bikin out line... bikin fokus, sehingga tulisan bisa bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya janji.. hari ini juga nggak nunggu besok, saya susul lagi start hari ini saya mau nomor satu hari ini, bukan hanya sekedar nyampe di finish.&lt;br /&gt;mana suporternya...&lt;br /&gt;kasih dukungan dhong!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-6044304411435577994?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/6044304411435577994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=6044304411435577994&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6044304411435577994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6044304411435577994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/kalah-strat.html' title='Kalah Strat'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7zIN9RjNvI/AAAAAAAAAAU/jVwPhsYbkc4/s72-c/sport-f1_120x200.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-3132488758257080324</id><published>2008-02-17T18:15:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T18:47:41.756-08:00</updated><title type='text'>Itu mah biasa...</title><content type='html'>Apa yang baik teruskanlah&lt;br /&gt;apa yang kurang bermanfaat efektifkanlah&lt;br /&gt;apa yan kurang jelas tinggalkanlah&lt;br /&gt;apa yang buruk segera rubahlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya setelah bangun pagi kebisaan otomatis saya adalah kekamar kecil wudlu sekalian mandi terus sholat, dan... ini titik bagusnya, saya sudah tidak terbiasa tidur lagi atau bangun kesiangan (beberapa bulan lalu kebiasaan bangun kesingan akibat kecapekan muncul lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terbiasa kembali bangun pagi, tinggal isinya yang perlu ditata, kemarin setelah bangun biasanya bersih-bersih tempat kerja sambil nunggu yang piket pagi hari datang, ketika yang piket pagi hari sudah datang... saya telah menghidupkan 2 computer, yang satu computer server untuk menghidupkan suasana saya setel musik, yang kedua salah satu computer di warnet saya hidupkan, pertama untuk memancing langganan, kedua sambil baca koran via internet, lumayanlah penghematan, daripada beli koran terus lebih baik yang ada ini dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kurang terbiasa sih, baca koran itu nikmatnya pada timing pertama di pagi hari, bau kertas dan tintanya berbaur dengan minuman kita, sekaligus bau badan sebelum mandi adalah kenikmatan sendiri apalagi ditemani rokok... seperti merdeka hidup ini, itu idiom yang sering diulang-ulang beberapa kawan tentang hidup nikmat itu bagaimana, bergaya layaknya bos yang nggak dituntut jam kerja, padahal bos saja ya nggak kayak gitu gambarannya.&lt;br /&gt;Tapi lama-lama terbiasa juga, beberapa kebiasaan buruk atau yang nggak efektif saya rubah dengan bangun lebih pagi, kemudian bangun langsung minum kopi sambil merokok baca koran harian, ini juga sudah berubah, saya sudah tidak merokok sekaligus gak ngopi, sekarang paling minum teh, ternyata minum teh menyehatkan. Tidak merokok apalagi, walau sedikit aneh (tapi simaklah, &lt;em&gt;Islam itu dulu datang dianggap asing atau aneh, nanti lama-lama diakhir zaman akan dianggap asing/aneh juga&lt;/em&gt;) dulu remaja seperti saya merokok dianggap aneh, sekarang sebaliknya kalau ada pemuda seperti saya apalagi yang mukanya muka smoker kayak gini, kerjaannya (melukis, berpikir, berkreasi) identik dengan rokok nggak merokok dianggap aneh, justru itulah saya nggak ngerokok he.. he (gitu aja pake bahasa riwayat islam, padahal cuma mau dianggap beda) oke, saya suka yang beda memang, beda yang positif lho. kalau mau lihat cerita lengkapnya bagaimana saya bisa berhenti merokok beserta strateginya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, telah saya buktikan bahwasanya sebenarnya bisa!!! kita keluar dari belenggu diri sendiri, keluar dari kebiasaan kebiasaan buruk kita, hanya rutinitas pagi yang cuma berapa menit itu kalau saya rubah sudah berapa waktu dan finansial yang saya investasi ulang dengan baik.&lt;br /&gt;Satu, waktu saya bertambah, daripada tidur, kelihatannya cuma berapa jam... tapi kalau di hitung kali berapa hari hidup didunia ini, pasti jadi banyak hari. Kalau kita manfaatkan jadi tambah umur yang lebih bermanfaat, itu yang namanya do'a umur panjang dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langganan koran berhenti, lumayan uangnya bisa disodaqohkan, kalau mau baca, lebih dari sepuluh koran diinternet masih bisa. Uang rokok, pernah saya hitung uang rokok kalau kita investasikan... dalam waktu dua tahun kita sudah bisa naik haji oy..., walaupun saya merokok pakek uang sendiri lho (saya merokok sejak sering dapat order lukisan) mulai SMA, berarti hampir 10 tahun yang lalu, seharusnya saya sudah naik haji lima kali???&lt;br /&gt;lagi, saya keluar dari dari sisi syubhat dalam hidup saya... rokok sampai sekarang masih diperdebatkan. Nggak usah berdebat masalah hukumnya, tapi saya lebih enjoy ketika sholat dan berkomunikasi denganNya mulut saya nggak bau sengak ketika mengucapkan lafal-lafalNya... Yang jelas secara finansial lebih untung orang nggak merokok (jujur), lebih sehat (jujur) lebih manis (he he) orang yang gak merokok, lebih disukai camer (&lt;em&gt;calon morokewut&lt;/em&gt;) kecuali kalo camernya dukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, to the poin, hari ini saya nggak ingin kita perang masalah pilihan merokok vs nggak merokok, koran vs koran online, bangun pagi atau bangun siang atau malah gak bangun sekalian(?), tapi yang ingin ditekankan adalah sebenarnya bisa kita merubah kebiasaan, dan nggak usah lihat motifnya yang sebagian orang bilang alah gitu aja diperdebatkan, wong masalah rokok, koran , bangun pagi aja omongnya kayak bahas situasi negara yang gawat saja.&lt;br /&gt;Sekali lagi jangan lihat sederhananya, nggak akan besar orang yang meremehkan hal-hal kecil lho, ini menurut junjungan kita kanjeng Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... mulai rubahlah apa yang kurang baik seremeh apapun, dan jangan anggap remeh, apa yang anda lakukan akan jadi besar bila kita lakukan dengan serius dan kita investasikan untuk kebaikan. Karena tiada yang pasti didunia ini kecuali perubahan itu sendiri, kalau kita nggak mau berubah, kita akan dilindas sejarah, dan itulah yang bisa kita rubah... kebiasaan, kepercayaan, ilmu dan pengetahuan. Itu yang bisa kita rubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita nggak bisa merubah taqdir, kita nggak bisa merubah bentuk fisik kita, kecuali penampilannya, kita nggak bisa merubah besarnya otak kita, kecuali isinya, kita nggak bisa merubah gender kita, laki-laki atau perempuannya tapi kita bisa merubah yang namanya kejantanan kita, banyak sekali laki-laki yang kayak perempuan alias gak jantan, demikian juga banyak juga perempuan yang jadi jago mengalahkan pejantan-pejantan yang lembek cengeng dan loyo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... mulailah berubah... rubahlah kebiasaan-kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik... nggak usah terlalu ekstrim, dari hal-hal yang kecil dulu saja, nggak usah dipaksakan, mulailah merubah satu-persatu saja, jangan langsung dirubah semua, bukannya nggak mungkin, malah jarang berhasilnya, satu saja, bayangkan kalau tiap hari... sudah 365 kebiasaan buruk kita rubah dalam setahun, setahun... kalo puluhan tahun, nggak mustahil kita bisa mendekati taqdir kita mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hal terkini yang sedang mulai saya rubah, baca koran di pagi hari... mulai saya rubah dengan ini..ni menulis... kenapa? Ya karena kondisi terkini, saya baru saja mendapatkan ilmu kalau bisa kita masukkan hal positif-positif dalam pikiran dan batin kita, dan hati-hati dengan yang kita isikan dalam pikiran dan batin kita apalagi di pagi hari, koran adalah sumber informasi, sebaliknya rupanya koran juga sumber berita terkini, lah koran itu banyak bahasa negatifnya, beritanya bombas, negatif, semisal kerusuhan, tragedi dll sebagian ada sih berita positif, tapi prosentasenya lebih besar negatifnya, coba simak, kaji, dan hitung, berapa banyak berita negatif yang kita masukkan dalam otak kita tiap hari...  pagi baca koran kerusahan... siang kerja dengar gosip tetangga... sore lihat infotainment mengobok-obok bobrok rumahtangga orang, malam sebelum tidur rasan-rasan kelakuan teman. Sharing... ini akan mempengaruhi pikiran kita, kalo TV sudah lama saya talak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya saya rubah kebiasaan baca koran dengan sebaliknya menulis... lho? Kok gitu. Ya namanya merubah ya saya coba yang jelas kebalikannya, saya yakin ada baiknya, pertama saya belajar menulis... bayangkan kalau sebulan saja menulis dipagi hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 tulisan yang masih fresh dipagi hari saya buat, dan 30 tulisan akan diapresiasi dan dikoreksi banyak pihak, daripada baca koran, (&lt;em&gt;bukannya koran gak penting lho, tapi kalau sudah jadi ketagihan, sudah gak efektif namanya&lt;/em&gt;) ini sama dengan bikin koran sendiri. balas dendam, kalau dulu dimakan koran pada saatnya saya akan makan koran lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mustahil tulisan saya akan semakin baik. Dalam setahun ada 365 tulisan saya yang semakin bermutu, kalau dikodifikasi jadilah buku... buku akan menjembatani kita jadi orang berilmu saya akan jadi ilmuan karena menciptakan buku... kalau kebiasaan itu saya teruskan saya akan jadi jutawan dari hasil buku-buku itu... lalu kalau tulisan ini saya teruskan akan jadi nggak mutu karena terlalu menghabiskan waktu silahkan dilanjutkan sendiri mimpi saya dipagi hari ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jadi salam kehangatan yang bermutu&lt;br /&gt;Sebagaimana sinar mentari yang mulai merambat, hangat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-3132488758257080324?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/3132488758257080324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=3132488758257080324&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3132488758257080324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3132488758257080324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/apa-yang-baik-teruskanlah-apa-yang.html' title='Itu mah biasa...'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-901182513236440272</id><published>2008-02-17T05:13:00.001-08:00</published><updated>2008-02-17T05:13:37.784-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-901182513236440272?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/901182513236440272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=901182513236440272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/901182513236440272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/901182513236440272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/blog-post.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-7389026887157097886</id><published>2008-02-17T04:21:00.001-08:00</published><updated>2008-02-17T04:27:05.591-08:00</updated><title type='text'>yang terasa nyantol di hati...</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;bila mata bertemu mata &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;akan datang rasa kasih.&lt;br /&gt;Bila hati bertemu hati &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;akan datang rasa sayang.&lt;br /&gt;Tapi bila dahi bertemu dengan ....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sajadah,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;akan terasa kebesaran Sang Ilahi &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;yang selalu nyantol di hati...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-7389026887157097886?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/7389026887157097886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=7389026887157097886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7389026887157097886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/7389026887157097886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/bila-mata-bertemu-mata-akan-datang-rasa.html' title='yang terasa nyantol di hati...'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-756588567956658848</id><published>2008-02-17T04:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T05:34:33.257-08:00</updated><title type='text'>DIAN SASTRO, PELEPAS DAHAGA, PERS, SENSOR DAN FILM PORNO</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7g30tRjNuI/AAAAAAAAAAM/u1x4NoLhy5I/s1600-h/dian-sastro.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167941951053575906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7g30tRjNuI/AAAAAAAAAAM/u1x4NoLhy5I/s320/dian-sastro.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/moviegoers.wordpress.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Belakangan ini nyaris saya pengen hiatus. bukan karena terlalu sibuk, karena sibuk adalah aktualisasi. Bukan karena ikut-ikutan &lt;a href="http://santribuntet.wordpress.com/2008/01/07/latah-hiatus/"&gt;Kang Kurtubi &lt;/a&gt;atau &lt;a href="http://edratna.wordpress.com/2008/01/26/makin-sibuk/"&gt;Bu Enny&lt;/a&gt;. Bukan karena tidak punya ide tulisan, karena dikepala saya sangat banyak hal yang ingin saya tulis. Cuman sepertinya isi kepala ini tengah seperti benang kusut. Yang jika saya tuliskan, hanya akan membuat kusut yang membacanya. sampai akhirnya hari ini, seorang selebritis yang tengah populer di kalangan blogger belakangan ini karena telah melepaskan dahaga banyak para pria muncul di &lt;a href="http://www.detikhot.com/"&gt;detik.com&lt;/a&gt;.&lt;a id="more-151"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya, mulai dari &lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=177"&gt;baca blog mas imam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://tikabanget.com/2008/01/31/blog-pemuas-dahaga-ituh"&gt;ngintip blognya tika&lt;/a&gt; yang tengah merindukan lahirnya &lt;a href="http://buanadara.wordpress.com/"&gt;blog&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://blog.diansastrowardoyo.net/"&gt;blog &lt;/a&gt;pelepas dahaga bagi wanita, lalu wanita itu nongol dan bicara tentang film maker indonesia yang tidak akan membuat film porno, sehingga tidak perlu ada Lembaga Sensor Film. Akhirnya ada ide ringan yang ingin saya sampaikan.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, masih menggantung di listing tulisan yang saya ingin tulis, otak saya telah bertanya-tanya, masih adakah media atau pers yang obyektif, yang menulis berita dengan ketidakberpihakan ditengah kekuatan pemilik, pengusaha dan penguasa.Dibanyak negara, terutama di negara maju, kekuatan pers telah lama menjadi kekuatan yang luar biasa setelah kekuatan legislatif, eksekutif dan legislatif. Dan sekarang, kekuatan yang satu ini semakin kuat saja dengan tumbuh pesatnya teknologi informasi. Issue tentang konsep peperangan dan penjajahan memang telah lama bergeser. Sudah tidak asik lagi perang pake senjata. Perang pakai senjata sekarang justru menjadi trend untuk media hiburan alias perang-perangan. Sekarang peperangan telah bergeser pada perang informasi.&lt;br /&gt;Sebuah perang yang sangat berbahaya. Tidak mematikan jasad, tapi mampu mematikan pemikiran dan jiwa. Perang yang mampu mencuci otak orang, melakukan mobilisasi, bahkan mampu menghilangkan kesadaran orang tentang kebaikan dan kebenaran. Kekuasaan pers memang luar biasa. Makanya jangan kaget banyak pihak tertarik untuk terlibat dalam industri ini. Sometimes tidak dalam perspektif bisnis yang ingin mencari keuntungan, tapi untuk keperluan yang lain, meski industri ini malah menghabiskan uang.Ketika Alm. Soeharto berkuasa, lalu jatuh, eforia tentang kebebasan pers yang selama ini terpenjara menjadi menguak, sampai akhirnya departemen penerangan dibubarkan. Gus Dur, presiden saat itu membuka gerbang kemerdekaan pers. Namun di acara kick andy, Andy Noya pun menggugat Gus Dur sebagai orang yang bertanggungjawab atas kemerdekaan (baca : kebablasan) pers di Indonesia.&lt;br /&gt;Ya. Sadar atau tidak kemerdekaan pers telah berubah menjadi kebablasan pers. Tidak penting kita memperdebatkan ini karena contohnya sudah terlalu banyak. Lihat saja tabloid-tabloid yang bahkan lebih brutal daripada stensilan Enny Arrow yang untuk pertama kali saya baca dengan takut-takut waktu sedang bimbingan test di Bandung setelah lulus SMA. Semua berbicara atas nama kebebasan pers. Gerbang itu sudah terbuka. Andai ada sebagian dari rekan-rekan pers yang juga ikut menghujat lahirnya media-media yang tidak bertanggungjawab, tapi kemerdekaan pers toh ujung-ujungnya menjadi bumerang yang oleh pelaku pers yang benar-benar berada dalam koridor positif kemerdekaan pers itu sendiri, karena tidak mampu membatasi media-media rusak tersebut. Dan jika tidak hati-hati, konsepsi kapitalisme itu akan terjadi di dunia pers.&lt;br /&gt;Ya. Seorang teman dalam diskusi menyampaikan. Kapitalisme itu akan mati oleh kapitalisme itu sendiri. Dan saya fikir, hal yang sama akan terjadi di dunia pers kita.&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan komentar jeng Dian di detik.com?&lt;br /&gt;Belakangan para sineas tengah menggugat keberadaan lembaga sensor. LSF oleh komunitas sineas yang menamakan Masyarakat Film Indonesia menganggap LSF tidak menjalankan tugas dengan benar. LSF hanya tukang potong film yang tidak melihat esensi potongan tersebut, yang bisa membuat keutuhan film dan pesan yang ingin disampaikan menjadi tidak sampai. Dan oleh karena itu, LSF sebaiknya diganti dengan Lembaga Klasifikasi Film.&lt;br /&gt;Salahkan teman-teman MFI? Jelas tidak. Saya setuju bahwa “dalam perspektif pekerja film” memotong tanpa melihat esensinya, bisa merusak esensi itu sendiri, seperti sebuah tulisan yang dipotong ditengah-tengah (mengutip istilah Jeng Dian). Saya setuju, sebagaimana komentar Riri Riza, bahwa LSF belum menjalankan tugasnya karena masih ada anak-anak dibawah umur bisa menonton film yang bukan pada umurnya. UU perfileman sudah tidak sesuai dengan jamannya. Semua, demi masa depan perfilman Indonesia. Setuju untuk itu.&lt;br /&gt;Lalu apa masalahnya?&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah perspektif tersebut bisa kurang tepat jika dilihat dari perspektif pemerintah yang harus pertanggungjawab untuk masa depan rakyat, bukan hanya masa depan masyarakat film. Dalam kondisi dimana hukum belum berjalan dengan baik, kesadaran masyarakat belum ter-konstruk dengan baik, anak-anak di banyuwangi bisa dengan gampang mendapatkan korek api mainan yang jika dihidupkan bisa mengeluarkan gambar porno, VCD bajakan masih bertebar dimana-mana, aturan tentang batas umur menonton film toh juga kalah dengan kepentingan industri yang ingin ruang bioskopnya penuh, maka keinginan yang baik ini menjadi tidak sederhana untuk diterapkan. Bahkan, ketika misal lalu LSF menjadi lembaga Klasifikasi Film, mengklasifikasikan film sesuai tingkat umur dan kepantasannya, lalu bioskop dengan ketat mengecek KTP para penontonya agar anak-anak yang belum cukup umur tidak bisa menonton film 17 tahun keatas, tetap saja tidak bisa dibatasi sedemikian rupa. Kenapa? Ya, karena pembuatan KTP toh masih bisa dikadali. Anak-anak yang belum layak pegang KTP masih bisa punya KTP. Atau yang agak pinter bisa bikin KTP sendiri menggunakan Adobe Photoshop. dan masih banyak penyelewengan yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt;Mengutip komentar Jeng Dian bahwa dia dan teman-teman MFI tidak akan membuat film porno, saya mungkin bisa percaya. Tokoh-tokoh seperti Nia Dinata, Riri Riza, atau seperti Pak Dhe Totot, Mas Iman, saya percaya bahwa mereka tidak ingin membuat industri film kita kebablasan seperti itu. Tapi, permasalahannya, siapa yang menjamin tidak lahirnya sutradara baru yang bikin Vivid Interactive versi Indonesia, lahir artis secantik Jeng Dian namun mau jadi artis porno, mengingat UU Perfilman mengizinkan hal itu, dan LSF toh cuma akan bisa melakukan klasifikasi? Sama halnya dengan tokoh-tokoh pers yang katanya idealis atau media-media besar sekelas Kompas atau Tempo yang akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa ketika media kacangan seperti Tabloid Bibir Mer dan sebagainya hadir atas nama kebebasan pers.&lt;br /&gt;Ini pendapat pribadi. Saya bukan pro LSF, bukan pula bagian dari MFI. (ngimpi kali gue yah hueihiuehiue). Walaupun saya sadar sulit untuk membuktikan kepada orang lain bahwa saya objektif, saya tidak subyektif dalam kultur masyarakat yang masih memandang “siapa yang bicara” ketimbang “apa yang disampaikan”. Mungkin tokoh-tokoh MFI perlu baca t&lt;a href="http://caping.wordpress.com/2008/01/28/sensor/"&gt;ulisan tukang caping &lt;/a&gt;yang satu ini Dalam sebuah kondisi, seorang teman pernah mengingatkan saya untuk “diam” dan “tidak berkontribusi”. Karena terlibat aktif, sedikit aktif, akan menimbulkan persepsi banyak orang. Begitu pula ketika saya bilang sebaiknya saya keluar arena karena saya paling tidak bisa tidak berkontribusi apa-apa, disarankan tidak dijalankan. Karena mengambil tindakan tersebut juga dianggap sebuah kontribusi. Dengan bahasa yang berbeda, seorang teman juga pernah bilang “Ini masalahnya sudah tentang elu Do. Mau sebenar apapun yang lu niatkan, sampaikan, dan lakukan, ya salah. Pulpen miring pun bisa jadi alat kesalahan ketika yang melakukan itu adalah elu”.&lt;br /&gt;Saya hanya bisa garuk-garuk kepala. Begitu kuat paham “siapa” di masyarakat ini. Berbeda adalah salah dan berdosa.So, kembali ke tema tadi, maka dalam melihat sesuatu, memang dibutuhkan orang yang mampu melihat secara “kaffah”. Secara utuh. Secara menyeluruh. Kita tidak bisa hanya memandang dari 1 sudut pandang saja. Karena ketika kita berada dalam kebenaran manusia, maka kebenaran hanyalah sebuah perspektif. Saking luar biasanya manusia, bahkan hal paling sakral sekalipun seperti agama bisa dianggap sebagai sebuah produk imajinasi belaka.&lt;br /&gt;So? Memang tidak gampang untuk mengambil sebuah keputusan ketika ini sudah menyangkut hajar hidup orang banyak. Disinilah dibutuhkan sebuah kebijaksanaan. Yang mampu memposisikan segala sesuatu dengan pas. Tepat. Sesuai. Namun begitu lah tugas sang khalifah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-756588567956658848?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/756588567956658848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=756588567956658848&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/756588567956658848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/756588567956658848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/dian-sastro-pelepas-dahaga-pers-sensor.html' title='DIAN SASTRO, PELEPAS DAHAGA, PERS, SENSOR DAN FILM PORNO'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BbUDUrxh7_w/R7g30tRjNuI/AAAAAAAAAAM/u1x4NoLhy5I/s72-c/dian-sastro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-8346539250817533649</id><published>2008-02-17T01:34:00.001-08:00</published><updated>2008-02-17T01:36:09.163-08:00</updated><title type='text'>tahu sedikit... bicara banyak???</title><content type='html'>Saya ngertinya dulu cuma action… dalam setiap langkah selalu saya iringi kepercayaan.&lt;br /&gt;Percaya kalau saya bisa, percaya kalau kita mau pasti ada jalan keluarnya.. percaya kalau selama kita nggak melakukan kesalahan pasti dibimbing olehNya… petunjuk datang dengan sendirinya…&lt;br /&gt;Kepercayaan itu sebanding dengan kwalitas iman seseorang, kalau orang bilang  percaya atau beriman adanya Tuhan ternyata dalam kenyataannya mereka nggak berani bercita-cita tinggi karena kurang percaya dengan kemampuan dirinya maka sebatas itulah kwalitas seseorang dinilai.&lt;br /&gt;Dan kepercayaan itu bukan hanya sekedar dikata-kata atau bualan saja, tapi definisi iman yang sesungguhnya, disamping keyakinan kuat yang tertanam dalam hati, diikrarkan dengan kata-kata juga diparaktekakkan dalam bentuk karya nyata bukan sekedar angan-angan kosong atau bualan gombal mukio belaka.&lt;br /&gt;Akhirnya mau tidak mau kalau sudah percaya ya harus mau berusaha dan karena kepercayaannnya yang tinggi itu pula usahanya juga maksimal, karena buat apa berusaha kalau yakin gak akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu pasti ada nekatnya  karena modalnya cuma kepercayaan yang tinggi dan mau melangkah, kekurangannya di ilmu, ya akhirnya babak belur juga, diperjalanan sering jatuh bangun, tapi ya lumayan juga ada seninya. Kehidupan ini nggak ada manis kalau nggak ada pahit, demikian juga nggak ada itu sebetulnya pahit kalau kita lakukan dengan keihlasan, kita telan sebagai pil atau obat yang semakin membuat kita kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari modal terus melangkah itulah sepertinya kita dibimbing sampai mendapatkan ilmu dan akhirnya saya menemukan komunitas TDA yang punya rumusan BDSA (Belife, Dream, strategi &amp;amp; Action)&lt;br /&gt;Percaya / iman, Mimipi/Cita-cita,  Strategi/ilmu, Action. Jadi itu urutannya.&lt;br /&gt;Pertama yang harus diobarak-abrik adalah kepercayaan kita tentang ilmu dan wawasan tentang kehidupan dan fungsinya hidup sampai apa itu kekayaan dan kaya itu, apa itu berusaha. Dls&lt;br /&gt;Kemudian membangun mimpi, harus mimipi dan cita-cita itu harus dibangun kalau perlu diwujudkan dalam bentuk nyata, bisa ditulis, bisa divisualkan dalam bentuk gambar  dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Semakin berguru semakin saya praktekkan mimpi saya itu saya proklamirkan dikhalayak supaya direspon dan disaksikan banyak pihak… itu akan memacu semangat dan apa itu istilahnya loA (nanti kita pelajari yang satu ini), sekali lagi saya itu tahunya cuma mempraktekkan apa yang saya yakini benar…&lt;br /&gt;jadi ilmunya menyusul belakangan.&lt;br /&gt;Dan belakangan ini saya mendapatkan banyak sekali bahasa-bahasa yang sesuai dengan yang telah kita lakukan selama ini dan bahasanya lebih mudah dicerna, sehingga beberapa hal saya sampaikan dalam bentuk yang berbeda.&lt;br /&gt;Nanti saya urai satu persatu&lt;br /&gt;Ingatkan ya… yang sudah kita sentul adalah Beliefe and Dreams, selanjutnya kita ublek-ublek Strategi and Action.&lt;br /&gt;Hon ma’af juga kalau pembahasannya sepotong potong atau juga meloncat-loncat, ya..itu tadi.. saya ini sementara ini tahunya  cuma action, kalau nanti saya tahu ada strategi nulis dan membahas yang baik akan segera kita benahi tulisan saya.&lt;br /&gt;Salam perjuangan…&lt;br /&gt;Selamat menikmati hidupa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-8346539250817533649?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/8346539250817533649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=8346539250817533649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8346539250817533649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/8346539250817533649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/tahu-sedikit-bicara-banyak.html' title='tahu sedikit... bicara banyak???'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-3074510738031500760</id><published>2008-02-16T17:15:00.000-08:00</published><updated>2008-02-16T18:23:07.599-08:00</updated><title type='text'>Pesantren Ilmu Giri</title><content type='html'>JAWA POS, Senin 11 Februari 2008, memuat opini berjudul Madrasah Hijau Indonesia tulisan Dr Saleem H. Ali, wakil Dekan Pendidikan Tinggi di University of Vermont’s Rubenstein School of Emvironment.&lt;br /&gt;Dalam tulisan itu ia menulis tentang bentuk gerakan lingkungan hidup yang dipelopori Nasrudin Anshory di pedalaman Jawa Tengah yang komitmennya terhadap bumi tidak didasarkan pada buku-buku teks konservasi dari Barat.&lt;br /&gt;Tak ada yang salah pada tulisan Saleem H. Ali’itu.&lt;br /&gt;Tetapi, ada hal kecil yang perlu diluruskan.&lt;br /&gt;Lembaga penggiat lingkungan hidup tersebut sebenarnya bukan madrasah dalam pengertian umum.&lt;br /&gt;Sebenarnya sejenis pesantren atau lebih tepat disebut "Pesantren Budaya Ilmu Giri". Kebetulan sayalah yang diminta mencari nama pesantren itu. Diberi nama Ilmu Giri karena yang diajarkan adalah ilmu model budaya giri (gunung).&lt;br /&gt;Yang diajarkan di situ adalah ilmu mencintai alam dan lingkungan berdasarkan tradisi nenek moyang.&lt;br /&gt;Sejak didirikan lima tahun lalu, santrinya adalah masyarakat di sekitar pesantren. Jumlahnya 840 kepala keluarga yang bukan hanya mengaji agama, tapi juga mengaji alam dengan cangkul. Mereka mudah diajak mencintai lingkungan karena bahasa yang dipakai menggunakan idiom lokal (Jawa). Tempatnya yang benar bukan di pedalaman Jawa Tengah, melainkan di puncak salah satu "pegunungan seribu", tepatnya di Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;Di lereng-lereng gunung itulah masyarakat kembali menggarap tanah warisan. Ahli waris yang baik tidak boleh membiarkan tanah warisan para pahlawan menjadi lahan tidur yang tidak produktif.&lt;br /&gt;Cinta warisan itu bertemulah dengan nilai-nilai agama, sebagaimana firman Tuhan, "Allah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menyuruh kamu memakmurkan bumi" (QS. Hud, ayat 61).Dari sini lahir sejenis teologi, berupa perpaduan antara perintah Tuhan untuk memakmurkan bumi dengan naluri dan cita mulia manusia untuk hidup sejahtera.&lt;br /&gt;Teologi seperti itu bukan diajarkan sebagai kata-kata yang dihafalkan, tapi lebih diupayakan menjadi etos yang menggerakkan kerjanya. Kini kerja nyata masyarakat sekitar pesantren telah mengubah lereng gunung yang tandus itu menjadi hutan sekaligus lahan pertanian yang bisa dipetik hasilnya.Barangkali itulah sebabnya banyak menteri dan peneliti datang ke Pesantren Ilmu Giri, termasuk Saleem H. Ali pada November 2007.&lt;br /&gt;Dalam rangka menggerakkan masyarakat peduli alam itu, Jumat 15 Februari 2008, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (LPPM-UGM), yang dipercaya Unesco sebagai pusat program pembangunan dan pendidikan berkelanjutan mengadakan rapat konsolidasi Regional Centres of Expertise (RCE) Yogyakarta.&lt;br /&gt;Tidak kurang dari 14 lembaga, yayasan, dan komunitas yang diundang, mulai Walhi Yogyakarta sampai pengurus Komunitas Code Utara. Pesantren Ilmu Giri diwakili KH Nasrudin Anshory. Saya ikut mendampingi.Di bawah pimpinan Dr Joko Prastowo MSi, dialog berjalan lancar.&lt;br /&gt;Hampir tidak ada perdebatan karena semua bertekat bulat untuk membantu masyarakat.Ada istilah yang dimunculkan oleh pimpinan sidang, yaitu "empati". Istilah "empati" dan "altruisme" memang tidak populer di negeri ini. Meskipun demikian tidak berarti masyarakat tidak punya sensibilitas kemanusiaan.&lt;br /&gt;Toh dari budaya Jawa sendiri, ada ungkapan menehana teken marang wong kang wuta (berilah tongkat kepada orang buta).&lt;br /&gt;Maksudnya, menggiatkan umat untuk sadar, cerdas, dan berdaya di tengah percaturan hidup.&lt;br /&gt;Nah, kerja yang digagas Unesco dan LPPM-UGM ini kalau benarbenar terwujud adalah manifestasi dari adagium lokal (Jawa) di atas.&lt;br /&gt;Bukankah itu altruisme ala Indonesia? Apalagi program pembangunan dan pendidikan berkelanjutan mempunyai visi hamemayu hayuning bawana (mewujudkan kemakmuran dan keindahan alam semesta).&lt;br /&gt;Ternyata, Unesco, UGM, Walhi, Ilmu Giri, dan komunitas lainnya jika bergandeng tangan dan berniat ikhlas untuk kemanusiaan, menjadi tidak mempunyai alasan untuk berbeda. Apalagi memperuncing perbedaan. Di sini ilmu gunung dan ilmu pesisir menjadi satu visi. Bahkan Barat dan Timur menjadi satu tujuan: sejahtera dalam kebersamaan. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-3074510738031500760?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/3074510738031500760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=3074510738031500760&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3074510738031500760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3074510738031500760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/pesantren-ilmu-giri.html' title='Pesantren Ilmu Giri'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-2324681447571858815</id><published>2008-02-16T05:05:00.000-08:00</published><updated>2008-02-16T18:09:06.433-08:00</updated><title type='text'>Senang memulai, senang mempelopori...</title><content type='html'>Orang itu hobi atau kesenangannya macem-macem...&lt;br /&gt;cuma ada yang kesenangannya itu bikin orang lain susah&lt;br /&gt;ada juga yang kesenangannya itu disamping membuat senang dirinya sendiri juga mbuat orang lain ikut senang&lt;br /&gt;kesenangan itu biasanya bisa jadi virus yang menjangkit&lt;br /&gt;yang bisa mempengaruhi orang&lt;br /&gt;kalau virus tersebut baik, maka kita akan terus mendapatkan tuahnya selama virus itu menjangkit dan menjangkiti orang lain...&lt;br /&gt;demikian juga kalau virus itu jelek, langsung atau tidak langsung menjangkiti orang lain, selama menyebar pada orang lain, kita kena getahnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba barang baru biasanya membuat kita senang.&lt;br /&gt;seperti baju baru... sepatu baru... mobil baru... pacar baru ...bojo baru he...he...(???) He  he ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai sesuatu yang baik juga membuat kita semangat&lt;br /&gt;kebetulan akhir-akhir ini saya sedang demam dan demen ngeblog (membuat dan mengutak-atik blog)&lt;br /&gt;dan rupanya kesenangan terbaru saya ni menyebar bak virus pada teman-teman seantero negeri ini (kami punya negeri sendiri hi...hi...) &lt;br /&gt;Cuma saya perlu menilik ulang kebisaan ini akan jadi virus baik atau malah sebaliknya... kalau jadi virus yang baik, oke. kalau sebaliknya berarti perlu ditinjau ulang.&lt;br /&gt;kalau saya tilik sedikit, sepertinya ini virus yang baik&lt;br /&gt;saya lihat orang-orang besar pada bikin blog&lt;br /&gt;saya tiru kelakuan orang-orang besar yang baik-baik&lt;br /&gt;mereka menyebarkan virus kebaikan lewat blog-blognya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daripada...&lt;br /&gt;kebisaan chating  yang beberapa hari kemarin sedang mengganas ditempat ini&lt;br /&gt;saya kurang sreg saja melihatnya&lt;br /&gt;saya kurang bisa melihat sisi baiknya&lt;br /&gt;masalahnya yang terlihat memang justru jeleknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita ulas sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo diperhatikan gaya chatingnya anak-anak ini jelek sekali... mereka mulai belajar bohong, ada yang laki ngaku perempuan ada yang pr ngaku lk dst bahkan tak jarang yg hombreng, 2 jarang yg serius, andaikan serius tujuan dan manfaatnya nggak jelas. satu kebohongan akan menjurus kearah kebohongan lainnya. 3 habis habisin waktu, kalau sudah cathing sering lupa waktu, 4 melalaikan tugas, karena keasyikan mein-main tugas utamanya terabaikan. 5.bikin nggak kreatif.. kayaknya internet bisanya cuma itu thok aja... malu-maluin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke, memang ada chat yang bagus untuk keperluan tertentu, tapi kelihatannya jarang sekali yang ini... kebanyakan ya itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cari hiburan lain yang lebih bagus banyak sekali artinya hiburan yang bermanfaat. Kalau kita mengarahkannya dan membiasakan diri kita pada hiburan yang bermanfaat maka terbiasalah kita kan manfaatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa manfaatnya blog&lt;br /&gt;saya meliriknya karena sebelumnya saya banyak mengambil manfaat dari blog-blog atau situs atau portal-portal yang lain, dari situlah saya tertarik untuk bikin blog sendiri, supaya lebih intensive komunikasinya dengan mereka-mereka yang lebih luas ilmunya.&lt;br /&gt;Catatannya saya betul-betul cari yang bermanfaat (nanti saya beri tips menghindari yang kurang bermanfaat dari ngne't)&lt;br /&gt;karena itu juga segera saya bahas disini, supaya virus yang tersebar &lt;em&gt;semoga dan harapan saya serta akan terus saya jaga&lt;/em&gt; adalah virus yang baik... karena tahu sendirikan virus itu kalau sudah menjangkit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi, kenapa blog?&lt;br /&gt;pertama minim penyelewengan...&lt;br /&gt;sebab blog itu sangat jantan, jelas sekali pembuatnya, profilnya dan ada aturan mainnya&lt;br /&gt;link dari blog itu nanti sejak awal akan kita setting ke link-link yang bermanfaat&lt;br /&gt;tujuan utama saya ngeblog memang tuk ngelink blog-blog dan kenalan yang hebat-hebat supaya bisa dibaca dan bisa membuka wawasan teman-teman lain, supaya jangan tahunya cuma ( hai.. /leh nal... /sy cw 17 thn kesepian../ lk2 bujang lg kasmaran) dsb yang saya kira tai kucing saja itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi, blog itu bikin lebih kreatif&lt;br /&gt;belajar nulis, belajar bearkomunilas, belajar berekspresi dan belajar bergaul dengan benar. Karena blog kita akan dikenal dan dibaca banyak orang, bahkan seluruh duniapun bisa, kita akan diapresiasi banak orang, akan belajar bersama-sama orang sedunia, kalau salah diingatkan, kalau ada yang positif diuji ulang, didiskusikan, lalu disebarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah bersenang-senang&lt;br /&gt;Belajarlah memulai hal-hal baru (yang positif) yang bikin orang lain ikut senang juga.&lt;br /&gt;belajarlah jadi pelopor (pemula) yang memulai hal-hal yang baik pula&lt;br /&gt;jangan hanya suka jadi pengekor (sudah ngekor, yang jelek pula yang diikuti)&lt;br /&gt;kalau nggak bisa, minimal jadilah pengekor hal-hal yang baik...&lt;br /&gt;menyenangkan orang lain atau membuat orang lain senang dalam konstruksi yang positif itu barokah. Barokah akan membuat hidup kita semakin indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati-hati dengan kebiasaan kita yang berhubungan dengan kesenangan, kalau sampai diikuti orang lain ya kalau itu baik... kalau jelek...&lt;br /&gt;kita juga akan ikut nerima...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertulis dalam Blognya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengeran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang suci, yang artinya: "Barang siapa melakukan sedikit saja perbuatan baik maka setimpal kebaikannya akan diperolehnya, demikian juga perbuatan buruk akan setimpal juga diperolehnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam semangat selalu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-2324681447571858815?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/2324681447571858815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=2324681447571858815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/2324681447571858815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/2324681447571858815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/senang-memulai-senang-mempelopori.html' title='Senang memulai, senang mempelopori...'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-4714681689842240255</id><published>2008-02-14T04:05:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T04:33:56.497-08:00</updated><title type='text'>Take Action</title><content type='html'>kita harus bersyukur sekali diberikan dua hal yang paling berharga dan takterbatas nilainya...&lt;br /&gt;satu &lt;strong&gt;pikiran&lt;/strong&gt; dua &lt;strong&gt;waktu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;kalau kita bisa mendayagunakannya sebaik mungkin, tidak ada namanya kesulitan modal dan kekurangan ilmu atau tidak punya pengalaman yang selama ini dikeluhkan banyak orang.&lt;br /&gt;sehingga membuat mereka lemah dan cenderung tidak mau berusaha.&lt;br /&gt;Waktu tak terbatas, coba hitung berapa waktu kita yang terpakai efektif dalam sehari...&lt;br /&gt;kedua pikiran... coba dipakai apa saja, kita pakai olah fikir atau cenderung kita manjakan untuk berpikir yang ringan-ringan atau malah kita manjakan dengan bualan dan hiburan yang tiap hari seakan jadi komsumsi wajib.&lt;br /&gt;Satu manajemen waktu...&lt;br /&gt;kedua kekuatan daya kreatifitas...&lt;br /&gt;kata kuncinya mau&lt;br /&gt;Waktu yang tak terbatas itu bagaimana cara mendayagunakannya&lt;br /&gt;terkadang saking sibuknya kita seakan-akan waktu itu sempit padahal ternyata kita nggak dapat apa-apa.&lt;br /&gt;sebaliknya terkadang bingung mau ngapain... lolak lolok gak karuan sehingga larinya kearah pekerjaan yang gak efektif atau malah cari hiburan yang berujung pada tumpulnya mental juang dan lemahnya kreatifitas kita karena sering dimanjakan itu...&lt;br /&gt;Kalau saya perhatikan gaya aktifitasnya crew SMS Batu ini... jujur saja bisa dibilang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;nggak matching...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;baru mulai On.. eee tiba-tiba saja udah ketundung usermau main net nagalah dulu ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-4714681689842240255?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/4714681689842240255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=4714681689842240255&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4714681689842240255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4714681689842240255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/take-action.html' title='Take Action'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-3605710890939167598</id><published>2008-02-13T16:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-16T19:04:32.889-08:00</updated><title type='text'>kembali ke titik nOl</title><content type='html'>Mulai lagi... memulai lagi...&lt;br /&gt;ide jalan terus&lt;br /&gt;lumayan sambil belajar blog ini saya anggap sebagai harddisk untuk menyimpan semua unek-unek, kejadian, rencana dan cerita dan macem-mecem, sebab situasi yang rupanya agak sulit di SMS Batu.&lt;br /&gt;Kadang-kadang bingung karena sudah nggak punya posisi, baik posisi dalam arti harfiah ataupaun maknawi.. maksudnya posisi tempat duduk&amp;amp;meja di kantor sms yang mini sudah penuh, demikian juga posisi pekerjaan juga mulai ringan... artinya sistem yang dibangun mulai berjalan....&lt;br /&gt;sehingga ketika nggak ada posisi jadi bingung... mau selesaikan pekerjaan dimana??&lt;br /&gt;jadilah ngumpet di KBU nya Warnet... tak jarang ngenet sampai jenuh...&lt;br /&gt;jeleknya kalau mengerjakan sesuatu datanya nggak pernah bisa kesimpen, computer warnet ada deep frezznya... atau kalau trraffik internet lagi penuh sering &lt;em&gt;ketundung&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;user yang masuk, jadinya pekerjaan &lt;em&gt;mutung&lt;/em&gt; atau naggung, belum jadi seratus persen udah hilang lagi...&lt;br /&gt;lalu timbullah ide membuat Blog ini,&lt;br /&gt;lumayan untuk nyimpen data dan kata-kata,&lt;br /&gt;enaknya, bisa nulis di computer manasaja di mana saja pake' komputernya siapa saja... sebab nyimpennya di internet yang tahu sendirikan bisa diakses dimana dan kapanpun bisa.&lt;br /&gt;Tank's tuk Sang Maha Pencipta yang menciptakan segalanya semakin mudah, tinggal kita saja bagaimana memanfaatkannya.&lt;br /&gt;Ujian bagi kita tuk mensyukurinya atau malah membuat kita terlena...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-3605710890939167598?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3605710890939167598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/3605710890939167598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/kembali-ke-titik-nol.html' title='kembali ke titik nOl'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-4259470304881888183</id><published>2008-02-13T04:42:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T17:37:22.847-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;em&gt;Ya Allah Ya Rab...&lt;br /&gt;Hubungan kita kok makin indah saja...&lt;br /&gt;Makin mantap dan segar...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum selesai saya nulis diatas, adik saya datang, duduk disamping saya dan...&lt;br /&gt;saya belingsatan dengan wajah bersemu...&lt;br /&gt;saya jadi malu...&lt;br /&gt;seperti orang remaja yang lagi kasmaran ketahuan nulis surat cinta...&lt;br /&gt;he..he...&lt;br /&gt;ya emang..&lt;br /&gt;kenapa emangnya? apa kita nggak boleh mengekspesikan diri?&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja kata-kata hati itu muncul dan tiba-tiba saja terefleksikan dalam bentuk postingan...&lt;br /&gt;Setelah dari masjid kota tadi... sholat magrib... susananya sendu sekali.. hujan tik rintik.. jadi agak kerasan dalam masjid...&lt;br /&gt;nggak tahu, saya sangat menikmati sholat saya... sampai-sampai saya dikagetkan jama'ah lain disamping saya yang hendak bersalaman... (dikiranya saya sudah selesai), karena terganggu dan kaget terpaksa saya akhiri sholat saya. Salam kiri kanan dan ... kembali lagi pada konsentrasi sebelumnya larut pada komunikasi dengan kekasih saya... suasanaya sangat mendukung sih, masjid megah yang baru selesai dibangun, kota yang sedang berhenti aktifitasnya... dan hati saya yang sedang santai...&lt;br /&gt;karena...&lt;br /&gt;e.... e... sbentar, ada user login bentar lagi tak lanjutkan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-4259470304881888183?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/4259470304881888183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=4259470304881888183&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4259470304881888183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4259470304881888183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/ya-allah-ya-rab.html' title=''/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-5103353064500346745</id><published>2008-02-13T03:47:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T03:49:23.098-08:00</updated><title type='text'>reportase repot...ae</title><content type='html'>mulai utak utek... ganti templet, warna, font, dll...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-5103353064500346745?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/5103353064500346745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=5103353064500346745&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/5103353064500346745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/5103353064500346745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/reportase-repotae.html' title='reportase repot...ae'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-4361361533335621040</id><published>2008-02-11T16:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T17:00:29.453-08:00</updated><title type='text'>mulai posting</title><content type='html'>ini adalah psting pertama saya, he he. tadi mau masuk posting aja satu setengah jam gak bisa masuk-masuk, lupa passwordnya, jadi harus ke imel dulu, minta verifikasi, terus di link lagi, di link lagi, di link lagi. pokoe nurut ae, akhirnya berakhir dengan sukses. sukses login, dan ini sukses posting.&lt;br /&gt;ayoo, applaus dong buat sayaa.&lt;br /&gt;he he he, ndesit sekali, posting sekali aja udah dipamer-pamerkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-4361361533335621040?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/4361361533335621040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=4361361533335621040&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4361361533335621040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/4361361533335621040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/mulai-posting.html' title='mulai posting'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1996074026161280496.post-6442729732958396440</id><published>2008-02-11T05:39:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T05:41:54.415-08:00</updated><title type='text'>ya namanya juga usaha.....</title><content type='html'>satu lagi rekreasi yang bisa didapatkan dari saking banyaknya belajar.... payah dan bosan baca blog orang terus... ada keasyikan tersendiri ketika kita bikin sendiri... dan, apalagi kalo bisa mbuat payah orang baca blog kita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1996074026161280496-6442729732958396440?l=yusronfauzi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/feeds/6442729732958396440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1996074026161280496&amp;postID=6442729732958396440&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6442729732958396440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1996074026161280496/posts/default/6442729732958396440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusronfauzi.blogspot.com/2008/02/ya-namanya-juga-usaha.html' title='ya namanya juga usaha.....'/><author><name>Pembelajar Sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02437701429951628468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-dDk99hmxTLo/TvBJ2WF5nKI/AAAAAAAAAC8/AjXNFuOsGas/s220/S4020429.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
